Edukasi Kewirausahaan di Aras Bawah

Oleh:
Sadikun Citrarusmana
(Dosen Fakultas Ekonomi Unpas & Ketua Yayasan Pemberdayaan Ummat)

Terasjabar.co – Pendidikan sesungguhnya bukan persoalan mengajarkan sesuatu tapi merubah perilaku orang untuk bisa berpikir dan bertindak lebih baik. Perubahan perilaku di usia dewasa rumit dan butuh proses lama. Hal ini terkait dengan kebiasaan (habit) yang sudah terbentuk lama dan seringkali menjadi karakter yang susah dirubah. Jadi, harus ada pola baru yang mampu menciptakan mensin berpikir bagi seseorang yang ingin merubah hidupnya lebih baik.

Ilmu kewirausahaan menggagas tentang pentingnya edukasi praktik bisnis dari sejak usia dini. Konsep yang dikembangkan oleh Azjen (2019) adalah The Planned Behavior. Konsep ini berkaitan dengan pentingnya perubahan perilaku berpikir dan bertindak yang terhubung dengan kemakmuran ekonomi. Menurut pandangannya, kemakmuran sebuah masyarakat bisa tercapai apabila terjadi perubahan berpikir dan bertindak. Berpikir selalu dikaitkan dengan konteks perencanaan (plan) dan bertindak berkaitan dengan tindakan (Act) dalam konsep manajemen klasik. Sedangkan dalam konsep manajemen modern kekinian Act (tindakan) merupakan bagian dari fungsi kepemimpinan (lead).

Semua proses itu menurut Azjen harus dilakukan sejak dini, dan jika dilakukan harus mulai dari aras bawah. Di lingkungan pendidikan formal harus dimulai dari sekolah dasar (SD) bahkan bisa dari tingkatan pendidikan anak usia dini (PAUD). Di lingkungan sosial pendidikan perilaku itu harus dimulai dari lingkungan keluarga, dan orang tua menjadi tokoh sentral dalam pendidikan kewirausahaan di rumah tangga. Di antara kedua lingkungan ini, sekolah dan keluarga, harus terjadi koneksi intensif untuk membentuk perilaku anak yang entrepreneurial mindset. Pola pikir ini bukan sekedar anak dibentuk untuk menjadi pedagang atau pelaku bisnis tapi lebih mengarah pada merangsang gagasan (ide), mengembangkan kreatifitas, dan memperluas inovasi.

Kewirausahaan yang dikembangkan oleh Azjen bersifat umum (generik) yang berbasis pada ilmu psikologi. Oleh sebab itu implementasinya searah dengan konsep keilmuan manajemen yang universal. Pendekatan itu bisa dalam organisasi besar atau kecil, tinggi atau rendah, lingkungan publik atau privasi. Pengalaman negara Israel yang mengembangkan sifat keuniversalan ilmu manajemen dan kewirausahaan membentuk Isreal sebagai negara maju dari berbagai lini. Negaranya kuat rakyatnya kuat. Pemerintahannya kuat dan pelaku bisnisnya kuat. Kapasitas persenjataannya kuat dan ekonominya kuat. Semua itu terbentuk karena sistem kenegaraannya dibangun berdasarkan spirit kewirausahaan (entrepreneurial state).

Bagi Indonesia, narasi tentang pembentukan masyarakat kewirausahaan sudah lama digaungkan, meskipun lambat dilaksanakan. Rancangan Undang-undang Kewirausahaan yang dibahas oleh eksekutif dan legislatif sampai saat ini belum rampung. Kewirausahaan Nasional memiliki tujuan untuk menumbuhkan dan mengembangkan semangat kewirausahaan yang inovatif dalam rangka membangun perekonomian nasional berdasarkan demokrasi ekonomi yang berkeadilan.

Untuk mendukung terbentuknya jiwa kewirausahaan sejak dini, RUU Kewirausahaan Nasional mengatur kurikulum pendidikan kewirausahaan yang akan masuk ke dalam kurimulum pendidikan nasional.

Bagi wirausaha pemula, RUU Kewirausahaan mengatur perizinan bagi wirausaha pemula. Perizinan ini dimaksudkan untuk memberikan kepastian hukum, dan sarana pemberdayaan bagi pelaku usaha mikro dan kecil dalam mengembaknan usahanya. Implementasi gagasan tunggal RUU Kewirausahaan Nasional adalah  mendukung memperkuat perekonomian nasioal melalui wirausaha-wirauasaha yang terbukti mampu bertahan di tengah-tengah kondisi krisis. Para Wirausaha itu sudah dibentuk melalui pendidikan kewirausahaan sepanjang hayat. Jadi, hasilnya bisa dirasakan oleh generasi yang akan datang, mungkin pada era Indonesia Emas 2045.

Melalui RUU Kewirausahaan Nasional, anak-anak di usia dini  bisa merasakan nilai jiwa kewirausahaan yang sesuai dengan karakter orang Indonesia. Mereka diharapkan bisa  memperjuangkan lahirnya wirausaha-wirausaha baru di Indonesia untuk mengembangkan usahanya menjadi usaha yang besar sehingga dapat berkontribusi positif terhadap perekonomian Indonesia. Mereka juga bisa menjadi pemimpin-pemimpin bangsa yang kuat, terdidik secara baik, dan mampu  melakukan improvisasi yang meningkatkan kemajuan bangsa.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 × 5 =