Korupsi Warisan Nenek Moyang, Dewapun Bisa Disuap

Oleh:
DEDI ASIKIN

Terasjabar.co – Beberapa sejarawan berpendapat bahwa korupsi itu sama tuanya dengan usia kehidupan manusia. Setidaknys sejak Mesir kuno tahun 3100 sebelum masehi. Hukuman bagi si pelaku tidak main-main, ada mutilasi, potong hidung atau telinga. Ada juga hukum cambuk 100 kali dengan batang pohon tebu. Selain itu bisa pula diasingkan atau dijadikan budak belian.

Di India kuno dan China juga rasuah itu sudah ada. Di China ada mitos menyuap dewa. Konon disetiap rumah diyakini ada wakil penguasa surga, namanya dewa dapur. Seminggu sebelum hari raya imlek para dewa dapur itu terbang ke surga menghadap Kaisar langit penguasa surga.

Agar dewa dapur melaporkan hal hal yang baik kepada penguasa surga, mereka menyuapnya dengan mengoleskan gula dan madu ke tubuh dewa dapur.

Di Yunani kuno sebuah keluarga kaya Almaeonid menyuap dewa Oracle of Delphi salah satu lambang kekuatan magik dengan menawarkan kesediaan membangun kembali kuil Apollo yang hancur ketika gempa bumi. Imbalanya agar dibantu agar bisa menguasai Athena.

Hal demikian dikomentari Aristoteles bahwa dewa juga ternyata bisa disuap. Jadi selain usia yang sudah tua korupsi juga menyebar kemana mana hampir seluruh penjuru dunia.

Meski begitu belum ada angka pasti tentang besaran nominal korupsi secara global itu. Bank Dunia hanya membuat prediksi kira kira mencapai,$1,5 trilyun setahun, atau sekitar 2% dari PDB global.

Oxford Dictionary membuat difinisi tentang korupsi yaitu perilaku/ perbuatan tidak jujur atau curang oleh mereka yang berkuasa. Hampir sama dengan di Kamus Besar Bahasa Indonesia. Sejalan juga dengan adagium power trend to corrupt, kekusaan cenderung korup. Ada beberapa cerita menyangkut beberapa orang penguasa yang korup atau paling tidak diduga melakukan perbuatan tidak jujur itu.

  1. Masarakat Transfaransi Internasional Indonesia pernah menuduh/menduga presiden republik Soeharto selama berkuasa 30 tahun lebih juga berbuat korupsi. Nominalnya sangat pantastik $35 milyar atau setara Rp.540 trilyun. Wallahualam sebab tak pernah dibuktikan di pengadilan.
  2. Ferdinand Marcos Presiden Philipina, Mobutu Sese Seko Presiden Zaire, Sani Abacha dari Nigeria disebut sebut korupsi dengan nominal sama $5 milyar atau setara Rp. 70 trilyun.
  3. Di Malaysia mantan Perdana Mentri Nazib Razak dituduh menyalah gunakan wewenang untuk keuntungan PT Malaysia Development Berhard Perusahaan miliknya. Departement Kehakiman Amerika Serikat menyebut angka $4,5 milyar atau setara Rp.65 trilyun.
  4. President Guatemala Otto Ferez Molina terpaksa mundur kerena kongres membatalkan kekebalanya. Ia diduga berperan dalam skema korupsi besar besaran terkait layanan bea dan cukai.
  5. President Afrika Selatan Yacob Zuma dipecat kongres dengan tuduhan korupsi.
  6. President Korea Selatan Park Geen Hye dimakzulkan dengan tuduhan penyuapan dan dihukum 24 tahun.
    Banyak orang skepties pada upaya pemberantasan rasuah itu.

Salah satu sebabnya upaya itu tidak dilakukan sejak dini. Sekarang ini sudah membudaya terjadi disemua lini kehidupan.Vertikalmaupun horizontal.

Kata wakil Menteri Kumham Prof.Edward Omar Syarif Hiariej sulit nya menghilangkan korupsi kerena lemahnya integritas dan kesadaran pada banyak pejabat dan juga masarakat.Selain itu pendidikan moral dan budi pekerti tidak dilakukan secara intensif dan sejak dini.

Mungkin juga itu berkait dengan fitrah kehidupan. Baru akan hilang ketika langit runtuh dan bumi gonjang ganjing.

Wallahualam

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *