Anggota DPRD Demokrat Indramayu Jadi Tersangka Terbunuhnya 2 Petani, Irfan Suryanagara Sebut Akan Berikan Bantuan Hukum Kepada Kadernya
Terasjabar.co – DPD Partai Demokrat Provinsi Jawa Barat tengah mencari tahu sejauh mana keterlibatan salah satu anggotanya dalam kasus bentrokan berdarah menewaskan 2 petani tebu di Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Senin (4/10/2021).
Seperti iketahui, bentrokan berdarah terjadi di Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Senin (4/10/2021) lalu yang melibatkan kelompok F-KAMIS (Forum Komunikasi Indramayu Selatan) menewaskan 2 petani tebu.
Polisi telah menangkap 10 orang terduga provokator bentrokan tersebut. Salah satunya ialah Taryadi, ketua F-KAMIS yang juga anggota DPRD Kabupaten Indramayu dari Fraksi Partai Demokrat.
“Kami akan mencari tahu sejauh mana anggota kami (Taryadi, red) terlibat,” kata Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Jawa Barat Ir. Irfan Suryanagara, M.IPol., Senin (11/10/2021).
Pihaknya juga akan mempertanyakan hak imunitas bagi anggota DPRD. Sebab, polisi tidak mengedepankan asas praduga tak bersalah ketika mengamankan Taryadi.
Bahkan, kata Irfan, pada saat diamankan, Taryadi diseret oleh petugas dan perbuatan itu sudah tersebar di media.
“Kalau seperti itu dimana hak imunitas bagi anggota DPRD?” tanyanya.
Dia juga menyatakan pihak DPP dan DPD Partai Demokrat Provinsi Jawa Barat akan memberikan bantuan kepada kadernya yang ditetapkan sebagai tersangka.
“Kami juga bersama tim dari DPP akan memberikan bantuan hukum kepada kader kami dan kami akan ikut menyelidiki sejauh mana keterlibatan anggota kami terhadap insiden tersebut,” pungkasnya.






Leave a Reply