Klaster Keluarga Dominasi Kasus COVID-19 di Cimahi

Terasjabar.co – Kota Cimahi terancam kembali masuk ke zona merah lantaran terus terjadi penambahan kasus positif COVID-19. Dalam seminggu, ada 41 kasus baru. Penambahan kasus positif COVID-19 tersebut terhitung sejak 28 September hingga 3 Oktober.

Berdasarkan data di Pusat Informasi COVID-19 Cimahi (PICC), saat ini kasus positif COVID-19 di Cimahi mencapai 357 kasus. Rinciannya 89 orang positif aktif, 256 dinyatakan sembuh, dan 12 meninggal dunia.

Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna mengungkapkan penambahan kasus positif tersebut didominasi dari klaster keluarga, yang menyumbang 47 kasus dengan total 115 orang yang positif pada pekan ini.

“Iya seminggu ini penambahannya sampai 41 kasus, terancam ke zona merah lagi. Dan yang mengkhawatirkan, itu didominasi klaster keluarga, ada 47 kasus,” ungkap Ajay, Sabtu (3/10/2020).

Ajay mengatakan rata-rata penularan COVID-19 di lingkungan keluarga itu setelah ada salah satu anggota keluarga yang melakukan perjalanan luar daerah lalu menjadi carrier COVID-19.

“Untuk orangtua yang bekerja bertemu banyak orang dan di luar daerah, harus agak diantisipasi. Jangan sampai pas pulang anggota keluarga lainnya malah jadi positif COVID-19,” terangnya.

Kebanyakan orang yang terpapar COVID-19 saat ini merupakan Orang Tanpa Gejala atau OTG lantaran tidak menunjukkan gejala klinis. Namun ada juga yang harus diisolasi di rumah sakit karena memiliki penyakit bawaan.

“Ada yang dirawat di rumah sakit dan ada yang isolasi mandiri. Kalau yang di rumah sakit itu ada sekitar 44 orang, dan isolasi mandiri 45 orang,” jelasnya.

Pihaknya meminta agar masyarakat terus menerapkan protokol kesehatan untuk meminimalisir potensi penularan COVID-19. “Hal mendasar seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menjaga kesehatan itu harus terus diterapkan. COVID-19 ini harus dilawan, tapi jangan juga ditantang,” tandasnya.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *