Sikapi Isu Radikalisme, FISIP UIN SGD Bandung Gelar Seminar Bertajuk “Memahami Radikalisme Beragama: Asal-Usul, Identitas dan Representasi”

Terasjabar.co – Menyikapi isu radikalisme yang kembali mencuat akhir-akhir ini, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar seminar bertajuk “Memahami Radikalisme Beragama: Asal-Usul, Identitas dan Representasi” di Hotel Puri Khatulistiwa, Jatinangor, Sumedang, Kamis (28/11/2019).

Kegiatan seminar ini dihadiri oleh dosen, tenaga kependidikan dan perwakilan mahasiswa. Hadir sebagai narasumber M. Adib Abdushomad, Ph.D. (Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama, DIKTIS Kemenag RI), dan Munajat, Ph.D. (Staf Khusus Menteri Agama RI). Seminar ini dimoderatori oleh Direktur Pusat Kajian Ilmu Sosial Asia Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Sunan Gunung Djati Bandung Asep Muhamad Iqbal, Ph.D.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Sunan Gunung Djati Bandung Ahmad Ali Nurdin, MA., Ph.D. mengatakan tujuan seminar ini adalah untuk merefresh kembali pemikiran tentang akar-akar radikalisme.

“Tujuan seminar ini adalah untuk merefres kembali pemikiran kita tentang akar-akar, identitas dan representasi radikalisme” kata Ali Nurdin dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Ali Nurdin mengatakan, definisi tentang radikalisme masih sangat beragam. Oleh karena itu diperlukan pemahaman kembali tentang radikalisme yang selama ini diidentikkan dengan Islam.

“Padahal, radikalisme terjadi di semua agama, tidak hanya Islam. Akan tetapi media selalu mengidentikkan radikalisme dengan Islam” tambah Ali Nurdin.

Ia berharap dengan adanya kegiatan seminar ini dapat menurunkan tingkat radikalisme di dunia akademik.

“Saya berharap dengan adanya seminar ini, dapat menurunkan radikalisme beragama di kalangan akademik” pungkas Ali.

Sementara, Wakil Rektor I Bidang Akademik UIN Sunan Gunung Djati Bandung Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag. menekankan pentingnya moderasi beragama.

“UIN Bandung sudah meresmikan Rumah Moderasi Beragama, ini nantinya akan menjadi Candradimuka sebagai pelopor moderasi dalam beragama” kata Rosihon.

Ia juga mengapresiasi kegiatan seminar ini, sebagai respon dari isu radikalisme yang kembali mencuat akhir-akhir.

“Saya atas nama Rektor, mengapresiasi kegiatan ini. Semoga kedepan FISIP dapat menyelenggarakan kegiatan-kegiatan lain dan semakin sukses” tambah Rosihon.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *