Nur Supriyanto Sebut Rencana Gubernur Jabar Jadikan Rawa Kalong Destinasi Wisata Mewah Kontroversial

Terasjabar.co – Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat melakukan kunjungan lapangan ke proyek pembangunan irigasi Situ Rawa Kalong yang merupakan proyek strategis Provinsi Jawa Barat, Senin (4/11/2019).

Menurut anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat Dr. H. Nur Supriyanto, MM., luas lahan Situ Rawa Kalong, Kota Depok, berkurang hampir separuhnya dari 15 hektare kini hanya tinggal 8,25 hektare. Situ yang terletak di Kecamatan Cimanggis berstatus milik pemerintah pusat.

“Dari peninjauan kemaren (Senin 4/11/2019), lahan Situ Rawa Kalong ini terus berkurang seiring cepatnya pertumbuhan penduduk. Sekarang posisinya di tengah-tengah perkampungan. Bahkan tidak berlebihan kalau disebut ditengah-tengah perkampungan kumuh,” kata Nur Supriyanto, Selasa (5/11/2019).

Padahal, menurut politisi PKS ini, keberadaan situ Rawa Kalong sangat strategis dan berfungsi sebagai reservoar air.

“Di tengah kota seperti Depok, keberadaan situ ini sangat strategis, berfungsi sebagai reservoar air. Di saat musim hujan sebagai penampung air hujan sehingga tidak banjir, di musim kemarau harus menjadi sumber air. Sekarang pemerintah pusat dan pemerintah Provinsi Jabar sedang merevitalisasi fungsi situ yang sedang berjalan tahun ini,” katanya.

Menurut anggota DPRD Jabar yang terpilih dari Dapil 8 (Kota Depok & Kota Bekasi) ini, tahun 2020 Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil berencana akan menggelontorkan dana yang cukup fantastis sebesar Rp 82 miliar untuk menjadikan Situ Rawa Kalong sebagai tempat pariwisata.

Lebih lanjut Nur Supriyanto yang juga anggota Badan Anggaran DPRD Jabar menyebut rencana Gubernur Jabar Ridwan kamil menjadikan Rawa Kalong destinasi wisata dengan desain mewah namun kontroversial.

“Desainnya mewah namun kontroversual. Ibarat rumah mewah di tengah-tengah penduduk padat dan kumuh. Sepertinya Gubernur belum melihat ke lapangan, hanya melihat desain yang dibuat dengan dana CSR. Inipun masih kontroversual,” ungkapnya.

Bayangkan katanya, tempat wisata di bangun dengan anggaran Rp 82 miliar, tapi akses jalan hanya lebar 3 meter, tempat parkir hanya 10 mobil, sisanya harus motor, lewat pintu yang lain hanya bisa menggunakan sepeda motor.

“Kita-kira akan seperti apa dalam 10 tahun ke depan…?. Mimpi besar Kang Emil (Gubernur Jabar) rasanya perlu untuk dikoreksi dan disempurnakan, agar dana rakyat yang diamanahkan bisa maksimal penggunaanya,” ucapnya

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *