Anggota DPRD Jabar 2019-2024 Bukan Kepanjangan Tangan Parpol

Terasjabar.co – Sebanyak 120 legislator dari 10 partai politik (parpol) pemenang kursi DPRD Jawa Barat akan mulai bekerja pascadilantik di Gedung Merdeka, Bandung, Senin 2 September 2019 mendatang.

Ke-120 anggota DPRD Jabar periode 2019-2024 itu diharapkan bekerja maksimal untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Jabar. Mereka pun diminta mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan parpol maupun kepentingan pribadinya.

Menurut pakar politik dan pemerintahan dari Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung, Asep Warlan Yusuf, ada tiga hal yang wajib diperhatikan dan dipahami para legislator baru tersebut. Ketiga hal itu tak lain adalah tiga fungsi pokok DPRD, yakni anggaran, legislasi, dan pengawasan.

Terkait fungsi anggaran, Asep menegaskan, legislator harus aspiratif dan akomodatif. Artinya, bukan hanya berbicara target dengan sejumlah program, namun program tersebut sebenarnya tidak dibutuhkan oleh masyarakat. Jika demikian, Asep menilai, hal itu hanyalah untuk kepentingan politik pribadinya.

“Tiga fungsi legislatif ini harus didasarkan oleh representasi. Artinya, ketika duduk sebagai legislator, mereka bukan lagi wakil partai atau golongan, melainkan wakil rakyat seutuhnya,” tegas Asep di Bandung, Jumat (23/8/2019).

Masih terkait anggaran, Asep juga menekankan agar anggota DPRD Jabar tidak boros menggunakan angaran. Sebaliknya, kata Asep, setiap anggota DPRD harus mengutamakan efisiensi dalam penggunaan anggaran.

Sehingga, setiap anggaran yang memang diperuntukkan bagi anggota DPRD harus bertujuan untuk meningkatkan kualitas serta mempermudah anggota DPRD menyerap aspirasi dari masyarakat.

“Bukan dihamburkan untuk studi banding, namun harus sesuai dengan semangat berguru dan belajar pada yang lebih mampu,” katanya.

Berkaitan dengan studi banding, Asep berpandangan, Jabar merupakan provinsi yang lebih maju, bahkan lebih pintar dibandingkan provinsi lain. Oleh karenanya, study banding lebih baik menggunakan konsep digitalisasi.

“Kan bisa dengan internet, bisa dengan berbagai cara digitalisasi. Hemat saya, yang paling utama itu efesienkan anggaran dewan, itu paling penting,” ujarnya.

Dalam kaitannya dengan fungsi legislasi, lanjut Asep, legislator juga jangan melulu menyetujui setiap program yang diajukan pihak eksekutif, dalam hal ini Pemprov Jabar. Menurut Asep, jika DPRD Jabar selalu manut terhadap Pemprov Jabar, akan berbahaya.

“Artinya, ketika ada ketidakcocokan, maka harus memperjuangkan aspirasi dari masyarakat, jangan hanya mengiyakan apa maunya eksekutif,” katanya seraya mengatakan, hal itu pun menjadi bukti fungsi pengawasan.

Selain mengawasi kinerja eksekutif, Asep juga mewanti-wanti agar setiap anggota DPRD Jabar tidak melakukan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Pasalnya, kata Asep, perbuatan tersebut akan sangat menimbulkan dampak buruk.

“Sudah banyak contoh di sejumlah daerah, anggota DPRD ditangkap karena kasus KKN. Itu harus jadi pelajaran untuk anggota DPRD di Jabar,” tegas Asep lagi.

Disinggung komposisi DPRD Jabar yang kini dikuasai parpol bukan pengusung Gubernur Jabar Ridwan Kamil, menurut Asep, hal itu tidak akan menimbulkan pengaruh apapun. Pasalnya, DPRD tidak menganut sistem keterwakilan, seperti di DPR RI.

“Di daerah itu tidak bisa seperti di DPR RI dimana ada keterwakilan dari partai pengusung dan bukan pengusung yang nantinya menjadi opisisi,” jelas Asep.

Di DPRD, tambah Asep, sistem kolektif-kolegial harus diterapkan dengan cara kerja sama. Oleh karenanya, Asep menganggap, keberadaan Partai Gerinda sebagai penguasa DPRD Jabar pun tidak akan memberikan pengaruh besar.

“Di daerah yang ada harus sinergis antara eksekutif dan legislatif karena cara kerja yang berbarengan di antara semua partai politik pemenang kursi DPRD,” katanya.

Asep juga menilai, jika anggota DPRD Jabar masih terus menunjukkan pengaruh atas nama partainya, hal itu tidak relevan. Sebab, pada prinsipnya, DPRD Jabar dan Pemprov Jabar harus bekerja sama.

Terkait banyaknya wajah-wajah baru DPRD Jabar, Asep meminta, tidak ada lagi proses adaptasi dan pengenalan. Sebab, hal itu pun menurutnya tidak relevan.

“Di sini anggota dewan wajah baru tidak ada lagi istilah belajar dulu. Artinya, begitu dilantik, harus langsung bergerak sesuai dengan fungsinya,” katanya.

Oleh karena itu, mulai dari sekarang, wajah-wajah baru anggota DPRD Jabar ini harus sudah mempersiapkan isu-isu pembangunan apa saja yang akan menjadi perhatiannya. Sehingga, saat sudah dilantik, mereka langsung bekerja cepat.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eleven − five =

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam