Parpol Sepakat Perkuat DPRD, Demokrat Jabar: Bersatu Membangun Jabar Lebih Baik
Terasjabar.co – Pascapenetapan anggota DPRD Jawa Barat terpilih periode 2019-2024, Partai Demokrat menggelar pertemuan yang dihadiri seluruh pimpinan partai politik (parpol). Pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan untuk memperkuat fungsi DPRD Jabar.
Pertemuan yang dikemas lewat Coffee Morning itu berlangsung sangat cair. Tidak terasa sedikit pun aroma persaingan antarparpol, meski mereka baru selesai berkompetisi di ajang Pemilihan Gubernur (Pilgub) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) Jabar 2019 lalu. Bahkan, pertemuan yang berlangsung tertutup itu terus diwarnai tawa seluruh pimpinan parpol.
Ketua DPD Partai Demokrat Jabar Irfan Suryanagara menegaskan, pertemuan ini juga menjadi penegasan bahwa tidak ada lagi parpol pengusung dan bukan pengusung Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum di Pilgub Jabar 2018.
Dia menyatakan, seluruh parpol di Jabar bersatu dan bersepakat untuk membangun Jabar lebih baik.
“Intinya, mendukung yang kurang baik menjadi baik, yang tidak lurus menjadi lurus, dan menjadi penerang kepada yang gelap gulita,” ujar Irfan, Kamis (15/8/2019) disambut tawa seluruh pimpinan parpol.
Semetara Ketua DPW PKB Jabar Syaiful Huda menyatakan, pertemuan antarpimpinan parpol ini merupakan forum yang langka yang belum pernah digelar sebelumnya. Melalui pertemuan ini, seluruh pimpinan parpol sepakat menyamakan sikap demi kemajuan Provinsi Jabar yang lebih baik lagi.
Huda menyebutkan, salah satu kesepakatan yang dihasilkan, yakni memperkuat kelembagaan DPRD Jabar untuk menjalankan tiga fungsi utamanya, yakni perundang-undangan (legacy), penganggaran (budgeting), dan pengawasan (controlling).
“Ini pure forum partai-partai pascapemilu, mereka ingin kumpul ya kita fasilitasi forum ini. Ini kan forum langka, dari dulu belum pernah ada,” ujar Huda.
Senada dengan Huda, Ketua DPW Partai Nasional Demokrat (NasDem) Jabar Saan Mustofa pun mengakui, penguatan fungsi DPRD Jabar sangat penting, agar pemerintahan berjalan baik. Sebagai parpol yang sama-sama mengusung Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum di Pilgub Jabar 2018, pihaknya pun menginginkan komunikasi dan koordinasi yang lebih baik antara eksekutif dan legislatif.
“Sinergi antara eksekutif dan legislatif, komunikasi antara eksekutif dan legislatif, eksekutif dan partai politik. Kita ingin komunikasi ini berjalan lebih baik dan intensif,” katanya.
Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Bucky Wikagoe menekankan, baik eksekutif maupun legislatif harus mengedepankan kepentingan masyarakat Jabar. Oleh karenanya, dia berharap, eksekutif tidak hanya mengakomodasi program-program pembangunan dari parpol pengusungnya saja, termasuk harus mampu menyingkronkan partai pengusung dan bukan pengusung.
“Gerindra pun akan tetap mengedepankan kritik analisis yang konstruktif. Intinya, dengan jumlah penduduk yang besar ini, Jabar mau diapain sih? Dan mudah-mudahan apa yang menjadi program Gubernur bisa direalisasikan,” tandasnya.





Leave a Reply