Kota Bandung dan Korea Selatan akan Jajaki Kerjasama, Dirikan Pusat Edukasi Tentang Kopi

Terasjabar.co – Pemerintah Kota Bandung dan Universitas Sungkyul Kota Anyang Korea Selatan tengah menjajaki peluang kerjasama untuk mendirikan pusat edukasi tentang kopi.

Gagasan ini muncul setelah melihat kopi yang sangat digandrungi di Bandung dan Korea Selatan.

“Warga Korea sangat menyukai kopi, terutama kalangan menengah ke atas. Mereka juga senang saat ditawari kopi dari Indonesia,” ujar Rektor Universitas Sungkyul, Dong Cheol Yoon di Pendopo Kota Bandung, Jalan. Dalem Kaum, Kota Bandung, Rabu (9/1/2019).

Menurutnya, rencana jalinan kerjasama tersebut, telah digagas sejak setahun lalu. Terlebih, pihaknya mengetahui bahwa Bandung juga merupakan pusat perkembangan kopi di Jawa Barat.

“Ada banyak perkebunan kopi di Jawa Barat dan ekosistem pasar kopi sudah terbentuk dengan baik di Kota Bandung. Maka kami ingin melakukan kerja sama yang lebih serius,” ujar Dong Cheol Yoon.

Dikatakannya, pusat edukasi kopi ini akan menjadi pembuka jalan agar pasar kopi Jawa Barat dapat diperluas hingga ke mancanegara.

Lebih jauh, pihaknya akan membawa turis-turis dari Korea Selatan ke Bandung untuk belajar tentang kopi, mulai dari penanaman hingga pengolahan.

Sehingga, para wisatawan, tidak hanya akan mendapatkan pengalaman tentang penanaman dan pengolahan kopi saja, tetapi juga akan dilatih secara profesional oleh lembaga khusus.

Maka, setelah selesai mengikuti program tersebut para peserta bisa langsung memperoleh sertifikasi.

“Kita ingin mengajak mereka untuk tahu bagaimana kopi-kopi yang mereka minum ini ditanam, diolah sehingga memiliki cita rasa yang baik. Itu akan mendatangkan banyak wisatawan, mereka akan membeli kopi-kopi dari sini,” ujar Dong Cheol Yoon.

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Bandung, Oded M Danial mengapresiasi gagasan kerjasama tersebut karena dapat mengangkat potensi kopi dan pariwisata Bandung ke mancanegara.

“Idenya saya sangat setuju. Ini sangat baik menurut saya, tinggal eksekusinya saja juga harus baik,” ujar Oded.

Mang Oded juga menambahkan, salah satu hal yang harus dipertimbangkan adalah pengemasan program yang profesional.

Manfaat program ini juga harus dirasakan tidak hanya oleh peserta program, tetapi juga warga setempat, para petani, dan warga Bandung pada umumnya.

“Dengan kolaborasi yang baik, segala kebaikan bisa hadir. Secara teknis ini akan langsung ditindaklanjuti oleh dinas terkait,” katanya.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *