Politik Toponimi Bojonegoro: DNA Pejuang Literasi

Oleh:
Nunu A. Hamijaya
(Sejarawan Publik & Penulis Buku Toponimi Cianjur)

Terasjabar.co – Penulis bukan orang Bojonegoro. Terkaitan tulisan ini karena dalam politik historiografi dua nama ini sama-sama berasal dari Bojonegoro yang kisah kehidupannya kontroversional.

Dari perspektif toponimi politik, kiranya penting menjadi bahan kajian akademis. Politik toponimi adalah kuasa atas penyebutan nama-nama tempat oleh penguasa (pemerintah). Politik toponimi adalah penggunaan wewenang politik untuk memberikan, mengubah, atau menghapus nama unsur geografis (seperti kota, jalan, gunung, atau sungai) demi kepentingan ideologi, legitimasi kekuasaan, atau penghapusan memori kolektif masa lalu. Nama geografi (toponim) bukan sekadar penunjuk arah, melainkan simbol kedaulatan politik penafsirnya.

Hal ini merupakan subsistem dari politik historiografi. Nama ‘Batavia” misalnya diambil dari suku Batavi (atau dalam bahasa Latin disebut Batavians) sebagai salah satu leluhur utama mereka. Mereka mengangkat kisah Pemberontakan Batavi (tahun 69 M) melawan Kekaisaran Romawi sebagai simbol keberanian lokal melawan imperium besar. Sejak saat itu, identitas “Batavi” dianggap sebagai akar kepribadian bangsa Belanda yang cinta kebebasan dan pemberani. Dengan bantuan Prancis pada tahun 1795, mereka mengubah nama resmi negara Belanda menjadi Republik Batavia (Bataafse Republiek). Pada tahun 1619, Gubernur Jenderal VOC, Jan Pieterszoon Coen, menghancurkan Kota Jayakarta dan mengubahnya menjadi Batavia. Meskpun asalnya, ia mengusulkan nama lain Nieuw Hoorn (diambil dari kota kelahirannya, Hoorn).

Selain itu, pada 22/8/2026, dalam memperingati Satu Abad PAN Islamisme, ada diskusi menarik dengan topik Persatuan Ummat Islam: Spirit Kemerdekaan Menuju Kebangkitan Ummat, yang menghadirkan narasumbernya Dr.Adian Husaini, Ketua Umum DDII Pusat. Ternyata, ia lahir dan masa remajanya di Kuncen, Padangan, Bojonegoro (17/8/1965). Karirnya, setelah lulus IPB berawal dari jurnalistik/wartawan. Dengan random tiga tokoh nasional, tidak salah jika Bojonegoro rmemiliki DNA Jurnalistik/Literasi yang hebat-hebat.

Alasan Politis: Belanda Kalah Bertempur

Bojonegoro pada awalnya bernama Rajekwesi. Pusat pemerintahan pertama adalah Jipang, yakni mencakup Cepu dan Padangan. Lokasinya di sepanjang Bengawan Solo bagian barat Bojonegoro. Ada perbedaan pandangan terkait nama Bojonegoro. AD Cornets de Greet dari Islandche Zaken menyebut boojho dari bahasa Kawi yang berarti makan, dan negoro berarti tempat, pemerintah. Jadi ‘Boojhonegoro’ adalah tempat memberi makan yang sah. Lalu ada pandangan lain yang menyebutkan, kata boodjo atau bodjo bermakna istri. Jadi Bojonegoro bermakna istri yang setia kepada negoro. Jadi Bojonegoro adalah kesetiaan kepada negara. Yakni pusat pemerintahan Belanda saat itu di Batavia.

Jadi, nama Bojonegoro adalah pemberian Belanda. Mengapa Belanda mengubah Rajekwesi menjadi Bojonegoro? Alasannya, karena perlawanan rakyat yang dipimpin Sasradilaga membuat Belanda kalah telak. Satu-satunya perlawanan Perang Jawa (1825-1830) yang dipimpin Pangeran Diponegoro dan berhasil mengalahkan Belanda adalah di Bojonegoro. Karena itu, Belanda secara politis harus membuat kota baru untuk mengubur Rajekwesi. Nama Rajekwesi perlu diganti, agar rakyat tak ingat kekalahan Belanda dari Sasradilaga.

Max Havellar-nya Jawa Timur

CLM Penders dalam bukunya Bojonegoro 1900-1942: A Story of Endemic Poverty in North East Java Indonesia mengilustrasikan bahwa kemiskinan di Bojonegoro pada 1900-1940 seperti kemiskinan oleh warga Rangkasbitung di Lebak, Banten. Jika Anda pernah membaca buku Max Havelaar karya Multatuli atawa Douwes Dekker maka Anda tahu cerita kemiskinan yang dialami Saijah dan Adinda di Rangkasbitung Kabupaten Lebak, yang miskin, terlantar dan dieksploitasi oleh VOC. Namun, Bojonegoro agak beruntung dibandingkan Rangkasbitung, tanah yang tandus karena berkapur masih menjadi berkah bagi masyarakat. Lahan yang keras itu ternyata cocok untuk palawija seperti jagung dan tembakau. Dalam catatan Penders, tanaman tembakau yang menjadi andalan Bojonegoro diperkirakan telah ada sejak abad 16.

TAS: Tokoh dalam Tetralogi Pram,Soenda Berita,dan SDI-yah

Tirto Adhie Soerjo (TAS) adalah orang asli Bojonegoro. Cucu Bupati Bojonegoro RMT Tirtonoto. Masa kecilnya dihabiskan di Bojonegoro bersama kakek dan neneknya. Ia pindah ke Madiun mengikuti saudara kakeknya, Bupati Madiun, RMA Brotodiningrat. Di Madiun, dia sekolah di ELS, lalu pindah ke Batavia (Jakarta sat ini) sekolah di HBS dan menuntaskan studi di STOVIA.

Sejarah lengkap Tirto Adhie Soerjo sebenarnya ada termuat dalam tetralogi karya Pramoedya Ananta Toer, yakni, Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah dan Rumah Kaca. Pram menjadikan Tirto Adhie Soerjo sebagai tokoh utama dalam empat novelnya yang cukup terkenal tersebut. Dalam buku “Sang Pemula”, Pram mengungkapkan jati diri sebenarnya siapa Minke sebagai tokoh utama dalam tetraloginya. Minke adalah Tirto Adhie Soerjo.

TAS adalah pendiri koran “Soenda Berita” (7 Februari 1903) di Cianjur, Jawa Barat. Koran ini dibiayai Bupati Cianjur saat itu, R.A.A. Prawiradiredja. “Soenda Berita” merupakan koran pertama yang dimiliki pribumi. Saat mengelola Soenda Berita, Tirto menuliskan namanya dengan inisial ‘TAS’. Dengan menggunakan bahasa Melayu, Soenda Berita tak hanya membahas pergerakan sosial terhadap penjajahan, namun juga banyak membahas keadaan masyarakat Sunda dan Jawa di bidang ekonomi, kesehatan, hukum, ilmu pengetahuan, politik, pendidikan, pertanian, perkebunan dan pengetahuan praktis lainnya, seperti fotografi, bekerja di percetakan dan lain-lain. Tak hanya itu, Tirto juga fokus membahas seputar masalah perempuan di Sunda dan Jawa.

Lepas dari Soenda Berita, Tirto Adhie Soerjo mendirikan “Medan Prijaji” (1 Januari 1907) Koran ini satu-satunya yang dibiayai oleh pengusaha pribumi. Statusnya perusahaan korannya sudah perseroan. Medan Prijaji menjadi media ajang pertarungan kamum pribumi menggelorakan semangat merebut kemerdekaan dari Belanda. Oleh sebagian kalangan pers, berdirinya Sarekat Dagang Islamiyah (SDI-yah) Bogor (1909) untuk menandingi pesatnya perkembangan Sarekat Dagang Islam (SDI)-nya H. Samahoedi di Solo.

SMK: Sukarmaji Marijan Kartosuwiryo

Di awal karirnya, ia adalah seorang anggota Jong Java dan pendiri JIB (Jong Islamieten Bond) Surabaya. Ia juga adalah peserta aktif dalam Kongres Pemuda II, 28 Oktober 1928. Sebagai wartawan Fadjar Asia dan JIB yang memberitakan secara lengkap jalannya kongres bahkan menjadi pemrasaran dalam kongres. Wakil Presiden PSII (Partai Syarikat Islam Indonesia). Saat tahun 1945, ia adalah salah satu anggota KNP (Komite Nasional Pusat) di Malang ; pimpinan muda Masyumi Pernah ditawari jabatan Wakil Menteri Pertahanan era PM Amir Sjarifudin. (1948). Puncak karir. politik-kenegarawannya, di Tasikmalaya, pada tanggal 7 Agustus 1949 ia memproklamasikan NII (Negara Islam Indonesia) hingga menemui syahidnya melalui eksekusi mati oleh Pemerintahan Soekarno (1962).

Pada masa belajar di ELS di Bojonegoro (sekolah untuk orang Eropa). Sekitar tahun 1920-1923, Ia mengenal Islam lewat Notodiharjo, seorang guru Muhammadiyah. Sukarmadji Maridjan adalah satu dari sepasang anak Kartosoewirjo, seorang mantri candu. Kartosoewirjo adalah salah satu dari 7 anak Kartodikromo, seorang lurah di Cepu. Salah satu adik Kartosoewirjo yang bernama Marco Kartodikromo adalah seorang penulis anti-Belanda berhaluan kiri. Ayah Kartodikromo sendiri adalah lurah Merak, Panolan, Cepu yang bernama Ronodikromo, yang masih keturunan Arya Penangsang, adipati Jipang di abad ke-16.

Pada masa belajar di ELS di Bojonegoro (sekolah untuk orang Eropa). Sekitar tahun 1920-1923, Ia mengenal Islam lewat Notodiharjo, seorang guru Muhammadiyah. Setelah lulus dari ELS pada tahun 1923, Kartosoewirjo melanjutkan studinya di Perguruan Tinggi Kedokteran Nederlands-Indische Artsenschool. ahun 1927, Kartosoewirjo dikeluarkan karena ia dianggap menjadi aktivis politik serta memiliki buku sosialis dan komunis Pada masa ini, ia mengenal dan bergabung dengan organisasi Syarikat Islam yang dipimpin oleh H. O. S. Tjokroaminoto. Ia sempat tinggal di rumah Tjokroaminoto. Ia menjadi murid sekaligus sekretaris pribadi H. O. S. Tjokroaminoto.

Berjuang di Tatar Sunda

Di tahun 40-an, sebagai pimpinan PSII KPK ia melakukan kunjungan kerja ke Malangbong, Garut. Bertemulah dengan tokoh PSII, Ajengan Ardiwisastra. Ia mampir ke rumah Ardiwisastra untuk mengumpulkan sumbangan warga Sarekat Islam guna mengongkosi Haji Agoes Salim ke Belanda, meskipun akhirnya ditolak Agoes Salim karena merasa terpilihnya dirinya atas belas kasih RA kartini yang memberikan haknya kepadanya.

Turne itu pula yang akhirnya membawa dia ke Malangbong menemui Ajengan Ardiwisastra. Setahun setelah pertemuan itu, pada April 1929, Sekarmadji menikahi Dewi di Malangbong. Tentang pernikahan ini, seorang ulama seusia Ardiwisastra mengatakan Sekarmadji diambil menantu semata-mata karena motif kepartaian. “Apakah calon menantunya tampan atau buruk muka tidak penting,” kata ulama tadi kepada Pinardi, penulis buku Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo terbitan 1964.

Ardiwisastra memandang Sekarmadji pemuda ideal. Apalagi dia punya haluan politik serupa. Pada Adiwisastra, Sekarmadji memperdalam keislaman dan kepartaiannya.

Bagi Sukarmadji, Dewi punya semacam pertalian darah dengan dia, sama-sama keturunan Arya Penangsang. Dalam sejarah Kerajaan Demak abad ke-15, Arya Penangsang adalah penguasa kawasan Jipang yang terbunuh dalam perebutan kekuasaan setelah pamor Demak merosot.

Kepada Ateng Jaelani, tokoh Darul Islam yang lain, Sukarmadji pernah bakal menjadi menantu Haji Agoes Salim. Tapi, karena Agoes Salim kalah berdebat dengan Sukarmadji, akhirnya batal. Penyebab lain, Sarekat Islam pecah. Kartosoewirjo tak sehaluan dengan Agoes Salim kooperatif menolak sikap hijrah PSII (1936) yang merintis diplomasi politik dengan Belanda. Sebaliknya dengan SM Kartosoewirjo yang memilih jalan politik nonkooperatif (sikap hijrah).

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

14 + 6 =

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam