20 Persen Pelajar di Jabar Perokok Aktif

Terasjabar.co – Sebagian besar masyarakat Jawa Barat merupakan perokok aktif. Fakta tersebut menjadi keresahan DPRD Jawa Barat dengan nasib kaum ibu, anak-anak dan pelajar yang hidup berdampingan dengan para perokok aktif.

Hal itu dikatakan Wakil Ketua Pansus VI DPRD Jabar, Is Budi Widuri saat melakukan kunjungan kerja ke Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI terkait Raperda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Jabar.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, ternyata ada kenaikan presentase perokok di Jabar dari 15 persen menjadi 20 persen di kalangan pelajar.

Menurutnya, masyarakat yang tidak merokok memiliki hak mendapatkan udara bersih. Sehingga kecemasan yang selama ini dirasakan masyarakat menjadi poin penting dalam pembentukan Perda KTR.

“Kita menekankan hak-hak bagi masyarakat yang tidak merokok yang membutuhkan udara bersih, sehingga
untuk generasi kedepan dapat mendapatkan oksigen yang baik. Di sisi lain hal tersebut dapat menekan angka perokok aktif,” kata Budi, Rabu (7/11/2018).

Budi mengaku, paska kunker tersebut pihaknya mendapatkan banyak masukan dan informasi. Selanjutnya hal itu akan diimplementasikan pada Raperda KTR di Jabar.

Selain itu, Pansus VI merencanakan pada agenda selanjutnya untuk meninjau kawasan-kawasan yang sudah mengimplementasikan pola hidup sehat bebas asap rokok.

Setelah sebelumnya mengunjungi Desa Panongan, Kabupaten Cirebon, selanjutnya Pansus VI akan mengunjungi desa-desa percontohan lainnya yang berada di luar Jawa Barat.

“Kita merencanakan akan melakukan study banding ke provinsi lain yang telah mempunyai Perda KTR, sehingga masukan-masukan akan kami terapkan di Perda KTR Provinsi Jawa Barat. Sehingga nanti perda ini akan terimplementasikan dengan baik di lapisan masyarakat Jawa Barat,” tukasnya.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *