Formasi CPNS Tak Terisi, Pemkot Cimahi Berharap Kebijakan Baru

Terasjabar.co – Pemerintah Kota Cimahi berharap ada kebijakan baru dari pemerintah pusat perihal kelulusan tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Sebab, peserta yang memenuhi passing grade yang ditetapkan di Kota Cimahi sangat minim. Dari sekitar 2.630 peserta, hanya sekitar 4% atau 93 pendaftar yang memenuhi penilaian.

Jumlah itu sangat jauh dari formasi yang diajukan Pemkot Cimahi, yakni sebanyak 240 formasi. Artinya masih butuh 147 formasi yang belum terisi.

“Mudah-mudahan ada kebijakan pusat untuk pemenuhan formasi. Jumlah yang lolos masih jauh dari formasi,” ujar Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Cimahi, Maria Fitriana saat ditemui di DPRD Kota Cimahi, Jl. Djulaeha Karmita, Kamis (8/11/2018).

Dalam tes SKD yang berlangsung, Rabu (7/11) di Sport Arcamanik Jabar, para peserta dihadapakn dengan 100 soal dari tiga jenis yakni Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensi Umum (TIU) dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP).

Untuk lolos pasing grade, peserta harus memenuhi nilai 80 untuk TWK, 75 untuk ITU serta 143 untuk TKP. Jika salah satu di antara ketiganya tak memenuhi passing grade, maka peserta dinyatakan gagal lolos SKD.

Namun untuk kepastian kelulusan para peserta, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Sebab, jika melihat hasil tes kemarin, masih sangat jauh untuk memenuhi formasi yang disediakan.

“BKN belum memastikan apakah ada kebijakan baru wacana atau seperti apa,” kata Pipit.

Ditegaskan Pipit, kebutuhan Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di daerah termasuk di Kota Cimahi sangat tinggi. Khususnya untuk pemenuhan guru tingkat Sekolah Dasar (SD). Untuk itu, pihaknya berharap ada kebijakan baru soal kelulusan para peserta CPNS.

“Tes SKD ini kan semua passing grade harus terpenuhi, tapi passing gradenya terlalu tinggi. Kalau kumulatif bisa tertolong,” tandas Pipit.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *