Pemkot Bandung Akan Seleksi Pengelola Pasar Baru, HP2B: Jangan Salah Tunjuk

Terasjabar.co – Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, akan menyeleksi pengelola Pasar Baru sehubungan dengan berakhirnya kontrak pengelolaan itu oleh PT Atanaka Persada Permai (APP) pada akhir Desember 2018 mendatang.

Menurut Emil,  sapaan akrab Ridwan Kamil, sampai saat ini pihaknya masih melakukan kajian bersama PD Pasar, Kejaksaan, dan BPKP mengenai masalah pengelolaan Pasar Baru.

“Pengelola harus bisa berlaku adil dan jelas kontrak-nya karena pengelola saat ini banyak area yang seharusnya ada pemasukan untuk Pemkot (tapi) lolos,” ujar Emil di Pendopo Kota Bandung, Rabu (18/7/2018).

Menurut Emil, siapa pun berhak mengelola Pasar Baru, tak terkecuali Istana Grup melalui APP asalkan ikut prosedur. Emil mengatakan pengelolaan oleh APP tidak ada catatan pelanggaran tapi ada income tambahan yang tidak tercover oleh perjanjian.

APP mengklaim tidak ada perjanjian meskipun lahan itu menghasilkan uang cukup besar semisal parkir badan toilet. Emil menegaskan pengelolaan oleh PD Pasar belum bisa karena keterbatasan SDM.

Sebelumnya, Sekjen Himpunan Pedagang Pasar Baru Bandung (HP2B), Iwan Suhermawan, mengatakan para pedagang berharap pemerintah tak berganti pengelola karena khawatir pengelola baru akan berantakan dan pengunjung sepi.

“Pemkot jangan salah tunjuk pengelola karena akan berakibat fatal seperti Pasar Kosambi, ITC, dan Andir tak tertata dan sepi pengunjung,” ujar Iwan.

Iwan meminta pedagang agar tetap tenang dengan kondisi saat ini dengan melayani pembeli dengan baik.

“Dagang seperti biasa, layani pembeli dengan baik. Jangan ambil keputusan sendiri. Tetap komunikasi dengan himpuan pedagang karena kami akan memperjuangkan hak pedagang,” ujar Iwan.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

twelve + twenty =