Kota Bekasi dan Kota Depok Sumbang Pasien-Kematian COVID-19 Terbanyak di Jabar, Irfan Suryanagara Minta Masyarakat Tak Sepelekan Covid-19

Terasjabar.co – Kota Bekasi dan Kota Depok merupakan dua daerah dengan kasus positif COVID-19 aktif terbanyak di Jawa Barat. Laman Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jawa Barat (Pikobar) mencatat, hingga Senin (12/10/2020), tercatat ada 1.691 pasein yang masih menjalani perawatan/isolasi di Kota Bekasi dan 1.608 pasien dirawat/isolasi di Kota Depok.

Sementara itu untuk masing-masing total kasus positif COVID-19 di tiga daerah itu yakni 4.974 di Kota Bekasi, dan 4.523 di Kota Depok. Total ada 9.244 pasien yang masih menjalani perawatan dari seluruh wilayah di Jawa Barat.

Pasien yang sembuh di Kota Bekasi sebanyak 3.183 orang, dan Kota Depok 2.826 orang. Total ada 17.462 pasien yang sembuh dari seluruh wilayah di Jawa Barat. Sedangkan di seluruh Jawa Barat terdapat 530 kasus kematian, yang 100 di antaranya disumbangkan Kota Bekasi, dan 89 dari Kota Depok.

Menyikapi hal itu, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari daerah pemilihan Kota Depok dan Kota Bekasi Ir. Irfan Suryanagara, M.IPol. meminta masyarakat untuk tidak menyepelekan virus yang pertama kali kasusnya ditemukan di Wuhan, Tiongkok tersebut.

“Penerapan protokol kesehatan harus diperketat seperti 3M (menjaga jarak, mencuci tangan, dan memakai masker) mutlak untuk mencegah penularan virus tersebut”, ujar pria yang menjabat Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat itu.

Lebih lanjut Irfan menyebutkan, 17 persen atau sekitar 44 juta rakyat Indonesia masih tidak percaya akan adanya Covid-19. Masyarakat, kata dia, umumnya menyebut Covid-19 hanya dijadikan sebagai isu politik semata.

“17 persen rakyat Indonesia dari 267 juta, jadi kira-kira 44 juta itu tidak percaya Covid-19 benar-benar ada, padahal Covid-19 ini adalah ancaman yang nyata”, ucapnya.

Atas hal itu, Irfan meminta masyarakat melakukan dua ikhtiar, baik itu secara fisik maupun batin. “Ikhtiar fisiknya, masyarakat harus menerapkan protokol kesehatan dasar seperti memakai masker, mencuci tangan dan jaga jarak. Kemudian, bila sakit langsung pergi ke dokter, berobat, atau bahkan melakukan isolasi mandiri. Kedua, yaitu iktiar batin, hati, dan berdoa,” ucapnya.

Dia menegaskan, Covid-19 sama sekali tidak mengenal golongan untuk keterpaparannya. “Semua akan terjangkit Covid-19 jika tidak patuh terhadap protokol kesehatan yang telah dianjurkan”, pungkasnya.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *