Ucapan Selamat Berpuasa Untuk Muslim Tanah Air Dari Puncak Everest

Terasjabar.co – Mimpi Fransisca Dimitri Inkiriwang (24) dan Mathilda Dwi Lestari (24) menggapai puncak Gunung Everest, menjadi kenyataan. Keduanya berhasil menapakan kaki di puncak gunung tersebut.

Bukti Fransisca Dimitri Inkiriwang (24) akrab disapa Deedee dan Mathilda Dwi Lestari atau Hilda, memang benar sudah berada di sana, bisa dilihat dari video unggahan IG Mahitalaunpar.

Di dalam video pendek itu, keduanya memberikan ucapan selamat kepada warga Indonesia yang kini sedang menunaikan ibadah puasa Ramadhan.

Video itu diambil dalam perjalanan menuju puncak Everest. Keduanya berdiri berlatar pegunungan, mengenakan jaket berwarna biru, lalu mengucapkan, “kami berdua mengucapakan selamat menunaikan ibadah puasa. Semoga puasanya lancar sampai nanti Idulfitri tiba.”

Diberitakan sebelumnya, pada Selasa (15/5) sore waktu Nepal, keduanya sudah mencapai Camp II di ketinggian 7.800 meter, yang dikenal para pendaki Everest sebagai zona kematian.

Dian Indah Carolina, anggota tim humas The Women of Indonesia’s Seven Summits Expedition Mahitala Unpar (WISSEMU), mengatakan kedua pendaki dalam kondisi sehat saat mencapai camp yang berada di bawah tebing tinggi pada punggungan menuju puncak Everest (8.848 meter di atas permukaan laut).

“Kondisi sekitar Camp II dilanda hujan salju dan angin cukup kencang. Tapi kedua pendaki dalam kondisi fit dan tetap fokus untuk penyerbuan ke puncak dalam dua-tiga hari ini. Mohon doa agar mereka dapat mengibarkan Merah Putih di sana sesuai yang direncanakan,” ujarnya.

Tim WISSEMU, yang mendapat dukungan dari Bank BRI, PT Multikarya Asia Pasifik Raya (MKAPR), dan Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), sudah sebulan lebih berada di Cina. Mereka menjalankan misi pendakian untuk menjadi tim perempuan pertama dari Indonesia yang mencapai tujuh puncak dunia.

Hilda dan Deedee, sapaan akrab mahasiswa FISIP-HI Unpar itu, sebelumnya berjalan dari Intermediate Camp ke Camp 1 di ketinggian 7.030 meter.

Sepanjang pendakian yang berlangsung enam jam, hujan salju lebat dan angin kencang mengharuskan mereka melangkah penuh kehati-hatian. Suhu sekitar terpantau -9 derajat sampai -14 derajat celcius.

Dari Camp I mereka melanjutkan pendakian ke Camp II di 7.800 meter. Area mulai di ketinggian ini dikenal para pendaki Everest sebagai zona kematian karena kadar oksigennya yang mulai sangat tipis.

Pada ketinggian ini, kadar oksigen di udara tinggal 30 persen, bahkan kurang. Di keinggian inilah para pendaki biasanya mulai memerlukan oksigen tambahan lewat tabung-tabung yang mereka bawa.

Di Camp II, kondisi Hilda dan Deedee aman dan sehat setelah beristirahat di tenda. Itu adalah malam pertama keduanya menginap di zona kematian. Sejauh ini, keduanya belum menggunakan oksigen tambahan. Kondisi tubuh yang fit membuat kadar oksigen dalam darah mereka sangat baik.

Camp III, yakni camp terakhir sebelum menuju puncak, berada di keringgian 8.300 mdpl. Estimasi kedua pendaki akan berada di puncak Everest paling cepat Kamis (17/5), meski bukan tidak mungkin rencana itu berubah, bergantung pada cuaca yang akan dilalui nanti.

Deedee dan Hilda dilepas dari Bandara Soekarno-Hatta, Kamis, akhir Maret lalu. Sebelum berangkat ke Nepal, keduanya telah mengibarkan Bendera Merah Putih di enam puncak gunung tertinggi di enam benua berbeda.

Mereka mencatatkan diri sebagai tim perempuan Indonesia pertama yang berhasil mencapai puncak Gunung Denali (6.190 mdpl), Alaska, dan Puncak Gunung Vinson Massif, Antartika (4.190 mdpl). Pendakian menuju Puncak Gunung Everest akan menggenapi rangkaian ekspedisi Seven Summits yang dimulai pada 2014.

Puncak pertama yang mereka daki adalah Cartensz Pyramid atau Puncak Jaya di Indonesia. Mereka juga berhasil menapakkan kakinya di puncak Elbrus di Eropa, puncak Kilimanjaro di Afrika, dan puncak Aconcagua di Amerika Selatan

Kesuksesan itu pun mendapatkan apresiasi yang besar dari rekan-rekan Deedee dan Hilda, di Mahitala Unpar, teman kampus, dan para netizen.

Mahitala Unpar, di dalam IG-nya, mengajak masyarakat Indoensia untuk tetap terus mendoakan agar Hilda dan Deedee yang sudah mencapai summit dapat kembali ke tanah air dalam keadaan sehat tanpa kekurangan apa pun.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *