Moeldoko Berkoalisi Dengan Yusril, Sugianto Nangolah: Kami Berkoalisi Dengan Rakyat
Terasjabar.co – Ketua Badan Pembina Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (BPOKK) DPD Partai Demokrat Provinsi Jawa Barat H. Sugianto Nangolah, SH., MH., memandang ulah KSP Moeldoko yang berkoalisi dengan Yusril, bukan hanya terhadap kader Partai Demokrat, tetapi juga kepada Rakyat Indonesia, akhir-akhir ini menurutnya sudah sangat keterlaluan.
“Mereka melakukan siasat demi siasat jahat, menggunakan proxy para mantan kader Partai Demokrat, untuk mencapai ambisi kekuasaannya, dengan melakukan upaya-upaya pembodohan publik”, kata Sugianto, Senin (4/10/2021).
“Hanya karena Jenderal, lalu merasa memiliki kuasa untuk membodohi publik. Hanya karena Profesor Hukum, lalu merasa memiliki kuasa untuk membodohi publik. Kami katakan tegas, rakyat Indonesia tidak bodoh, ader Demokrat tidak bodoh. kami semua tidak bodoh, mari #LawanUpayaPembodohan”, tambahnya.
Oleh karena itu, kata Sugianto pihaknya perlu melakukan perlawanan terhadap mereka yang menggunakan Pangkat, Jabatan, dan Gelar Akademiknya, untuk membodohi publik.
“Kemarin, Proxy KSP Moeldoko bernama Hasyim dan Ayu melakukan konpers. Konpers yang telah dirapatkan malam sebelumnya di Jalan Lembang. Sebuah Rumah Dinas milik Angkatan Darat yang masih dikuasai oleh KSP Moeldoko, yang saya yakin, kalau publik tahu bahwa itu adalah rumah dinas Angkatan Darat, pasti bukan hanya publik, para prajurit pun tidak akan rela. Karena tempat yang suci dan netral itu, dikotori oleh sekelompok orang untuk melakukan siasat jahat, yakni membegal partai politik yang sah dan diakui oleh pemerintah. Darah prajurit itu loyal dan setia, sedangkan pengkhianatan dan pemberontakan tidak ada tempatnya dalam jiwa dan raga seorang prajurit”, tegasnya.
Untuk itu pihaknya menegaskan, Pengurus DPP Partai Demokrat hanya ada satu kepengurusan yang sah dan diakui pemerintah serta tidak ada dualisme.
“Tolong diingat, Hanya Ada Satu Kepengurusan Partai Demokrat yang sah dan Diakui Pemerintah yaitu Kepengurusan Bapak AHY, Tidak Ada Dualisme. Moeldoko boleh berkoalisi dengan Yusril, tapi kami berkoalisi dengan rakyat”, pungkasnya.






Leave a Reply