Toni Setiawan Minta Yusril Jujur, Bela Moeldoko Demi Rupiah Atau Demokrasi
Terasjabar.co – Pernyataan Yusril Ihza Mahendra yang mengaku membela kubu Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko dengan alasan demi demokrasi yang sehat ditanggapi oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Demokrat Drs. Toni Setiawan, M.IPol..
Toni mengaku sebagai kader Demokrat dirinya merasa marah pada Yusril Ihza Mahendra terkait pernyataan pakar hukum tata negara tersebut.
“Ini yang bikin kami marah selaku kader Partai Demokrat yang sah. Beliau mengatakan demi demokrasi, seharusnya akui saja pembelaan terhadap KSP Moeldoko ini demi rupiah bukan demi demokrasi,” katanya, Jumat (1/10/2021) siang.
Terkait judicial review dari kubu Moeldoko, Toni menegaskan bahwa partainya tidak akan gentar. Partai Demokrat akan menghadapi proses hukum tersebut secara optimis dan upaya optimal.
“Seperti Ketum AHY sampaikan, kami tidak gentar. Kami akan hadapi. Pak Menko Mahfud MD juga sudah sampaikan, JR Yusril tidak ada gunanya. Hanya menarik rupiah KSP Moeldoko saja,” tegas Anggota Komisi I DPRD Jabar ini.
Sebelumnya, Ketua Bappilu DPP Partai Demokrat Andi Arief yang menyebut bahwa kuasa hukum kubu Moeldoko, Yusril Ihza Mahendra, pernah menawarkan jasa Rp 100 miliar kepada DPP Partai Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Tetapi, kerjasama itu urung dilakukan karena menurut pengurus DPP Demokrat yang ditunjuk menemui Tim Yusril, harganya tidak masuk akal.
Terlebih, posisi DPP Partai Demokrat kepemimpinan AHY berada di pihak yang benar, sehingga akan mubazir jika harus keluar banyak uang.






Leave a Reply