Pemprov Jabar-DPRD Sepakat Tambah RS Rujukan Risiko Corona

Terasjabar.co – Pemprov Jawa Barat dan DPRD menyepakati untuk menambah rumah sakit rujukan sebagai salah satu antisipasi risiko infeksi virus corona (Covid-19).

“Kita menambah rumah sakit yang sudah siap di ring dua menjadi 27 rumah sakit,” kata Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil) usai menghadiri Rapat Penanggulangan Covid-19 di Gedung Sate, Jumat (13/3/2020).

Selain itu, pemprov telah menyalurkan bantuan alat pelindung diri (APD) kepada petugas medis di rumah sakit termasuk ke RSUD Soekardjo Tasikmalaya.

“Sebanyak 10 APD sudah dikirimkan ke Tasikmalaya sehingga diharapkan tidak terjadi lagi improvisasi dalam menangani masalah di daerah-daerah,” ujarnya.

Emil juga mengatakan pihak DPRD telah menyetujui penggunaan dana tidak terduga untuk pembelian APD dan fasilitas lain yang dibutuhkan rumah sakit dalam menangani virus corona.

Terkait penanganan virus tersebut, anggota DPRD Jabar Ahmad Ru’yat mengaku mendukung upaya Pemprov Jabar.

“Untuk alokasi anggaran dengan tetap memerhatikan mekanisme dan ketentuan yang berlaku. Pak Gubernur sudah secara resmi menyampaikan kebutuhan,” kata Ahmad.

RSHS Rawat Satu Lagi Pasien Dalam Pengawasan

Sementara itu, Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung kembali merawat pasien dalam pengawasan (PDP), Jumat (13/3/2020). Pasien laki-laki berusia 28 tahun tersebut merupakan rujukan dari rumah sakit lain di kota Bandung.

Kini, pasien tersebut dirawat di ruang isolasi infeksi khusus Kemuning RSHS.

“Pasien masuk Kamis (12/3/2020) rujukan dari Rotinsulu,” tutur Kepala Humas RSHS Reny Meisuburriyani.

Reny mengungkapkan, total ada lima pasien yang dirawat terkait penanganan virus corona atau Covid-19. Sebanyak tiga pasien dirawat di ruang isolasi, sedangkan dua orang sudah alih ruangan.

“Tiga masih dirawat di RIIKK. Dua orang sudah alih ruangan karena tidak memerlukan ruang isolasi,” ujar Reny.

Sedangkan sembilan PDP dinyatakan negatif corona sudah pulang. Sementara itu, RSHS juga menerima lima orang dalam pemantauan (ODP). Sehingga total ODP tenaga medis di rumah sakit itu berjumlah 45 orang.

Sebelumnya, RSHS Bandung telah menerapkan sistem zonasi di seluruh kawasan rumah sakit.

Zona merah diberlakukan meliputi sekitar ruang isolasi Kemuning. Di zona ini, pasien umum dan petugas medis yang tidak memiliki keperluan dilarang melintas atau hanya tim khusus penanggulangan corona saja yang diperbolehkan ada di ruangan.

Sedangkan zona kuning diterapkan RSHS Bandung bisa dilalui oleh karyawan dan pasien lainnya. Begitu juga untuk zona hijau yang berada di area pelayanan bagi pasien dan keluarga untuk mengurus berbagai administrasi serta ruang tunggu.

Tes Corona pada ODP

Terkait risiko wabah corona, Ridwan Kamil berjanji bakal proaktif untuk mengantisipasi penyebarannya. Lebih lanjut, Dia menyatakan ODP pun bakal diusulkan untuk dilakukan tes Covid-19.

“Kami akan melakukan proactive test. Dua hari yang lalu dari kementerian kesehatan sudah ada sosialisasi soal testing ini, sambil menunggu kita bisa lebih duluan karena kita punya alatnya baik di rumah sakit maupun laboratorium di Universitas Padjadjaran,” kata Emil di Gedung Sate, Jumat (13/3/2020).

Menurut Emil, sikap proaktif diambil untuk meluaskan jangkauan pencegahan penyebaran virus.

Dia menjelaskan, selama ini ODP tidak dilakukan tes terkait corona. Namun beredar informasi jika ada orang-orang yang tak menunjukkan gejala yang kemungkinan telah terinfeksi corona.

“Pola yang ada sekarang tes dilakukan untuk PDP (pasien dalam pengawasan). Sementara dengan proactive test ini kita bisa melihat kalau ternyata hasilnya negatif ya Alhamdulillah tapi kalau positif, kita ada concept of social distancing, yang maksudnya mengurangi pergerakan sosial yang selama ini jadi arahan WHO,” tuturnya.

Mantan Wali Kota Bandung ini juga mengaku sudah mendapat persetujuan DPRD Jabar untuk melakukan upaya pencegahan penyebaran virus corona ini.

“Semuanya (tes corona) sama seperti yang standar WHO lakukan dan sekarang pemerintah pusat sedang mendistribusikan alatnya,” ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Anies Baswedan dan Gubernur Jabar Ridwan Kamil mendorong desentralisasi tes virus Corona. Mereka mengklaim wilayahnya bisa melakukan uji itu secara mandiri.

Tujuannya, mempercepat penanganan wabah. Selama ini, rumah sakit di daerah-daerah mengirimkan lebih dulu sampel pasien ke Pusat untuk diuji.

Sejak diumumkan pasien positif Corona yang pertama di Indonesia oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 2 Maret lalu, jumlah yang terinfeksi sudah 34 kasus hingga detik berita ini ditulis. Dua di antaranya telah meninggal dunia yakni seorang warga negara asing (WNA) asal Inggris yang dirawat di RSUP Sanglah, Bali, dan satu WNI di RSUD Dr Moewardi di Solo, Jawa Tengah.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 × 3 =

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam