PAD Jangan Bergantung pada Pajak Kendaraan, Tetep Abdulatip Dorong Sumber Pendapatan Baru
Bandung, 16/4/26 — Struktur Pendapatan Asli Daerah Jawa Barat membutuhkan strategi diversifikasi agar pemerintah memiliki sumber pembiayaan yang lebih kuat. Anggota Komisi III DPRD Jawa Barat Tetep Abdulatip menilai ketergantungan terhadap penerimaan tertentu perlu diantisipasi melalui pengembangan sumber PAD lainnya.
Menurut Tetep, pajak kendaraan memang masih memiliki kontribusi besar terhadap pendapatan daerah. Namun, perkembangan teknologi, perubahan pola transportasi, dan perubahan kebijakan nasional dapat memengaruhi penerimaan tersebut dalam jangka panjang.
“Jawa Barat harus mulai memperkuat sumber pendapatan lain. Kita memiliki banyak potensi ekonomi yang belum tentu seluruhnya sudah dioptimalkan sebagai sumber PAD,” ujar Tetep.
Ia menyebut pengelolaan aset daerah, kinerja BUMD, retribusi, sektor usaha, hingga pengembangan investasi dapat menjadi bagian dari strategi memperluas basis pendapatan daerah. Namun, seluruhnya harus dilakukan dengan kajian dan tata kelola yang baik.
Menurutnya, meningkatkan PAD bukan berarti menambah beban masyarakat melalui pungutan baru. Pemerintah justru perlu mencari potensi penerimaan yang berasal dari aktivitas ekonomi yang berkembang dan pengelolaan aset secara produktif.
“Jangan sampai cara berpikirnya setiap butuh pendapatan kemudian masyarakat yang dibebani. Yang harus dilakukan adalah memperbaiki sistem dan mengoptimalkan potensi yang sudah ada,” katanya.
Tetep menilai diversifikasi PAD juga akan membuat APBD lebih adaptif terhadap perubahan ekonomi. Jika satu sektor mengalami penurunan, pemerintah masih memiliki sumber pendapatan lain yang dapat menjaga ruang fiskal.
Ia menambahkan bahwa strategi memperkuat PAD harus dilakukan secara bertahap dan konsisten. Menurutnya, kemandirian fiskal tidak dapat dibangun dalam satu tahun anggaran, melainkan membutuhkan perencanaan jangka panjang.






Leave a Reply