Achdar Sudrajat: Anggaran Rutilahu Dalam Perubahan APBD Jabar 2022 Tidak Memadai
Terasjabar.co – Program bantuan pembangunan atau renovasi rumah tidak layak huni (rutilahu) sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena itu program bantuan pembangunan rutilahu tersebut langsung harus ditingkatkan karena menyangkut kepentingan masyarakat.
Tetapi sangat disayangkan dalam Perubahan APBD Jabar Tahun Anggaran 2022 yang baru disahkan oleh DPRD Jabar beberapa hari lalu, Anggaran Program Rutilahu ini dinilai tidak signifikan dan tidak memadai.
Hal ini dikemukakan Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jabar, H. M. Achdar Sudrajat, S.Sos. yang menyebut, meski masih banyak masyarakat yang memerlukan bantuan melalui program Rutilahu ini, namun alokasi anggaran untuk program Rutilahu dalam APBD Perubahan jawa Barat tahun 2022, dinilainya tidak signifikan.
“Program Rutilahu saat ini masih dibutuhkan masyarakat kecil, tapi anggaran yang dialokasikan dalam APBD Perubahan Jabar tahun 2022 jauh dari memadai,” kata Achdar kepada Terasjabar.co, Selasa (11/10/2022).
Politisi Partai Demokrat ini menyebutkan, Tahun 2022 ini Jabar menargetkan 100 ribu rumah tidak layak huni mendapat bantuan Program Rutilahu. Namun karena terkendala anggaran maka kita di Komisi IV DPRD Jabar, mendorong Program Rutilahu berjalan sesuai target.
Lebih lanjut dikatakannya, DPRD Jabar selalu mendukung progtam Rutilahu, karena program ini membantu masyarakat miskin. Masyarakat yang mendapat bantuan program Rutilahu, mendapat pendampingan yang difasilitasi oleh pemerintah daerah dan dari pusat.
“Kita membantu masyarakat miskin, akan tetapi kita tidak bisa mengcover seluruh biaya renovasi rumah, karena dana Rutilahu senilai Rp20 juta per rumah bersifat stimulus,” ujarnya.
Karena itu, diharapkan renovasi rumah dilakukan secara gotong royong, apalagi saat ini harga-harga bahan bangunan terus menanjak naik.
“Kedepan kita akan perjuangkan untuk meningkatkan nilai bantuan program Rutilahu, karena di Jawa Barat ini jumlah penduduk yang sangat padat, juga tingkat kebutuhan masyarakatnya cukup tinggi. Ini Pekerjaan Rumah (PR) kita,” tandas politisi senior Partai Demokrat ini.






Leave a Reply