2.753 Anak PAUD Se-KBB Membanjiri Kompleks Pemda, Gebyar Tunas Siliwangi 2026 Dorong Bandung Barat Lebih Layak Anak
Terasjabar.co — Ribuan anak usia dini memenuhi Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB), Kamis 10 September 2026. Sebanyak 2.753 anak dari 98 lembaga PAUD, TK, dan RA ambil bagian dalam puncak Gebyar Tunas Siliwangi 2026.
Di balik kemeriahan tersebut, terselip pesan penting. Kegiatan ini diharapkan menjadi stimulus bagi percepatan pemenuhan hak anak di Kabupaten Bandung Barat, yang hingga kini belum berhasil meraih predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Anak-anak datang bukan hanya untuk mengikuti kegiatan dan menyaksikan pertunjukan. Mereka juga mendapatkan pengalaman belajar melalui berbagai aktivitas yang dirancang untuk mengasah kreativitas, membangun karakter, mengenalkan budaya, sekaligus memperkuat kesadaran mengenai keselamatan dan pola pengasuhan.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak DP3AKB Provinsi Jawa Barat, Shindy Diah Ayu Lestari, S.IP., M.Hub.Int., Asisten Daerah I Setda KBB yang mewakili Pj. Bupati Bandung Barat, perwakilan Dinas Pendidikan KBB, Badan Kesbangpol KBB, Ketua Steering Committe Tunas Siliwangi Drs.Ustadz Marsa Suraka beserta jajarannya.
Bukan Sekadar Perayaan
Gebyar Tunas Siliwangi 2026 dikemas sebagai ruang pembelajaran bagi anak usia dini. Dua lomba utama menjadi bagian dari rangkaian kegiatan, yakni Lomba Karaoke Lagu Kebangsaan dan Lagu Daerah melalui TikTok serta Lomba Mewarnai Maskot Tunas Siliwangi.
Lomba karaoke yang berlangsung pada 8–28 Agustus 2026 memanfaatkan media digital sebagai sarana edukasi. Anak-anak diperkenalkan pada lagu kebangsaan dan lagu daerah, khususnya kekayaan budaya Sunda.
Kegiatan itu juga diharapkan memperkuat keterlibatan orang tua dalam proses pengasuhan. Orang tua tidak hanya menjadi pendamping, tetapi ikut menciptakan ruang belajar yang menyenangkan bagi anak di rumah.
Sementara itu, Lomba Mewarnai Maskot Tunas Siliwangi yang berlangsung 31 Agustus 2026 diarahkan untuk mengembangkan motorik halus dan konsentrasi anak.
Pesan tentang karakter dan kearifan lokal juga disisipkan melalui nilai Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh, dan Silih Wawangi. Nilai tersebut diperkenalkan sejak usia dini sebagai bagian dari pembentukan karakter anak yang berakar pada budaya masyarakat Sunda.
Pemenuhan Hak Anak Jadi Tanggung Jawab Bersama
Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak DP3AKB Jawa Barat, Shindy Diah Ayu Lestari, mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam kegiatan tersebut.
Pemenuhan hak anak, mulai dari perlindungan, pendidikan karakter, hingga tersedianya ruang tumbuh dan berkembang yang aman, tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah.
Keluarga, sekolah, masyarakat, organisasi, serta berbagai institusi memiliki peran yang sama penting dalam membangun lingkungan yang ramah terhadap anak.
Prinsip tersebut sejalan dengan kebijakan pengembangan anak usia dini secara holistik-integratif serta berbagai regulasi mengenai pemenuhan hak dan perlindungan anak.
Pesan Dandim Disampaikan Lewat Video
Dandim 0609/Cimahi tidak dapat menghadiri acara secara langsung karena sedang menjalani alih tugas jabatan. Kendati demikian, pesan khusus tetap disampaikan kepada peserta melalui tayangan video.
Dalam pesannya, Dandim menekankan pentingnya pembinaan karakter generasi muda sejak usia dini. Semangat tersebut juga dikaitkan dengan nilai TNI Manunggal Bersama Rakyat, sekaligus dorongan agar gerakan pembinaan generasi muda dan perjuangan terhadap kesejahteraan guru PAUD terus dilanjutkan.
Hasanul Fikri: KBB Tidak Boleh Tertinggal
Ketua Panitia Gebyar Tunas Siliwangi 2026, Hasanul Fikri, mengatakan kehadiran 2.753 anak dari 98 lembaga PAUD/TK/RA merupakan gambaran besarnya kebutuhan anak-anak terhadap ruang tumbuh dan kegiatan positif.
Menurut Hasanul, kondisi tersebut sekaligus menjadi momentum bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan perhatian lebih terhadap anak usia dini.
“Antusiasme 2.753 anak dan 98 lembaga hari ini adalah teguran halus sekaligus bukti nyata bahwa anak-anak KBB sangat butuh ruang dan perhatian lebih,” kata Hasanul.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda tahunan atau seremoni semata. Gebyar Tunas Siliwangi, kata dia, harus menjadi pemicu munculnya gerakan yang lebih luas dalam pemenuhan hak anak di Bandung Barat.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi stimulus serta pemicu bagi Pemerintah Daerah KBB, berbagai organisasi, maupun daerah lain untuk lebih peduli terhadap anak usia dini,” ujarnya.
Hasanul menilai anak-anak merupakan bagian penting dalam menentukan masa depan bangsa.
“Merekalah aktor utama dan penopang sejati yang akan membawa bangsa ini menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.
Anak Belajar Keselamatan Sejak Dini
Selain lomba dan penganugerahan bagi para pemenang, acara puncak juga menghadirkan edukasi parenting dari Dinas KB Provinsi Jawa Barat.
Anak-anak juga mendapat hiburan melalui berbagai pertunjukan serta mengikuti simulasi fire safety yang diberikan Tim Pemadam Kebakaran KBB.
Melalui simulasi tersebut, anak diperkenalkan pada pengetahuan dasar mengenai bahaya kebakaran dan pentingnya keselamatan.
Kegiatan itu menjadi bagian dari pembelajaran yang dibuat lebih interaktif agar pesan keselamatan dapat dipahami anak dengan cara yang menyenangkan.
Kemeriahan Gebyar Tunas Siliwangi 2026 akhirnya bukan sekadar tentang ribuan anak yang berkumpul di satu tempat. Di balik 2.753 anak dan 98 lembaga yang hadir, terdapat harapan agar Bandung Barat semakin serius membangun lingkungan yang aman, sehat, edukatif, dan ramah bagi anak.
Sebab, predikat Kabupaten Layak Anak pada akhirnya bukan sekadar sebuah penghargaan, melainkan cerminan sejauh mana sebuah daerah mampu memastikan anak-anaknya tumbuh, berkembang, terlindungi, dan mendapatkan hak-haknya secara layak.






Leave a Reply