Paradoks Demokrasi: Ketika Kritis Dibungkam!

Oleh:
Nunung Nurhayati
(Aktivis Muslimah)

Terasjabar.co – Beberapa konten kreator dan influencer kritis terhadap kebijakan rezim menyoal penanganan bencana di Sumatera, diteror dan diintimidasi. Bentuk teror yang dilaporkan beragam, mulai dari ancaman fisik, vandalisme, doxing, peretasan digital, bom molotov, kiriman bangkai ayam, telur busuk, hingga intimidasi yang menyasar keluarga korban (mediaindonesia.com, 31/12/2025).

Teror dan intimidasi terhadap aktivis dan influencer kritis, sejatinya merupakan paradoks demokrasi. Bak jauh panggang dari api. Kenyataan yang ironis, ketika kebebasan berekspresi dan berpendapat dijunjung tinggi didalam sistem demokrasi dan dilindungi konstitusi, suara masyarakat yang kritis malah dibungkam habis.

Kritis hari ini, seharusnya bukan lagi dilayangkan kepada kebijakan yang dihasilkan, melainkan kepada sistem yang melahirkan setiap kebijakan. Sistem politik demokrasi yang meletakkan kedaulatan diatas tangan manusia, niscaya melahirkan hukum dan kebijakan yang rapuh, karena senantiasa berubah sesuai kepentingan pesanan. Mirisnya, kebebasan rakyat dalam berpendapat dan memberikan pandangan, kini dikebiri. Padahal jimat demokrasi ialah “Dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat”.

Sistem politik demokrasi kapitalisme telah melahirkan rezim anti kritik. Sekaligus membuktikan bahwa sistem yang berjalan hari ini adalah sistem demokrasi otoriter. Dimana kritis dianggap ancaman, apabila pendapat yang dilayangkan bertentangan dengan para pemangku kebijakan, oligarki dan pemilik modal.

Berbeda dengan Islam. Penguasa adalah junnah (pelindung). Sementara, mengkritisi penguasa merupakan bagian dari aktivitas amar makruf nahi munkar, bukan tersebab kebebasan berpendapat. Bahkan, dakwah ini menjadi bagian dari kewajiban syariat yakni, muhasabah lil hukam.

Kewajiban amar makruf nahi munkar, banyak ditemukan di Al-Qur’an dan hadits-hadits Rasulullah Saw. Aktivitas ini tidak hanya menyasar kaum muslimin pada umumnya, namun juga kepada para pemimpin (penguasa). Karena kekuasaan para pemimpin (penguasa) mampu menerapkan hukum-hukum syariat bagi dirinya dan rakyatnya dan dengan kekuasaannya pula, ia mampu berbuat dzalim kepada rakyatnya.

Sejalan dengan itu, Nabi Saw telah menyebutkan bahwa agama adalah nasihat (ad-din an-nashihah). Dan “ketika Rasullullah Saw ditanya “Nasihat untuk siapa?”, di antara jawaban beliau ialah “Nasihat bagi para pemimpin kaum Muslim.” (HR. Imam Bukhari dan Muslim).

Karena keistimewaan muhasabah lil hukam, Rasulullah Saw bahkan memuji dengan memberi gelar “Afdhalul jihad” bagi orang yang mampu menasehati penguasa yang dzalim dan menyamakannya dengan Hamzah bin Abdul Muthalib sebagai Pemimpin para syuhada, apabila ia terbunuh dalam aktivitas menasehati penguasa tersebut. Rasullullah Saw bersabda; “Ingatlah, sungguh seutama-utama (pahala) jihad adalah (menyampaikan) kalimat yang haq pada penguasa yang dzalim.” (HR Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad)

Dalam Islam, hubungan penguasa dan rakyat diatur oleh syari’at. Penguasa wajib menjalankan peran ra’in dan junnah dengan ketundukan kepada syari’at, sementara rakyat wajib mengawal arah kepemimpinan dengan muhasabah lil hukam agar tidak melenceng dari syari’at. Rakyat dan penguasa memahami bahwa negara dengan sistem Islam adalah negara basyariah yang dijalankan oleh manusia yang tidak pernah luput dari salah.

Pada masa kekhilafahan Umar bin Khattab ra. contohnya. Di salah satu khutbah, Khalifah Umar menetapkan batasan mahar sebesar 400 dirham. Namun, ketetapan itu ditentang langsung oleh seorang wanita Quraisy di depan umum dengan menjadikan dalil Al-Qur’an surat An-Nisa ayat 20 sebagai landasan argumennya.

Khalifah Umar tidak anti kritik, beliau menerima dengan lapang dada dan berani berkata “Perempuan itu benar, Umar salah.” Lalu Khalifah Umar mengubah ketetapannya dengan menyerahkan nominal mahar kepada masing-masing kehendak.

Dari itu, muhasabah lil hukam menjadi aktivitas penting dalam mengawal jalannya kepemimpinan. Bukan sebagai penghinaan, melainkan refleksi dari kewajiban saling mengingatkan dalam kebaikan. Bahkan, didalam Islam terdapat sebuah lembaga perwakilan rakyat yang khusus berfungsi sebagai dewan penasihat dan pengontrol Khalifah yakni, Majelis Umat (Majelis Syura).

Keterhubungan antara rakyat dan penguasa tanpa menghadirkan batasan bahkan kekangan, niscaya menghasilkan harmonisasi institusi negara yang terjaga. Dalam kedaulatan Syara’ yang hukumnya tetap, bersumber dari Allah SWT yang memprioritaskan maslahat dan menjadikan keridhoan Allah sebagai tujuan setiap aktivitas, berkah dari langit dan bumi itu niscaya terlihat.

Allah SWT berfirman; “Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.” (TQS Al-A’raf: 96). Allahu’alam.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

17 − fourteen =

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam