BANGSA RUM: Kemenangan Islam Sudah Dekat
Oleh:
Nunu A. Hamijaya
(Sejarawan Publik/Pusat Studi Sunda)
“Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya).”(QS as Shaff : 13)
“Kalian akan berdamai dengan KAUM RUM dalam keadaan aman, kemudian kalian dan mereka akan memerangi suatu musuh. Dan kalian akan mendapatkan kemenangan serta harta rampasan perang dengan selamat. ….” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).
Terasjabar.co – Istilah RUM dalam bangsa Arab sudah dikenal sejak abad ke-4 Masehi dan tertulis di PRASASTI NAMARA. Adapun istilah Rum di sini juga sesuai dengan ‘Rum’ dalam Al Quran, khususnya dalam Surat Ar-Rum yakni sama-sama dipahami sebagai KEKAISARAN ROMAWI TIMUR atau KEKAISARAN BYZANTIUM yang saat ini menjadi kawasan Turki.
BIZANTION (bahasa Yunani: Βυζάντιον, translit. Byzántion; bahasa Latin: Byzantium) adalah sebuah kota Yunani kuno, yang menurut legenda, didirikan oleh para warga koloni Yunani dari Megara pada tahun 667 SM dan dinamai menurut nama raja mereka BYZAS atau Byzantas (Bahasa Yunani: Βύζας atau Βύζαντας).
IMAM AL-QURTHUBI (wafat 671 H), salah satu ulama tafsir yang masih menjumpai masa salaf, dalam kitab tafsir monumentalnya mengatakan bahwa yang dimaksud dengan Rum pada ayat (QS. Ar-Rum [30]: 1-5). adalah KERAJAAN ROMAWI TIMUR yang berpusat di KONSTANTINOPEL, bukan KERAJAAN ROMAWI BARAT yang berpusat di ROMA. Bangsa Romawi beragama Nasrani (Ahli Kitab), sedangkan Persia beragama Majusi (penyembah api).
SYEKH DR. WAHBAH BIN MUSTHAFA AZ-ZUHAILI mengatakan bahwa yang dimaksud dengan Rum pada ayat QS 30 :1-5 adalah UMAT NASRANI yang berasal dari keturunan RUM BIN ‘ISH BIN IHAQ BIN IBRAHIM. Mereka sudah beragama Nasrani sejak sebelum diutusnya Nabi Muhammad. Mereka juga umat yang taat dalam menjalankan syariat agamanya, yaitu kitab Taurat.
Usai ditaklukkan MUHAMMAD AL FATIH, Byzantium tetap disebut sebagai Rum atau Rumelia, berarti tanah Romawi secara geografis. Rum’ tidak hanya mengacu pada konteks geografis maupun politik semata, namun juga KEYAKINAN-DIN NON WAHYU. Sabda Rasulullah SAW dalam sebuah hadis mengatakan bahwa BANGSA RUM ADALAH PENGANUT SALIBIAH.
Syekh Imran Hosein menyebutkan bahwa kita memiliki 3 opsi Bangsa Rum, Rum yang pertama yang saat ini memiliki NATO dan peradaban Barat, dan mengobarkan perang kepada Islam atas nama Israel.Bangsa Rum yang kedua adalah Byzantium, dan Bangsa Rum yang ketiga saat ini ada di Moskow Rusia.
Mengetahui sejatinya BANGSA RUM, ada baiknya memahami Karya Imran Hosein yang membahas Yajuj dan Majuj berjudul An Islamic View of Gog and Magog in the Modern World. Selain buku itu, ada karya-karya Imran Hosein yang lainnya dapat diunduh dengan mudah di website resmi miliknya, https://www.imranhosein.org.
Term Yajuj dan Majuj dalam al-Qur’an hanya terulang dua kali dan selalu bergandengan. Kedua ayat tersebut terdapat dalam Q.S. al-Kahfi [18]: 94 dan Q.S. al-Anbiya [21]: 96.Dengan mengutip pendapat TAMMAM ADI, seorang ahli semantik al-Qur’an yang mendefinisikan bahwa kata dasar dari term Ya’juj dan Ma’juj adalah A-JA-JA, maka implikasinya Ya’juj merupakan bentuk aktif dan Ma’juj merupakan bentuk pasif.
Hosein mengatakan bahwa Ya’juj dan Ma’juj telah menyebar dan berbaur serta MENJADI BAGIAN dari aliansi INGGRIS-AMERIKA dan ISRAEL di satu sisi dan RUSIA MODERN di sisi lain. Di mana sudah bukan rahasia lagi bahwa kedua aliansi ini adalah rival yang saling menyerang dan menjatuhkan satu sama lain.
Cetak tebal dari penulis, untuk menjelaskan bahwa YA’JUJ dan MA’ JUJ itu bukan berarti Inggris-Amerika-Isarel, sebagai sebuah negara, akan tetapi terdapat orang-orang penting keturunan mereka, yang menurut Hadits Shoheh, ciri fisik Ya’juj dan Ma’juj lebih dekat mengarah pada bangsa ASIA TENGAH sampai TIMUR bukan Eropa, sebagaimana pendapat QURAISH SHIHAB. Mereka inilah yang mampu memengaruhi kebijakan politik ANTI ISLAM. Misalnya, bagaimana kalangan YAHUDI FREEMASON telah menguasai kebijakan politik Luar Negeri Amerika Serikat.
Bangsa Rum yang dikisahkan dalam surah al Quran adalah penganut KRISTEN ORTHODOK TIMUR alias kaum SALIBIS. Mereka akan mendapat dua kemenangan dengan bantuan Allah Swt. KEMENANGAN PERTAMA adalah ketika Al-Quran turun ke dunia, yakni saat PERSIA KALAH dari Kekaisaran Suci Bizantium. Sementara, KEMENANGAN KEDUA masih BELUM TERJADI, tetapi pasti mereka dapatkan di masa depan
Dalam dialog antara Al Mustaurid Al Quraisyi dan AMR BIN ASH, maka Amr bin Ash berkata, tetang empat ciri bangsa Rum, yaitu:
- Mereka adalah bangsa yang paling ulet dalam menghadapi fitnah
- Mereka adalah bangsa yang cepat bangkit apabila ditimpa krisis
- Mereka adalah bangsa yang paling cepat bersatu setelah bercerai berai
- Mereka adalah bangsa yang paling santun terhadap orang miskin, anak yatim dan dhuafa ( HR Imam Muslim)
- Bangsa yang bagus dan rupawan serta paling mampu mencegah kezaliman penguasa.” (HR. Muslim)
Patriakh Konstantinopel Sebagai Primus Inter Pares
Di mana saja penganut Gereja Ortodoks Timur? Mereka ada di kawasan Balkan dan Rusia yakni Belarus, Serbia, Ukraina, Rumania, dan juga Rusia. Inilah daftar negara penganut Gereja Ortodoks Timur dengan wewenang yang diakui secara politik mewakili bangsa Rum. Usai Konstantinopel jatuh ke tangan Muslim, Gereja Ortodoks Timur meminta agar didirikan pusat kekristenan. Mereka lantas memilih Moskow, Rusia, serta melakukan deklarasi menjadi Roma III.
Gereja Ortodoks Timur merupakan sebuah kelompok yang terdiri dari 13 badan yang berdiri sendiri, berdasarkan negara lokasi mereka (e.g. Gereja Ortodoks Yunani, Gereja Ortodoks Rusia).Gereja-gereja ini disatukan oleh pemahaman mengenai sakramen, doktrin, liturgi, dan pemerintahan gereja, namun masing-masing mengatur urusan mereka sendiri-sendiri.
Kepala Gereja Ortodoks disebut “patriakh” atau “metropolitan.” Patriakh Konstantinopel (Istanbul, Turki) dianggap sebagai partriakh ekumenis – atau universal. Posisinya paling mirip dengan Paus dalam Gereja Katolik Roma. Berbeda dengan Paus, yang dikenal sebagai VICARIUS FILIUS DEI (vikaris Anak Allah). Sementara Gereja Ortodoks disebut PRIMUS INTER PARES mengaku sebagai satu-satunya gereja Kristus yang sejati, terutama ketika menelusuri asal usul mereka sampai kepada para rasul mula-mula melalui rantai suksesi kerasulan yang tidak terputus. Di antara Mereka bahkan masih menganggap, KATOLIK ROMA dan PROTESTAN. sebagai AJARAN SESAT.
Hijrah Bernegara Membangun Kelembagaan Politik
Membahas tentang BYZANTIUM dengan Bangsa RUM mengisyaratkan adanya kesetaraan Islam dalam bernegara melalui peristiwa HIJRAH Nabi SAW yaitu yang menjadi cikal-bakal berdirinya negara MADINAH AL MUNAWAROH. Pasca wafatnya Nabi SAW, dilanjutkan dengan era KHILAFAH UR ROSHIDIN dengan bangunan kelembagaan negara KHILAFAHAN berdasarkan SYURO UMMAH atau AHL AL-HALL WA AL-AQDI gelar pemimpinnya adalah KHOLIFAH, atau AMIRUL MUKMININ.
Peristiwa HIJRAH menandai adanya tatanan kehidupan bernegara dalam Islam yang dicontohkan Nabi SAW sebagai kepala negara nya. Selepas Nabi Muhammad s.a.w. wafat , penamaan institusi dan kepala negara berubah. Kata KHILAFAH dengan pengertian institusi politik dimulai sejak ABU BAKAR secara resmi diangkat sebagai khalifah pertama dari Khulafa‘ ar-Rasyidun. Dalam kajian-kajian politik Islam, disebutkan bahwa awal mula pemakaian istilah khilafah diambil dari praktek kepemimpinan Abu Bakar, Umar bin al-Khattab, Usman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib. Keempat orang ini dalam kepemimpinannya disebut dengan KHULAFA‘ AR-RASYIDUN.
Untuk membangun komunitas bernegaran di Madinah, didahuli oleh peristiwa BAIT Perjanjian masyarakat Madinah dengan Muhammad s.a.w. sebagai Nabi dan Rasul tersebut dikenal dengan BAI’AT AQABAH KEDUA pada tahun 622 M.
Fakta sejarah ini merupakan praktek KONTRAK SOSIAL-POLITIK yang dilakukan umat muslim (beriman) generasi pertama dan menjadikan Nabi SAW sebagai pemimpin mereka.
Sayangnya praktek kontrak sosial-politik tidak ditumbuhkembangkan pasca era Khilafaur Roshidin. Sejak MUAWIYYAH menjadi penguasa pertama KEHILAFAHAN BANI UMAYYAH di SYAM-DAMASKUS dan penerusnya adalah anaknya sendiri YAZID bin MUAWIYYAH, maka praktek MONARCHI berlangung hingga kekhilafahan USTMAIYYAH di Istambul. Namun demikian, penggunaan gelar khalifah pasca Khulafa‘ ar-Rasyidun, berlanjut pada dinasti Bani Umaiyah di Damaskus dan Spanyol, Bani Abbasiyah di Bagdad, Bani Fathimiyah di Mesir dan Dinasti Turki Usmani di Istambul.
Mencermati praktek politik yang dikedepankan oleh dinasti-dinasti dalam penggunaan gelar khalifah, IBN KHALDUN, berpendapat bahwa dinasti-dinasti tersebut tidak dapat diklaim sebagai penerus kekhilafahan Khulafa‘ ar-Rasyidun; pengganti fungsi kenabian. Gelar khalifah Rasul, seperi disandang dalam Khulafa‘ ar-Rasyidun, adalah tidak layak diberikan kepada khalifah-khalifah dalam dinasti-dinasti tersebut. Gelar yang tepat untuk mereka a dalah RAJA.
Kekhilafahan Min Hajjun Nubuwah: Praktek Syuro Ummah
Dalam sejarah ketatanegaraan Islam, ada istilah yang memiliki hubungan dengan pemerintahan Islam, yaitu AHL AL HALL WA AL-AQD. Penggunaan istilah ahl al-hall wa al-aqd, dalam studi-studi politik Islam, didasarkan pada praktik pemilihan khalifah pertama dari Khulafa‘ ar-Rasyidun yang dilaksanakan oleh para tokoh sahabat yang mewakili dua golongan, ANSHAR dan MUHAJIRIN. Dari fakta historis ini, para pemerhati kajian ketatanegaraan Islam merumuskan bahwa mereka yang hadir dalam pertemuan diklaim sebagai ahl alhall wa al-aqd yang bertindak sebagai wakil rakyat.
ABDUL KARIM ZAIDAN, yang menyatakan “Ahl al-hall wa al-aqd adalah para politikus yang bekerja dalam suatu dewan yang mewakili rakyat yang memberikan kepercayaan kepada mereka. Pada saat itu, rakyat menyetujui pendapat-pendapat wakil-wakilnya karena didasarkan pada keikhlasan, konsekuen, takwa, adil dan kecermelangan pikiran serta keinginan mereka di dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.
MUHAMMAD ABDUH, salah satu tokoh pembaharu dari Mesir, berpendapat antara ULIL AMR dengan AHL AL-HALL WA AL-AQD adalah sama. Menurutnya, ulil amr itu dipilih dari unsur profesi dan keahlian yang ada dalam masyarakat. Abduh lebih lanjut menyatakan bahwa yang dimaksud dengan ulil amr adalah golongan ahl al-hall wa al-aqd dari kalangan orang-orang Muslim.
Maka, saat ini institusi politik ISLAM yang disebut sebagai khilafah min hajjun nubuwwah merupakan keniscayaan, tatkala kita berbicara tentang BANGSA RUM dan konstelasi geopolitik internasional saat ini dan masa depan. Dan momentum kesadaran itu adalah terdapat pada sejarah HIJRAH BERNEGARA yang sudah hampir-hampir terlupakan selama seribu tahun yang lalu sejak berakhirnya KHILAFAUR ROSYIDIN digantikan oleh KHILAFAH-MONARCHI ISLAM hingga runtuh pada tahun 1924.
Dan bagaimana pula perjalanan sejarah ISLAM BERNEGARA di Indonesia sejak era Abad XIX hingga saat ini?






Leave a Reply