Pelecehan Seksual Mewabah, Atasi dengan Islam Kaffah

Oleh:
Sumiyah Umi Hanifah
(Pemerhati Kebijakan Publik)

Terasjabar.co – Ngeri! Inilah satu kata yang tepat untuk mengungkapkan kondisi negeri ini. Pelecehan seksual makin mewabah dimana-mana. Korbannya mayoritas adalah perempuan atau anak-anak, yang secara fisik tidak berdaya. Rasa aman di tengah kehidupan bermasyarakat hampir tidak ada lagi. Bagaimana kita menyikapi problem krusial ini?

Terlebih, Sang pelaku dalam melampiaskan nafsunya tidak pandang bulu, serta tidak memilah-milah tempat (lokasi). Tindakan amoral yang menjurus kepada tindakan kekerasan seksual ini bisa dilakukan dimana saja, seperti; di rumah, di kantor, tempat kerja, di ruang praktek dokter, sekolah, pondok pesantren, bahkan di ruang tahanan sekalipun. Bahkan yang cukup membuat khawatir masyarakat adalah banyaknya kasus pelecehan seksual yang dilakukan di atas kendaraan atau angkutan umum.

Beberapa waktu lalu, seorang sopir taksi online berhasil diringkus oleh Satuan Resort Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bandung dalam kasus dugaan pelecehan seksual terhadap seorang siswi di dalam mobil. Menurut Kasatreskrim Polresta Bandung, Kompol Luthfi Olot Gigantara, menyebut bahwa pelaku diamankan dengan barang bukti berupa rekaman video. Pelaku berhasil ditangkap di rumahnya di kabupaten Garut.

Pelecehan seksual yang dialami siswi kelas 7 SMP tersebut, terjadi dalam perjalanan dari kawasan Manglayang, kecamatan Cileunyi, menuju komplek Borromeus kota Bandung. Aksi tak senonoh tersebut sempat direkam dan di-share oleh korban, yang kemudian diviral di medsos. Modus pelaku yaitu dengan meminta korban dan seorang temannya untuk duduk di jok depan, dengan dalih pintu belakang rusak. Kemudian pelaku memasang sabuk pengaman dengan tangan yang hampir menyentuh bagian dada korban. Pelaku juga meraba paha korban saat mobil sedang melaju. Pelaku juga melontarkan kata-kata yang tidak pantas sambil menertawakan korban (radarjabar.disway.id, Sabtu, 17/5/2025).

Kasus-kasus pelecehan seksual yang berujung pada kekerasan seksual di negeri ini ibarat seperti fenomena gunung es, yang tampak hanya sedikit (kecil), tetapi yang tidak tampak (tersembunyi) bisa jauh lebih besar. Banyak korban yang tidak melapor kepada dinas terkait. Tentu dengan berbagai alasan yang dilematis. Biasanya karena korban atau keluarga korban merasa malu. Ada juga yang sengaja tidak melapor karena kecewa dengan sikap para penegak hukum di negeri ini. Sebab, sudah menjadi rahasia umum, bahwasanya untuk mendapatkan keadilan di negeri ini sangat sulit. Faktanya, banyak kasus pelecehan seksual ataupun kasus-kasus besar lainnya yang tidak ditindaklanjuti. Dengan kata lain, pelaku yang sudah terbukti bersalah pun tidak bisa dijerat dengan hukum. Biasanya pihak terkait mengajak untuk menyelesaikannya dengan cara “kekeluargaan”.

Mirisnya, untuk kasus kekerasan seksual para pelaku bukan hanya orang luar yang tidak dikenal. Bahkan pelaku bisa juga merupakan orang terdekat, seperti: ayah, kakak kandung, paman, kakek, guru, dosen, kyai, bos (majikan), pejabat, dll. Menurut Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), sebanyak 70% korban kekerasan seksual mengenal pelaku. Fakta ini menunjukkan bahwa telah terjadi kerusakan moral yang parah, serta kesalahan yang fatal di dalam sistem pergaulan di negeri ini.

Pertanyaannya, mengapa persoalan ini terus terjadi? padahal pemerintah telah membentuk komisi nasional perlindungan perempuan melalui Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022, Tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS)? Bahkan pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 9 Tahun 2024 yang mengatur tentang penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Kekerasan Seksual. Namun sayang, upaya pemerintah tersebut belum menuai hasil.

Maraknya kasus pelecehan seksual di negeri ini adalah karena sistem yang diterapkan adalah sistem dan budaya sekuler. Yang mana sistem ini berasaskan liberalisme (paham kebebasan). Sistem ini membuka seluas-luasnya konten pornografi di berbagai sendi kehidupan. Lihat saja, ribuan bahkan jutaan konten pornografi berseliweran di media sosial.

Beberapa sumber berita menyebutkan, Indonesia termasuk 10 Besar negara pengakses situs porno di dunia. Padahal, pornografi dapat menjadi pemicu terjadinya perilaku seks bebas, zina, pelecehan dan kekerasan seksual.

Uraian di atas senada dengan apa yang disampaikan oleh Ustadz Ismail Yusanto, seorang cendekiawan Muslim. Beliau mengungkapkan bahwa beberapa faktor penyebab meningkatnya kasus pelecehan seksual itu, diantaranya:

  1. Derasnya “rangsang” yang masuk secara personal, dan ini bisa diakses kapanpun dan oleh siapapun, tanpa ada yang bisa mengontrol, mengendalikan, atau melarangnya. Termasuk di dalamnya adalah mengakses situs pornografi, yang begitu bebas tanpa batas.
  2. Adanya “lumrahisasi” atau pembiasaan yang dianggap lumrah oleh masyarakat. Hal ini disebabkan karena tindakan pelecehan seksual tidak disebut sebagai kejahatan.
  3. Tidak adanya hukum yang tegas terhadap pelaku penyimpangan/kejahatan seksual. Faktanya selama ini kasus-kasus pelecehan seksual atau kejahatan seksual banyak yang “mengendap”.

Sistem kapitalis-sekuler merupakan hukum atau aturan buatan manusia. Sistem batil ini tidak memiliki aturan baku terkait batasan-batasan pergaulan antara pria dan wanita. Sehingga, menyebabkan kaum Adam dan Hawa berinteraksi dengan bebas.

Campur baur kehidupan laki-laki dan perempuan pun tidak bisa dihindarkan. Baik itu di tempat kerja, seperti: di perkantoran, pabrik-pabrik, dan instansi-instansi pemerintah dan swasta, serta tempat-tempat umum lainnya. Hal ini menjadi salah satu pemicu munculnya rangsangan syahwat kaum laki-laki.

Selain itu, penyebab lain adalah makin maraknya eksploitasi terhadap kaum perempuan. Terbukti dengan banyak diselenggarakannya kontes-kontes kecantikan, modeling, dan acara-acara lain yang menganggap bahwa kecantikan atau keindahan tubuh seorang wanita bisa menjadi aset (modal). Dalam acara seperti ini aurat wanita pun diumbar dan dipertontonkan secara vulgar.

Namun, penyebab utama terjadinya pelecehan seksual ataupun kekerasan seksual di tengah masyarakat adalah lemahnya/rapuhnya ketakwaan diri. Oleh karena itu perlu ada upaya serius dalam mewujudkan ketakwaan pada setiap individu masyarakat.

Solusi yang tepat untuk mengatasi maraknya kasus pelecehan seksual tidak lain adalah dengan mengganti sistem kapitalis sekuler dengan sistem Islam. Sebab, dengan sistem Islam yang diterapkan secara kaffah (menyeluruh) akan dapat mencegah terjadinya kasus-kasus amoral di tengah masyarakat.

Dalam sistem Islam, negara akan menutup rapat semua pintu masuknya kemaksiatan. Negara juga akan memberikan sanksi tegas kepada pelaku sesuai dengan syari’at Islam. Di antaranya adalah yaitu dengan sanksi yang menjerakan, seperti: hukum jilid, rajam, dan lain-lain.

Negara Islam juga akan menutup rapat-rapat semua pintu masuknya kemaksiatan. Contohnya: tayangan, tontonan, ataupun iklan yang mampu membangkitkan syahwat dan seksualitas. Dalam hal ini kaum perempuan yang sudah baligh diperintahkan untuk menutup aurat secara sempurna. Tujuannya agar mudah untuk dikenali sebagai seorang muslimah dan tidak akan diganggu.

Firman Allah Ta’ala, “Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (T.Q.S. Al-Ahzab [33]: 59)

Negara Islam akan menerapkan kebijakan kepada masyarakat untuk melakukan aktivitas dakwah, atau “Amar makruf nahi mungkar“. Aktivitas dakwah merupakan kewajiban bagi setiap Muslim.

Tujuan dakwah Islam adalah mengajak manusia melaksanakan syariat Allah Swt. Jika sistem Islam ditegakkan, maka semua kezaliman, kemaksiatan, dan pelanggaran syariat akan mudah diatasi. Termasuk akan mudah mengatasi berbagai macam persoalan yang melanda negeri, seperti kasus-kasus pelecehan seksual ini.

Wallahualam bissawwab

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 + eight =

Studi Kasus Mahjong Ways Menunjukkan Perubahan Cara Pemain Membaca Susunan Simbol Akibat Baris Tambahan
Sering Terjadi Kesalahpahaman Bahwa Transformasi Simbol Emas Mahjong Ways Menandakan Hasil Putaran Berikutnya
Perbandingan Tampilan Antara Mahjong Ways Dan Sekuelnya Dalam Menyajikan Informasi Fitur Di Layar Seluler Modern
Direkapitulasi Perjalanan Mahjong Ways Dari Tema Tradisional Menuju Industri Game Digital Modern
Tanpa Mencampurkan Dengan Peran Wild, Fungsi Scatter Mahjong Ways Dapat Dikenali Dalam Susunan Kemenangan
Penyelaman Mengungkap Perubahan Dan Makna Baru Dunia Baccarat Di Era Digital
Media Gaming Mengungkap Perjalanan Mahjong Ways 2 Dalam Menghadapi Perubahan Tren Industri Hiburan Digital
Baccarat Ditampilkan Dalam Catatan Perubahan Platform Media Gaming Masa Kini Yang Mengubah Cara Bermain
Pergeseran Media Modern Menjadikan Wacana Kasino Online Sebagai Sorotan Baru Masyarakat
Perubahan Gaya Platform Membawa Bakarat Digital Menjadi Sorotan Baru Dalam Percakapan Modern
Perkembangan Komunitas Mahjong Ways Digital Dorong Kebangkitan Popularitas di Indonesia
Tren Mahjong Ways Mobile Gaming Terbaru Hadirkan Kebangkitan Jadi Sorotan Utama
Kenapa Mahjong Ways Tetap Viral? Alasan Ini Bikin Kaget!
Fenomena Game Bertema Oriental Bangkit Kembali, Mahjong Ways Jadi Sorotan Utama
Strategi Mahjong Ways Tetap Digemari Di Tengah Persaingan Game Online Diungkap Media Digital
Transformasi Industri Mahjong Ways Digital Perjalanan Panjang Menuju Inovasi
Kebangkitan Platform Game Mahjong Ways dalam Era Perkembangan Digital
Meski Zaman Berubah, Mahjong Ways Tetap Favorit! Ini Rahasianya
Mahjong Ways Masih Jadi Perbincangan Hangat! Komunitas Gaming Ungkap Alasannya
Evolusi Mahjong Ways Dari Masa Ke Masa Yang Bikin Penasaran Diungkap Laporan Industri
Mahjong Ways Tetap Eksis! Ini Rahasia Bertahan di Tengah Persaingan Industri Game Ketat
Identitas Visual Mahjong Ways Bikin Penggemar Terpikat! Media Online Soroti Konsistensinya
Tren Digital Menggairahkan Lagi! Game Penghasil Uang Cepat Jadi Sorotan Publik
Kenapa Game Penghasil Uang Cepat Menarik Minat Pemain Indonesia? Ini Alasannya!
Benarkah Game Penghasil Uang Cepat Makin Diminati? Faktanya Mengejutkan!
Majestic Treasures Menarik Perhatian Komunitas Game Digital Lewat Pesona Khas dan Ragam Strategi Menarik
Mahjong Ways 2 Ramai Dibahas Lagi! Ini Dampak Besar pada Industri Game Digital Indonesia
Mahjongways Kasino Online Viral di Komunitas Game dan Mulai Disebut sebagai Sumber Penghasilan Baru
Mahjong Ways Kembali Jadi Sorotan! Penggemar Game Penghasil Uang di Indonesia Serbu
Game Penghasil Uang Mulai Dilirik Media Game Mobile di Tengah Pergeseran Tren Global