Kesehatan Merata Untuk Semua Rakyat, Terwujud Dengan Islam!

Oleh:
Ummu Fahhala, S.Pd.
(Praktisi Pendidikan dan Pegiat Literasi)

Terasjabar.co – Jika rakyat sehat, maka akan produktif membangun negara. Semua rakyat berhak mendapatakan jaminan pelayanan kesehatan dari negara, bagaimana pengaturannya agar hak rakyat tersebut bisa terpenuhi secara merata dan gratis?

Saat ini pelayanan kesehatan di atur oleh swasta melalui program BPJS kesehatan atau Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), yang menghadapi risiko beban jaminan kesehatan lebih tinggi daripada penerimaannya. Sehingga muncul saran agar iurannya naik, tetapi walaupun naik 10% tetap tidak cukup dan masih berpotensi menyebabkan defisit dana jaminan sosial, ini didasarkan perhitungan terbaru, seperti dilansir finansial.bisnis.com, Sabtu (7/12/2024).

Tidak hanya keterbatasan anggaran kesehatan, jumlah tenaga medis pun belum ideal, seperti dokter di Kalteng hanya 800 orang untuk 2,7 juta jiwa, sehingga membutuhkan sekitar 1.900 dokter lagi untuk mencapai ideal (rri.co.id, 01/10/2024).

Semua kendala ini mengakibatkan 80% masyarakat desa, melakukan pengobatan sendiri (goodstats.id, 06/06/2024). Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan fenomena mengobati diri sendiri nyatanya dipengaruhi oleh beberapa hal, seperti status ekonomi dan akses tempat tinggal.

Hal tersebut dibuktikan dengan survei kelompok rumah tangga dengan pengeluaran per kapita per bulan paling rendah. Yakni masyarakat desa cenderung mengalami kesulitan dalam melakukan rawat inap atau rawat jalan akibat beberapa hambatan, mulai dari minimnya akses jalan, hingga tidak adanya finansial yang memadai.

Ulah Kapitalisme

Masyarakat harus memahami angka 80% bukan hanya sekedar angka, ada jutaan nyawa yang tidak mendapat perlindungan kesehatan di balik angka tersebut. Lebih dari itu, angka 80% seharusnya menyadarkan publik, ada salah tata kelola jaminan kesehatan hari ini.

Konsep pelayanan kesehatan saat ini disediakan sebagai jasa komersil. Konsep tersebut lahir dari perjanjian GATS WTO pada tahun 1995. Kebijakan tersebut muncul karena sistem kapitalisme memang akan mengomersilkan apapun yang bisa mendatangkan keuntungan, meskipun hal itu merupakan kebutuhan publik.

Demi mewujudkan tujuan tersebut, kapitalisme akan menihilkan peran negara. Karena itu, negara kapitalisme tidak hadir sebagai raa’in (pengatur) melainkan regulator. Akibatnya, rakyat menjerit kesakitan akibat pelayanan fasilitas kesehatan yang tak memadai.

Kesehatan dalam Islam

Dalam pandangan Islam, kesehatan merupakan salah satu kebutuhan dasar publik yang wajib dipenuhi negara. Konsep jaminan kesehatan Islam digali dari dalil-dalil syari’. Rasulullah Saw. tidak hanya sebagai nabi, tetapi juga sebagai Kepala Negara Islam telah menjamin kesehatan rakyatnya secara gratis.

Dalilnya adalah perbuatan (af’al) Rasulullah Saw. yang menggunakan seorang dokter hadiah dari Muqauqis Raja Mesir untuk mengobati salah seorang warganya yakni Ubay. (HR Muslim)

Diriwayatkan pula, bahwa serombongan orang dari Kabilah Urainah masuk Islam, lalu mereka jatuh sakit di Madinah. Rasulullah Saw. selaku kepala negara saat itu, meminta mereka untuk tinggal di penggembalaan unta zakat yang dikelola oleh Baitul Mal di dekat Kuba. Mereka dibolehkan minum air susunya sampai sembuh (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Dari dalil jaminan kesehatan itu pula, lahir beberapa prinsip pelayanan kesehatan dalam Islam. Yakni pertama, universal artinya semua warga negara berhak mendapat layanan kesehatan. Kedua, masyarakat mudah mengakses layanan kesehatan tanpa terhalangi kondisi geografis atau lokasi pelayanan kesehatan yang jauh. Ketiga, bebas biaya, yang berarti setiap warga berhak mendapat layanan kesehatan secara gratis tanpa dipungut biaya. Keempat, pelayanan mengikuti kebutuhan medis dan selalu tersedia.

Dengan konsep seperti ini bisa dipastikan daerah pedesaan akan tetap terjamah oleh fasilitas kesehatan. Masyarakat pedesaan tidak perlu khawatir tidak mendapat layanan fasilitas kesehatan, sebab akan diberikan secara gratis dan memadai untuk mereka.

Inilah konsep jaminan kesehatan dalam sistem Islam. Negara yang menerapkan Islam secara menyeluruh (kafah) akan menjadi pihak yang bertanggung jawab untuk menyediakannya secara merata dan gratis serta tidak dikomersilkan.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

11 − seven =

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam