Zulkifly Chaniago Dukung Pembangunan PLTSa Legok Nangka, Tekankan Pengawasan dan Kebermanfaatan bagi Masyarakat
Bandung, (29 Juli 2026) — Rencana pembangunan fasilitas Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik (PLTSa) Legok Nangka yang ditargetkan mampu mengolah hingga 2.131 ton sampah per hari mendapat apresiasi dari Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Komisi IV, Zulkifly Chaniago. Menurutnya, proyek tersebut merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan pengelolaan sampah sekaligus mendukung penyediaan energi yang lebih berkelanjutan di Jawa Barat.
Zulkifly menilai persoalan sampah telah menjadi tantangan besar di berbagai daerah, terutama di kawasan perkotaan yang mengalami pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi yang pesat. Karena itu, kehadiran fasilitas pengolahan sampah modern dinilai menjadi solusi yang perlu didukung agar pengelolaan sampah tidak lagi bertumpu pada sistem pembuangan akhir semata.
“Pembangunan PLTSa Legok Nangka merupakan langkah maju dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan. Sampah harus dipandang sebagai sumber daya yang dapat diolah menjadi energi sekaligus mengurangi beban lingkungan,” ujarnya.
Sebagai anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat yang membidangi pembangunan dan infrastruktur, Zulkifly menegaskan bahwa proyek strategis seperti PLTSa Legok Nangka harus dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan sesuai dengan perencanaan. Ia menilai fungsi pengawasan DPRD menjadi penting untuk memastikan pembangunan berjalan tepat waktu, tepat sasaran, serta memenuhi standar teknis dan lingkungan.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa keberhasilan proyek ini tidak hanya diukur dari berdirinya fasilitas pengolahan sampah, tetapi juga dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat. Mulai dari berkurangnya volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir, meningkatnya kualitas lingkungan, hingga terciptanya sistem pengelolaan sampah yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Zulkifly juga mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemilahan sampah sejak dari rumah. Menurutnya, teknologi pengolahan sampah akan bekerja lebih optimal apabila didukung oleh partisipasi masyarakat dalam menerapkan pola pengelolaan sampah yang baik.
“Teknologi merupakan bagian dari solusi, tetapi keberhasilan pengelolaan sampah juga ditentukan oleh kesadaran masyarakat. Edukasi, kolaborasi, dan kedisiplinan dalam mengelola sampah harus berjalan beriringan dengan pembangunan infrastruktur,” katanya.
Lebih lanjut, Zulkifly berharap keberadaan PLTSa Legok Nangka dapat menjadi model pengelolaan sampah modern di Jawa Barat serta menjadi pemicu lahirnya inovasi serupa di daerah lain. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, DPRD, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
“Dengan pengawasan yang baik, pelaksanaan yang profesional, dan dukungan seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis PLTSa Legok Nangka akan menjadi salah satu solusi strategis dalam mengatasi persoalan sampah sekaligus mendukung pembangunan Jawa Barat yang lebih bersih, sehat, dan ramah lingkungan,” pungkasnya.






Leave a Reply