DOLAR JUGA SINGGAH DI DESA

Oleh:
Ganjar Kurnia

Terasjabar.co – Di desa, dolar itu memang tidak pernah kelihatan. Tidak nongkrong di warung kopi, tidak ikut ronda malam, tidak pernah nyumbang waktu ada hajatan, termasuk ikut gotong royong memperbaiki gorong-gorong. Dolar itu seperti jin ekonomi internasional. Tidak tampak, tapi kalau bergerak, harga-harga di pasar desa langsung kesurupan. Ibu-ibu yang tadinya hanya mau membeli minyak goreng, gula, dan mi instan, tiba-tiba merasa seperti sedang mengikuti seminar geopolitik. Pedagang berkata, “Maklum Bu, dolar naik.” Padahal yang dibeli cuma terasi, bukan rudal balistik.

Di warung Mang Omon, obrolan menjadi sangat global. Biasanya yang dibicarakan hanya pupuk langka, ayam tetangga masuk kebun, dan siapa yang belum bayar iuran ronda. Sekarang, Mang Omon sambil mengaduk kopi berkata dengan wajah serius, “Ini akibat The Fed.” Orang-orang mengangguk, walaupun sebagian mengira The Fed itu nama pupuk baru buatan Amerika.

Naiknya dolar membuat desa yang semula tenang mendadak merasa menjadi bagian dari peta dunia. Petani cabai yang tidak pernah pergi lebih jauh dari pasar kecamatan, tiba-tiba nasibnya terhubung dengan Wall Street. Analisa Mang Ujang sangat cerdas: “kan kalau dolar naik, harga bensin juga akan naik. Emangya kalau harga bensin naik, komoditas lain tidak akan terbawa imbasnya?”. Harga barang pokok naik, onderdil traktor naik, bahkan plastik yang biasa dipakai membungkus pun ikut-ikutan naik. Dolar memang tidak pernah mencangkul, tapi hasil cangkulannya terasa sampai ke punggung petani.

Ada yang cukup absurd. Petani menjual hasil bumi dengan harga yang sering ditentukan orang lain, tetapi membeli kebutuhan produksi dengan harga yang ditentukan dunia. Gabahnya lokal, keringatnya lokal, utangnya lokal, tapi penderitaannya gara-gara pengaruh internasional. Sawahnya di desa, namun nasibnya bisa tergantung valuta asing.

Di rumah, suasana juga berubah. Emak-emak mulai menghitung ulang belanja dapur seperti menteri keuangan Purbaya. Cabe dikurangi, bawang dihemat, tempe dipotong lebih tipis, dan ayam hanya disebut dalam doa. Anak yang minta mi instan dua bungkus langsung diberi ceramah tentang perang Iran- AS, krisis moneter, neraca perdagangan, dan pentingnya hidup prihatin sejak dini.

“Dolar naik, Nak,” kata ibunya.

Anaknya bingung. Ia tidak pernah melihat dolar, tetapi sejak bangun pagi, sudah ditakut-takuti dolar.

Di desa, dolar kemudian menjadi kambing hitam paling modern. Kalau harga beras naik, dolar. Kalau pupuk mahal, dolar. Kalau biaya nikah membengkak, dolar. Kalau calon mertua tiba-tiba minta “seserahan” lebih banyak, jawabannya juga dolar. Bahkan ketika Mang Jaya kalah main gapleh, ia berkata, “Konsentrasi saya terganggu oleh nilai tukar.” Padahal kartu gapleh tidak pernah diimpor.

Para pejabat datang ke desa membawa pidato menenangkan. Katanya, masyarakat harus memperkuat ketahanan ekonomi lokal. Warga mengangguk. Setelah pejabat pulang dengan mobil dinas yang komponennya sebagian impor, warga kembali ke warung dan bertanya, “Ketahanan ekonomi lokal itu bisa digoreng atau direbus?”

Di televisi, para ahli menjelaskan bahwa naiknya dolar dipengaruhi oleh tekanan eksternal, suku bunga global, ketidakpastian pasar, dan sentimen investor. Di desa, penjelasan itu diterjemahkan menjadi satu kalimat sederhana: “Besok harga-harga akan naik lagi.” Ayam-ayam pun ikut murung. Mereka tidak tahu apa itu dolar, tetapi mereka tahu jagung jarang menjadi menu. Kambing juga ikut gelisah, karena semua makhluk ekonomi berubah menjadi grafik berjalan. Sapi mendengar kabar dolar naik, lalu menatap langit dengan mata filosofis, seolah berkata: “Aku ini hewan lokal, tapi kenapa nasibku ikut kurs?”

Ada yang lebih lucu lagi, sebagian orang desa mulai berlagak menjadi analis ekonomi. Di pos ronda, sambil menjaga kentongan dan termos kopi, mereka membahas rupiah dengan nada seperti komentator bola.

“Rupiah harus bertahan di lini tengah,” kata Mang Omon.

“Betul,” jawab Mang Jaya. “Jangan terlalu defensif. Kalau perlu serang balik dolar lewat UMKM.”

“UMKM yang mana?”

“Ya minimal cilok go international.”

Maka lahirlah gagasan besar: cilok ekspor. Tapi sebelum cilok berhasil menembus pasar dunia, harga tepung sudah naik duluan. Akhirnya cilok tetap lokal, cita-citanya global, labanya hayal.

Di balik humor itu, desa sebenarnya sedang menanggung beban yang tidak lucu. Kenaikan dolar membuat barang impor lebih mahal, dan banyak kebutuhan produksi pertanian masih bergantung pada komponen luar: pupuk, pestisida, mesin, bahan bakar, pakan ternak, hingga alat-alat kecil seperti sabitpun, diam-diam punya silsilah internasional.

Ketika harga-harga itu naik, petani tidak selalu bisa menaikkan harga jual seenaknya. Sebab di ujung sana ada tengkulak, pasar, pedagang besar, dan konsumen yang juga sama-sama pusing. Akhirnya masyarakat desa menjadi ahli bertahan. Mereka mengurangi belanja, menunda membeli barang, memperbaiki alat lama, berutang dulu di warung, menjual ayam, menggadaikan perhiasan, atau sekadar memperpanjang sabar sampai musim panen berikutnya. Di desa, ekonomi bukan hanya angka, tetapi seni menahan napas.

Dolar naik di gedung-gedung tinggi, tetapi gemanya jatuh ke dapur-dapur rendah. Ia bergerak di layar komputer para pialang, tetapi getarannya sampai ke tungku, kandang, sawah, dan dompet ibu-ibu yang sudah tipis seperti janji kampanye. Maka ketika ada orang berkata, “Kita harus memperkuat fundamental ekonomi,” orang desa mungkin akan menjawab, “Fundamental mah penting. Tapi punten, harga-harga anu naraek kumaha?”

Bagi masyarakat desa, ekonomi global bukan teori yang jauh. Ia hadir dalam harga pupuk, ongkos sekolah, cicilan motor, biaya hajatan, harga cabai, dan jumlah lauk di meja makan. Dolar boleh tinggal di Amerika, tetapi bayangannya sering ikut duduk di dapur kampung. Begitulah, di sebuah desa yang jauh dari Wall Street, seekor ayam kampung berkokok lebih pelan dari biasanya. Bukan karena sakit. Ia hanya mendengar kabar bahwa dolar bisa naik lagi.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

three × five =

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam