Ekonomi Jawa Barat Tumbuh 5,79 Persen, Ronny Hermawan Dorong Investasi Berdampak Nyata bagi Lapangan Kerja
BANDUNG — Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat, Ronny Hermawan, menilai pertumbuhan ekonomi Jawa Barat perlu menjadi momentum untuk memperkuat pemerataan kesempatan kerja dan pengembangan usaha masyarakat. Menurutnya, capaian pertumbuhan ekonomi yang positif harus diikuti dengan kebijakan yang memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan oleh berbagai kelompok masyarakat, termasuk pekerja, pelaku UMKM, dan masyarakat di kawasan perkotaan.
Badan Pusat Statistik Jawa Barat pada 5 Mei 2026 merilis bahwa perekonomian Jawa Barat tumbuh sebesar 5,79 persen secara tahunan pada triwulan I 2026. Capaian tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi daerah tetap berkembang di tengah berbagai tantangan. Pertumbuhan ekonomi tersebut menjadi salah satu indikator penting untuk melihat perkembangan konsumsi masyarakat, kegiatan produksi, investasi, dan aktivitas dunia usaha.
Ronny mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi merupakan kabar positif, tetapi indikator tersebut perlu diterjemahkan menjadi peningkatan kualitas kehidupan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan pembangunan ekonomi tidak cukup hanya dilihat dari pertumbuhan produk domestik regional bruto, melainkan juga dari kesempatan kerja yang tersedia, pendapatan masyarakat, serta kemampuan usaha lokal untuk berkembang.
“Pertumbuhan ekonomi yang baik tentu perlu diapresiasi. Namun, kita juga harus memastikan bahwa pertumbuhan tersebut berdampak pada masyarakat. Lapangan kerja harus semakin terbuka, dunia usaha memiliki kepastian, dan pelaku UMKM mendapatkan kesempatan untuk ikut berkembang,” ujar Ronny dalam rancangan keterangannya.
Menurutnya, investasi memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi. Masuknya modal dapat mendorong pembangunan fasilitas produksi, pengembangan usaha, peningkatan kapasitas industri, serta penciptaan kebutuhan terhadap tenaga kerja dan jasa pendukung. Namun, manfaat tersebut perlu didukung kebijakan agar investasi memiliki keterkaitan yang kuat dengan perekonomian daerah.
Ronny menilai wilayah Depok dan Bekasi memiliki peluang besar dalam memanfaatkan perkembangan aktivitas ekonomi Jawa Barat. Kedekatan dengan kawasan metropolitan, jaringan transportasi, pusat perdagangan, dan berbagai kegiatan usaha memberikan potensi bagi pengembangan sektor jasa, perdagangan, ekonomi kreatif, serta usaha penunjang industri. Peluang tersebut perlu dikelola agar masyarakat setempat tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga menjadi bagian dari aktivitas ekonomi produktif.
Sebagai anggota Komisi III, Ronny memandang kebijakan investasi perlu dihubungkan dengan tata kelola keuangan daerah dan iklim usaha yang sehat. Kepastian perizinan, pelayanan administrasi yang efisien, serta transparansi kebijakan merupakan faktor penting dalam membangun kepercayaan pelaku usaha. Di sisi lain, pemerintah juga perlu memastikan kegiatan investasi mematuhi ketentuan lingkungan, ketenagakerjaan, dan tata ruang.
“Investasi harus memberikan manfaat yang luas. Pemerintah perlu mendorong masuknya modal, tetapi pada saat yang sama harus memastikan bahwa masyarakat memperoleh peluang kerja dan usaha yang nyata,” katanya dalam rancangan pernyataan.
Ia menambahkan bahwa hubungan antara perusahaan besar dan pelaku UMKM perlu diperkuat. Banyak kegiatan usaha membutuhkan penyedia barang dan jasa pendukung, mulai dari transportasi, logistik, makanan, perlengkapan kerja, hingga layanan teknologi. Jika pelaku usaha lokal mampu masuk ke dalam rantai pasok tersebut, manfaat pertumbuhan ekonomi dapat tersebar lebih luas.
Menurut Ronny, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi syarat penting untuk memanfaatkan peluang investasi. Perubahan teknologi dan kebutuhan industri menuntut tenaga kerja memiliki keterampilan yang relevan. Karena itu, pengembangan ekonomi perlu berjalan bersama dengan pendidikan, pelatihan, serta penguatan kompetensi masyarakat.
Ronny juga mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan membutuhkan stabilitas dan pemerataan. Pemerintah perlu menjaga agar kebijakan pembangunan tidak hanya terkonsentrasi pada wilayah atau sektor tertentu. Setiap daerah memiliki potensi yang berbeda, sehingga strategi pengembangannya harus disesuaikan dengan kebutuhan dan karakter ekonomi masing-masing wilayah.
“Angka pertumbuhan adalah salah satu ukuran, tetapi yang jauh lebih penting adalah bagaimana masyarakat merasakan hasilnya. Kita ingin ekonomi Jawa Barat terus berkembang dengan manfaat yang semakin merata, sehingga pertumbuhan tersebut menjadi fondasi bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkas Ronny dalam rancangan keterangannya.






Leave a Reply