Pertumbuhan Ekonomi Jabar 5,79 Persen, Tetep Abdulatip: Jangan Berhenti di Angka Statistik
Bandung, 2/4/26 — Perekonomian Jawa Barat mencatat pertumbuhan sebesar 5,79 persen secara tahunan pada triwulan I 2026. Angka tersebut berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional pada periode yang sama, namun bagi Anggota Komisi III DPRD Jawa Barat Tetep Abdulatip, capaian makro tersebut tetap perlu dibaca bersama kondisi ekonomi masyarakat di lapangan.
Tetep mengatakan pertumbuhan ekonomi memang menjadi salah satu indikator penting dalam melihat perkembangan daerah. Namun, ukuran keberhasilan pembangunan menurutnya tidak berhenti pada pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), melainkan juga perlu dilihat dari kemampuan masyarakat memperoleh pekerjaan, meningkatkan pendapatan, serta mempertahankan daya beli.
“Pertumbuhan ekonomi tentu merupakan kabar yang penting, tetapi kita juga harus bertanya bagaimana dampaknya terhadap masyarakat. Apakah lapangan pekerjaan bertambah, apakah UMKM berkembang, dan apakah pendapatan masyarakat ikut meningkat,” ujar Tetep.
Menurutnya, struktur ekonomi Jawa Barat yang ditopang industri, perdagangan, transportasi, dan berbagai sektor lainnya memberikan peluang besar untuk memperluas aktivitas ekonomi. Namun, pertumbuhan tersebut harus dijaga agar tidak hanya terkonsentrasi pada wilayah atau kelompok usaha tertentu.
Tetep menilai pemerintah daerah perlu memperkuat keterhubungan antara investasi, dunia usaha, UMKM, dan tenaga kerja lokal. Dengan demikian, masuknya investasi ke Jawa Barat tidak hanya menghasilkan angka penanaman modal, tetapi juga menciptakan rantai ekonomi yang melibatkan masyarakat sekitar.
“Kalau investasi masuk, jangan hanya dilihat dari nilai rupiahnya. Kita juga harus melihat berapa tenaga kerja yang terserap, bagaimana UMKM lokal ikut bergerak, dan apakah ekonomi masyarakat di sekitar kawasan usaha ikut tumbuh,” katanya.
Ia menambahkan bahwa DPRD memiliki fungsi pengawasan untuk memastikan kebijakan ekonomi daerah diterjemahkan menjadi program yang memiliki dampak. Pemerintah juga perlu terus membuka data dan informasi mengenai capaian ekonomi agar masyarakat dapat melihat perkembangan pembangunan secara lebih utuh.
Tetep mengatakan pertumbuhan ekonomi yang sehat pada akhirnya harus mampu menciptakan keseimbangan antara peningkatan aktivitas usaha, penerimaan daerah, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Pertumbuhan yang berkualitas adalah pertumbuhan yang terasa dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.






Leave a Reply