Isra Mikraj Bukan Sekadar Diperingati
Oleh:
Sumiati
(Pendidik Generasi dan Member AMK)
Terasjabar.co – Dikutip dari liputan6.com, peringatan Isra Mikraj 2026 menjadi momen penting bagi umat Islam untuk merenungkan kembali makna mendalam dari peristiwa agung yang dialami Nabi Muhammad saw. Peristiwa spiritual luar biasa ini akan diperingati pada Jumat, 16 Januari 2026, bertepatan dengan 27 Rajab 1447 Hijriah.
Dari tahun ke tahun, Isra Mikraj diperingati secara istimewa oleh umat Islam, yakni membuka kembali lembaran lama, atas perjuangan Rasulullah saw. dan tentang momentum istimewa yakni perjalanan beliau dari Baitul Maqdis ke Sidratul Muntaha, dengan melewati langit ke satu hingga ke tujuh. Di situlah terjadi turunnya perintah shalat, yang tadinya lima puluh kali dalam sehari, menjadi lima kali.
Setelah Isra Mikraj yang tidak lama kemudian diikuti dengan momen baiat aqabah ke dua. Isi Baiat Aqabah ke dua adalah perjanjian antara kaum Anshar (penduduk Madinah) dengan Nabi Muhammad saw. Yang intinya mereka bersedia membela, menolong, dan melindungi Nabi seperti melindungi keluarga, istri, dan anak-anak mereka sendiri, serta bersedia mendengar dan taat, berinfak, serta melakukan “amar makruf nahi munkar” dengan imbalan surga. Ini adalah komitmen pertahanan yang lebih kuat daripada Baiat Aqabah pertama, menjadi landasan bagi peristiwa hijrahnya Beliau dan Kaum Muslimin ke Madinah dan berdirinya Daulah Islamiyah.
Sesungguhnya Isra Mikraj bukan hanya sekadar momentum spiritual saja, tetapi juga gerbong menuju perubahan politik umat secara ideologis. Pasca runtuhnya khilafah selama 105 tahun, umat Islam tidak bisa menerapkan hukum dari Langit, yakni syariat Islam secara kafah di seluruh penjuru bumi. Hingga keberkahannya dirasakan oleh seluruh umat manusia, bukan hanya untuk umat Islam saja. Karena Islam adalah rahmat bagi seluruh alam, sebagaimana firman Allah Swt.,
انا أرسلناك رحمة للعالمين
Artinya: “Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam semesta”.
Isra Mikraj tentu baru bisa dimaknai sebagai perintah ibadah shalat saja, yakni ibadah mahdhah semata. Padahal salat adalah kinayah yang dipakai dalam hadis larangan memerangi imam selama masih menegakkan salat, yaitu makna menegakkan salat adalah menegakkan hukum Allah Swt.. Dalam hal ini umat belum menyadari bahwa diterapkannya sistem sekuler demokrasi secara global adalah penentangan terhadap hukum dari langit, yaitu hukum Allah Swt..
Hari ini ketika umat Islam meninggalkan syariat Islam tentu akan membawa bencana, bagi politik struktural, bencana sosial kemanusiaan dan bencana alam seperti yang hari ini sedang terjadi. Runtuhnya khilafah 105 tahun yang lalu adalah bencana besar bagi umat. Setelahnya dunia menderita di bawah kepemimpinan kapitalisme global. Maka menegakkan kembali kepemimpinan Islam atas dunia menjadi urgen.
Seharusnya Isra Mikraj digunakan untuk momen Membumikan kembali hukum Allah Swt. dari langit, yaitu dengan cara mencampakkan hukum sekuler kapitalisme dan menegakkan syari’at Islam kaffah. Dengan demikian Isra’ Mikraj akan menjadi momen Palestina lepas dari cengkeraman Yahudi, demikian juga negeri-negeri lain yang terpecah belah harus disatukan, kezaliman penguasa kafir Rohingya, Uighur, India, Rusia, Filipina Selatan harus dihentikan.
Menyerukan tentara muslim untuk membebaskan Palestina, dan menegakkan khilafah. Umat Islam bersatu, sebagai umat Rasulullah saw, para Khulafaur Rasyidin, cucu Al-Mu’tashim, cucu Shalahudin Al-Ayubi, cucu Al-Fatih, cucu Khalifah Salim, cucu Abdul Hamid II, semuanya pasti mampu mengembalikan kemuliaan Islam. Tegaknya khilafah Islamiyah akan mengembalikan kemuliaan Islam dan kemuliaan umat.
Kemudian, partai Islam ideologis harus terus berjuang siang dan malam, dengan sungguh-sungguh memimpin dan membimbing umat agar dapat melanjutkan kehidupan Islam. Menegakkan khilafah adalah perjuangan pokok, agung, penting dan vital, umat harus segera menyambut perjuangan menegakkan khilafah. Sehingga keadilan hukum dapat dirasakan oleh seluruh umat manusia, baik muslim mau pun non muslim dalam bingkai Daulah Islamiyah.
Wallahualam bishshawab.






Leave a Reply