DONGKARI: Ilmu Tajwidnya Mamaos Cianjuran

Oleh:
Nunu A. Hamijaya
(Sejarawan Publik/Pusat Studi Sunda dan Penulis Buku “KHR Muhammad Nuh bin Idris”)

Terasjabar.co – Sebagai pituin Cianjur, setelah 50 tahun kemudian baru tergerak hati untuk menyelami warisan adiluhung Dalem Pancaniti. Saat tinggal di Kaum, tahun 70-80-an, pun Aki (Moch. Soleh Natawijaya) selain memberikan buku “Leunyepaneun”, karya KHR Muhammad Nuh bin Idris, juga sering memperdengarkan mamaos dari radio RII Bandung atau Radio Sturada serta memutar kaset-kaset mamaos/tembang Sunda.

Ada kesan yang mengharukan saat kembali mamaos itu diperdengarkan. Sayangnya, saat itu penulis tidak tergerak untuk belejar mamaos, kecapi atau suling. Namun, ingatan kolektif itu terbangkitkan kembali saat Bapa mertua, H. Nana Rukmana Wiladipraja, SH., almarhum, Dosen FISIP Unpad, ternyata juga seorang ahli kecapi suling dan tembang Sunda.

Namun, tergerak untuk tentang apa dan bagaimana itu MAMAOS CIANJURAN, setelahnya berinteraksi dialogis dengan salah seorang master mamaos Cianjuran, Kang Prof. YUS WIRADIREJA bin Rd. Hanafiah Wiradireja,yang semakin memperkaya ingatan kolektif dan spritualitas Cianjuran.

Saya memberi gelar dan panggilan Profesor, dalam kesempatan SARESEHAN KAWIH di Bale Rumawat, Unpad, 15/1/2026, sebagai bentuk kekaguman dan apresiasi kepada beliau. Semoga ini didengar oleh ISBI Bandung. Gelar Profesor Ilmu Dongkari layak disandangnya.

Dalam usianya yang ke-65 tahun, pasca pensiun sebagai dosen ISBI Bandung, saat ini tengah menekuni apa yang selama 50 tahun menjadi sesuatu yang membentuk dirinya; karakternya dan passion-nya yaitu mamaos Cianjuran. Itulah yang disebut sebagai DONGKARI. Kang Ace Hasan Sueb (lahir 1933), dalam kesempatan obrol-obrol dengan Kang Yus menyebut bahwa ‘Dongkari itu tajwid-na Mamaos Cianjuran”. Ini adalah warisan intelektual yang sedang dikerjakan Kang Prof. Yus.

Dalam kesempatan SARESEHAN KAWIH (14/1/2026) yang diselenggarakan Pusat Budaya Sunda (PSB) Unpad pimpinan Prof. Ganjar Kurnia, bekerjasama dengan UPI Bandung, Damas, dan Majalah Mangle itulah Kang Yus Wiradireja menyampaikan semacam orasi ilmiahnya berjudul “Nyari Haleuangna Manjing Dongkarina: Estetika Tembang Sunda Cianjuran dalam Praktik Pertunjukan” .

Menueur Kang Prof Yus Wiradireja, Ungkapan “nyari haleuangna manjing dongkarina” menunjukkan bahwa dongkari tidak sekadar berkaitan dengan teknik, melainkan dengan kesesuaian antara bunyi, struktur lagu, dan rasa. Dalam ilmu dongkari, dikenal adanya Struktur Ornamentasi Dominan :

Galantang – penekanan nada tegas
Dorong – dorongan melodik
Leot – lengkungan halus
Riak – getaran ekspresif
Gibreg – variasi cepat
Galasar – luncuran nada
Dangheuak – tarikan emosional

Mengapa Dongkari, disebut ilmu tajwid-nya Mamaos? Dalam kesempatan obrol-obrol dengan Prof. Yus Wiradireja, beliau memberikan pencerahannya bahwa dalam tradisi adiluhung Cianjur itu dikenal 3 M sebagai satu kesatuan, yaitu MAOS, MAMAOS, dan MAENPO.

Dalem Pancaniti, selain sebagai bupati-menak, adalah santri Pesantren Cigawir, Limbangan saat Aom Hasan, dalam usia remajanya. Di pesantren tersebut berkembang secara terbatas Tembang Cigawiran. Istilah cigawiran berasal dari nama desa yakni Cigawir, Kecamataan Selaawi, tempat kesenian ini pertama kali dikenalkan.Konon Cigawiran ini sudah ada sejak tahun 1823, dan dilantunkan oleh pendiri pondok pesantren bernama Raden Haji Jalari. Adapun silsilah Cigawiran pertama dikenalkan oleh Raden Haji Jalari sampai tahun 1902, kemudian dilanjut oleh Raden Haji Abdullah Usman sampai 1945, lalu Raden Mohammad Isya sampai 1980 dan kini dilestarikan oleh Raden Iyet Dimyati.

Tidak ada dalam Kamus Besar Bahasa Sunda

Sampai saat ini istilah dongkari tidak terdapat dalam Kamus Besar Bahasa Sunda, maka istillah dongkari pun diartikan berbeda-beda. Sampai saat ini sudah ada tiga penelitian yang secara khusus di dalamnya mengkaji tentang dongkari, di antaranya: Elis Rosliani, 1998 dengan judul Teknik Vokal A. Tjitjah Dalam Tembang Sunda Cianjuran (Skripsi, S1); Elis Rosliani, 2014 dengan judul Formula Ornamen Dalam Tembang Sunda Cianjuran (Tesis, S2); dan Denis Setiaji, 2015 dengan judul Dongkari: Konsep, Teknik dan Ornamentasi Tembang Sunda Cianjuran (Skripsi, S1).

Wiratmadja dalam buku Salawé Sesebitan Hariring tahun 2009 sebagai berikut: Dongkari téh lain ngan sakadar ornamén, hiasan atawa téhnik tapi “élmu” anu kudu dipibanda ka para juru tembang, babakuna pisan ku para guru tembang.Dongkari téh bisa disebut salah sahiji “ciri mandiri” lalaguan tembang lagam cianjuran. Leungit dongkarina, baris leungit “rasa” cianjuranna (Wiratmadja, 2009: 158).

Terjemah: Dongkari bukan hanya ornamen, hiasan atau teknik akan tetapi ilmu yang harus dimiliki oleh setiap juru tembang, lebih tepatnya oleh para guru tembang. Dongkari bisa disebut salah satu “ciri mandiri” lagu-lagu dalam tembang langgam cianjuran. Hilang dongkarinya, akan hilang pula “rasa” cianjurannya.

Dari hasil tiga penelitian tersebut, pada dasarnya sudah cukup mewakili definisi dongkari dalam tembang sunda cianjuran. Menurut Wiradiredja dalam Setiaji mengatakan bahwa dongkari adalah sebuah kata yang merujuk pada sebuah teknik-teknik, baik cara menembang maupun bagian-bagian musikal (Setiaji, 2015: 42). Sementara Elis Rosliani mendefinisikannya lebih spesifik. Menurut Rosliani, dongkari adalah hiasan lagu akan tetapi lebih spesifik pada unsur atau partikel terkecil saja atau hanya serpihan-serpihan dari hiasan lagu. Apabila dongkari–dongkari tersebut digabungkan, maka istilahnya berubah menjadi ornamen atau ornamentasi.

Informasi tentang Dongkari, penulis peroleh dari artikel Dika Dzikriawan,berjudul Dongkari dalam Vokal Cianjuran (2019). Dika Dzkiriawan adalah praktisi mamaos Cianjur yang berasal dari Cianjur. Juara pasanggiri mamaos/tembang Sunda Cianjuran.

Tafsir Pancaniti

Kang Prof Yus menjelaskan tentang makna filosofis Pancaniti, yang meliputi : (1) Nata Harti (2) Nata Surti (3) Nata Bakti (4) Nata Bukti dan (5) Nata Sajati.

Kata Pancaniti adalah menunjukan ruang kerja para bupati khusunya di Cianjur. Oleh karena itu, tidak heran R. A. A. Kusumaningrat Bupati ke-9, masyarakat Cianjur menyebutnya Dalem Pancaniti. Karena beliau di samping sebagai ruang kerja, juga dijadikan tempat berkontemplasi termasuk berkarya. Lahir lah karya seni manaos cianjuran. Namun di balik itu makna dari Pancaniti sebuah kesatuan nilai Manusia,yang harus dicapai melalui sebuah proses dalam meniti kehidupan.

Niti harti,sebagai mahluk Tuhan Manusia diberikan salah satu anugrah yakni akal. Hal tersebut dapat dimaknai Manusia selayaknya menggunakan daya pikir serta akal sehatnya dalam proses kehidupannya. Salah satu caranya diwajibkan menuntut ilmu sampai akhir hayatnya. Sedangkan makna dari Surti adalah sikap kebijaksanaan Manusia dalam berprikehidupan yang terkait hubungan dengan sesama insan, Tuhan, serta alam lingkungannya. Kemudian, makna dari kata bukti, merupakan sikap untuk membuktikan yang terwujud dalam karya nyata. Sedangkan, makna kata bakti merupakan sikap amaliah nyata yang dapat bermanfaat bagi insan serta alam lingkungannya dimanapun berada. Selanjutnya, makna dari niti sajati adalah merupakan puncak nilai Nanusia, sebagai akumulasi dari ke empat titian yang dilaluinya dengan baik. Dengan kata lain, SAJATINING MANUSIA.

Warisan adiluhung Mamaos Cianjuran, bukan saja dikenal di Indonesia, bahkan hingga manca negara. Namun, proses pewarisan keahlian dan nilai filsafat dan spiritualitas Mamaos Cianjuran ini sangat mengkhawatirkan kelangsungannya di masa depan. Terutama dikalangan generasi millennial dan generasi Z alpha Sunda yang lebih terfokus dengan dunia digital, seperti media sosial: tiktok, Fb, IG, dan sejenisnya. Ini adalah PR semua pihak untuk membangun suatu program sinergis dan kolaborasi, sehingga Mamaos Cianjuran tidak punah dan hanya menjadi ‘artefak sejarah’.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

thirteen + ten =

dewispin
dewaslot88
Perjalanan Baccarat dalam Transformasi Media Digital Mengubah Wajah Industri Hiburan
Baccarat Jadi Bagian Evolusi Platform Interaktif Transformasi Dunia Hiburan Digital
Observasi Teknologi Ungkap Pergeseran Narasi Permainan Baccarat dan Dampaknya bagi Pemain
Transformasi Media Bicara Perjalanan Baccarat Melalui Pengalaman Digital yang Mengubah Cara Pandang
Teknologi Kasino Online Mampu Mengolah Data Digital Berkat Perkembangan Perangkat Keras Dan Lunak
Perjalanan Platform Interaktif Mengubah Narasi Kasino Online dengan Perspektif Baru
Kebutuhan Terhadap Sistem Komputasi Kasino Online Semakin Meningkat Seiring Pesatnya Transformasi Digital
Komputasi Menjadi Salah Satu Fondasi Utama Yang Mendorong Kemajuan Teknologi Kasino Online Di Era Modern
Hampir Seluruh Aktivitas Kasino Online Saat Ini Memanfaatkan Sistem Komputasi Dalam Prosesnya
Jalur Pembayaran Yang Putus Setelah Cascading Pada Mahjongways Kasino Online Dibaca Dengan Teknik Ini
Studi Kasus Mahjong Ways Menunjukkan Perubahan Cara Pemain Membaca Susunan Simbol Akibat Baris Tambahan
Sering Terjadi Kesalahpahaman Bahwa Transformasi Simbol Emas Mahjong Ways Menandakan Hasil Putaran Berikutnya
Perbandingan Tampilan Antara Mahjong Ways Dan Sekuelnya Dalam Menyajikan Informasi Fitur Di Layar Seluler Modern
Direkapitulasi Perjalanan Mahjong Ways Dari Tema Tradisional Menuju Industri Game Digital Modern
Tanpa Mencampurkan Dengan Peran Wild, Fungsi Scatter Mahjong Ways Dapat Dikenali Dalam Susunan Kemenangan
Penyelaman Mengungkap Perubahan Dan Makna Baru Dunia Baccarat Di Era Digital
Media Gaming Mengungkap Perjalanan Mahjong Ways 2 Dalam Menghadapi Perubahan Tren Industri Hiburan Digital
Baccarat Ditampilkan Dalam Catatan Perubahan Platform Media Gaming Masa Kini Yang Mengubah Cara Bermain
Pergeseran Media Modern Menjadikan Wacana Kasino Online Sebagai Sorotan Baru Masyarakat
Perubahan Gaya Platform Membawa Bakarat Digital Menjadi Sorotan Baru Dalam Percakapan Modern
Perkembangan Komunitas Mahjong Ways Digital Dorong Kebangkitan Popularitas di Indonesia
Tren Mahjong Ways Mobile Gaming Terbaru Hadirkan Kebangkitan Jadi Sorotan Utama
Kenapa Mahjong Ways Tetap Viral? Alasan Ini Bikin Kaget!
Fenomena Game Bertema Oriental Bangkit Kembali, Mahjong Ways Jadi Sorotan Utama
Strategi Mahjong Ways Tetap Digemari Di Tengah Persaingan Game Online Diungkap Media Digital
Transformasi Industri Mahjong Ways Digital Perjalanan Panjang Menuju Inovasi
Kebangkitan Platform Game Mahjong Ways dalam Era Perkembangan Digital
Meski Zaman Berubah, Mahjong Ways Tetap Favorit! Ini Rahasianya
Mahjong Ways Masih Jadi Perbincangan Hangat! Komunitas Gaming Ungkap Alasannya
Evolusi Mahjong Ways Dari Masa Ke Masa Yang Bikin Penasaran Diungkap Laporan Industri
Mahjong Ways Tetap Eksis! Ini Rahasia Bertahan di Tengah Persaingan Industri Game Ketat
Identitas Visual Mahjong Ways Bikin Penggemar Terpikat! Media Online Soroti Konsistensinya
Tren Digital Menggairahkan Lagi! Game Penghasil Uang Cepat Jadi Sorotan Publik
Kenapa Game Penghasil Uang Cepat Menarik Minat Pemain Indonesia? Ini Alasannya!
Benarkah Game Penghasil Uang Cepat Makin Diminati? Faktanya Mengejutkan!