Usai Tidur Panjang Akibat Pandemi Covid-19, Kesenian di Indramayu Bangkit Lagi
Terasjabar.co – Usai tertidur cukup panjang, akibat dampak pandemi Covid-19, kini para pelaku seni ataupun seniman panggung hiburan di Indramayu, Jawa Barat tampaknya mulai bangkit lagi.
Salah satu ragam kesenian yang ada di Kabupaten Indramayu yang cukup ramai menerima order panggung dari pemangku hajat, baik perorangan ataupun perusahaan adalah grup seni sandiwara Dwi Warna yang beralamat di Desa Santing, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Grup seni sandiwara Dwi Warna ini mempunyai semboyan atau tagline Si Raja Gamelan. Sandiwara yang tergolong papan atas ini dipimpin seorang wanita yang juga seniman yakni Hj. Wasrini.
Berdiri sejak puluhan tahun silam. Dan hingga saat ini grup sandiwara Dwi Warna masih cukup eksis menghibur masyarakat.
Selama bulan Agustus 2022, jadwal panggung seni sandiwara Dwi Warna tercatat full menerima undangan panggung.
Tak ada hari kosong selama Agustus 2022. Dari mulai tanggal 1 hingga 31 Agustus 2022, Dwi Warna berkeliling dari satu tempat ke tempat lain menghibur para penggemarnya.
Penggemar sandiwara ini tak terkecuali masyarakat Indramayu saja. Banyak juga masyarakat luar daerah Kabupaten Indramayu seperti Kabupaten Cirebon, Majalengka dan Subang yang menggemari seni sandiwara Dwi Warna.
Hal tersebut terlihat dari undangan pementasan atau jadwal panggung grup seni sandiwara Dwi Warna ke luar daerah Kabupaten Indramayu selama bulan Agustus 2022.
Pementasan para pemain sandiwara Dwi Warna saat menghibur masyarakat di wilayah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. (Foto:Taryani)
Undangan pementasan ke Kabupaten Cirebon tercatat lima kali. Yaitu pementasan siang – malam di Kecamatan Gebang, Ciwaringin dan Jamblang masing-masing satu kali dan dua kali pementasan siang malam di Kecamatan Klangenan.
Di Kabupaten Subang, pementasan sandiwara yang disutradarai H. Wawan ini sebanyak 3 kali, yakni di Kecamatan Pusakajaya, Cibogo dan Pusakanagara.
Sedangkan di Kabupaten Majalengka, undangan pementasan sebanyak 2 kali, yakni di Kecamatan Jatitujuh dan Ligung.
Pementasan terbanyak sandiwara Dwi Warna berlangsung di Kabupaten Indramayu, jumlahnya 21 kali, yakni di Kecamatan Patrol, Sukra, Tukdana, Widasari, Cantigi, Kota Indramayu, Sindang, Kandanghaur, Sukagumiwang, Karangampel, Terisi, Lelea dan Sliyeg.
Salah seorang pemangku hajat yang mengundang grup kesenian sandiwara Dwi Warna, Karta, 52 menyebutkan, biaya pementasan grup seni sandiwara Dwi Warna lumayan besar, mencapai lebih dari Rp 25 juta.
Bahkan jika undangan pementasan ke luar wilayah Kabupaten Indramayu, biayanya lebih besar lagi. Hal itu karena ongkos atau biaya transport yang lebih besar ketimbang diundang pentas di wilayah Kabupaten Indramayu.
Meskipun biayanya tergolong besar katanya namun ada satu kebanggaan selaku tuan rumah yaitu banyaknya jumlah penonton yang hadir. “Kita sebagai pemangku hajat merasa gembira jika banyak undangan ataupun penonton yang hadir,” katanya.
Diakui, kru seni sandiwara Dwi Warna ini cukup banyak. Jumlahnya mencapai sekitar 55 orang. Terdiri dari nayaga atau penabuh gamelan, pemain dan peralatan panggung dan dekorasi serta sopir angkutan.
Para kru sandiwara ini mendapat jamuan makan dari pemangku hajat sebanyak tiga hingga 4 kali sehari-semalam. Belum termasuk pemberian jatah rokok masing-masing kru sebanyak 2 bungkus.
“Ya kalau hitungan biayanya cukup besar. Tapi tidak apa-apalah, hal itu sebanding dengan kebanggan yang diperoleh pemangku hajat,” ujarnya. (Taryani)






Leave a Reply