Rumah Intelektual Pemuda Muslim (RITME) Helat Kegiatan Literasi Sejarah dan Politik, Bedah Buku 1 Negeri 3 Proklamasi di IPB University

Terasjabar.co – Bak oase di tengah padang pasir, Rumah Intelektual Pemuda Muslim (RITME) berhasil menghelat kegiatan literasi sejarah dan politik, bedah buku 1 Negeri 3 Proklamasi di IPB University pada Sabtu (23/8/2025).

Kegiatan tersebut menghadirkan sejarawan publik sekaligus penulis buku 1 Negeri 3 Proklamasi, Nunu A. Hamijaya dan Beggy Rizkiyansyah yang merupakan Founder JIB @jejakislambangsa.

“Kegiatan bertajuk “Sejarah Kemerdekaan Dalam Persimpangan Ideologi” ini dihadiri hampir 100 orang peserta dari berbagai daerah, meliputi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat dan sekitarnya, yang terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari dosen, aktivis mahasiswa, hingga Rektor salah satu PTS di Tangerang”, kata Ketua Bidang Komunikasi/Publikasi Panitia Bedah Buku 1 Negeri 3 Proklamasi, Syifa Susilawati kepada awak media.

Dalam sesi pembukanya, Beggy memulai dengan ulasan mengenai bagaimana sejarah awal perdebatan Ideologi antara Islam, Komunis dan nasionalis hingga diskursus mengenai relasi Islam dan Negara di Indonesia terbentuk. Ia menyatakan bahwa perdebatan ini bukan merupakan hal baru.

Sejak sebelum proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 1945, diskursus ideologi telah dimulai. Perdebatan dan tradisi kritik antar Ideologi di masa kemerdekaan terjadi sangat gamblang, mulai dari perdebatan wacana melalui tulisan, seperti yang terjadi antara Ahmad Hassan dan Sukarno, kemudian perdebatan ideologi yang tercatat dalam risalah perdebatan BPUPKI, PPKI hingga puncak perdebatan ideologi Islam dan Nasionalis dalam siding Konstituante.

“Indonesia tuh ngomongin ideologi gausah baper… Indonesia ini dibangun dari perdebatan, bukan dari akur akuran, bukan satu hal, bukan saling menegasikan”, kata Beggy dalam sesi pembukanya.

Menurut Beggy, Buku 1 Negeri 3 Proklamasi, tidak hanya mencakup pembahasan sejarah, tetapi juga mengandung pembahasan fiqih, hukum, agama, hingga hukum internasional.

Ia membedah buku 1N3P dengan mengemukakan beberapa pandangannya terhadap buku yang ditulis oleh Nunu. Pertama, mengenai bayangan kebangsaan orang-orang sekuler yang luput dari pembahasan buku tersebut. Kedua, kritiknya terhadap kedudukan diplomasi pasca proklamasi yang baginya diplomasi dipandang penting untuk menghadapi tantangan global: ekonomi, geopolitik dan perjuangan kelompok sipil. Ketiga, ia berpendapat bahwa tafsir sila satu “Ketuhanan yang Maha Esa” bisa dilihat dari perumusnya; Haji Agus Salim; ketuhanan yang Maha Esa itu maksudnya Aqidah-Tauhid.

Pegiat JIB ini juga menyoroti fenomena stigmatisasi dan labeling radikal, teroris yang biasanya dilekatkan kepada masyarakat yang mendiskusikan soal Islam bernegara, Negara Islam dan politik Islam. Menurutnya, hal ini merupakan bagian dari sistem Islamophobia yang diciptakan, terutama saat orde baru yang berusaha mendemolisasi Islam politik. Ternyata islamophobia dan Upaya demolisasi Islam politik sudah terjadi sejak masa kolonial, tepatnya saat perang Aceh. Dimana Snouck Hurgronje, penasehat Pemerintah Hindia-Belanda merumuskan teori yang memperbolehkan praktik Islam secara ritual tetapi melarang keras Islam bicara soal politik. Islam dianggap kuno, dan hukum islam disebut hukum abad pertengahan.

Narasi sejarah S.M. Kartosuwiryo di masa orba berusaha untuk dijadikan batu loncatan isu Islamofobia dengan mengangkat retorika dirinya sebagai pengkhianat, penganut mistisme. Orde baru juga memanfaatkan narasi sejarah DI untuk mendemolisi politik islam. Ia mengemukakan wacana bahwa pembahasan mengenai Kartosuwiryo di masa depan harus dimulai dengan demistifikasi sosoknya dan tidak hanya mengangkat gagasan-gagasan politiknya. Melainkan juga perlu mengangkat wajah lain Kartosuwiryo dari sisi pemikirannya mengenai isu sosial, isu pendidikan, dan isu perempuan.

Politik Historiografi dan Legalitas NII Dalam Pandangan Hukum Internasional

Penulis 1 Negeri 3 Proklamasi, Nunu A. Hamijaya membuka pembicaraan dengan mengutip ungkapan Eleanor Roosvelt,“Great people talks about ideas, ordinary people talks about events, and small people talk about other people”, ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut ia memaparkan pembahasan mengenai politik historiografi Islam bernegara di Indonesia. Politik Historiografi berarti perilaku politik kekuasaan dalam mengendalikan sejarah. Bentuk politik historiografi diantaranya: (1) cacat logika sejarah, (2) cacat sejarah, (3) mitos sejarah,(4) penghilangan/penguburan/pengaburan sejarah dan (5) dan indoktrinasi sejarah.

Nunu menjabarkan bahwa historiografi nasional di Indonesia yang dibentuk Orde Baru hingga saat ini cenderung sentralistrik, karena hanya mengejawantahkan perspektif militer dan produksi sejarah dikendalikan oleh negara. Historiografi versi militer yang dimaksud diantaranya mengenai Madiun Affair, (1948), DI-TII (1949-1962), PDRI (1948), PRRI dan Masjumi (1954-1960), peristiwa 1965 hingga Supersemar 1967.

Bahwa berdirinya Negara Islam Indonesia (NII) pada 7 Agustus 1949 bukan keputusan orang perorang, bukan juga Keputusan pribadi SM. Kartosuwityo, melainkan hasil keputusan kongres ulama di Tjisajong pada 11 Februari 1948. Adapun legal-standing NII dalam hukum internasional itu sah, merujuk kepada Konvensi Montevideo 1903, Konvensi Jenewa 1949. Artinya bukti kongkret mengenai legal standing NII dalam hukum internasional dibuktikan dengan banyak dokumen. Namun hal ini jarang dikaji, karena alasan politik. Terutama karena NII sedang dalam keadaan kalah.

Pada awalnya, musuh NII bukanlah Republik Indonesia (RI), melainkan pemerintah Belanda. Namun komunikasi politik antara NII dengan otoritas RI pada saat itu tidak berjalan dengan baik dan berakhir dengan bentrokan bersenjata.
Dalam sesi penutup , ia menyampaikan bahwa pedoman atau role-model Islam bernegara sudah sudah dicontohkan melalui pola perjuangan Rasulullah ﷺ. Dimana Rasulullah dan para sahabat, memproses ummat pada masanya untuk menegarakan islam, bukan mengislamkan negara.

Salah satu peserta, Husyari dari BEM IUQI Bogor menyatakan kesannya, “Saya senang karena mendapat POV yang baru dari sudut pandang yang jarang ditemui. Ini pembelajaran penting bagi kami. Kita rasa sejarah-sejarah yang sempat terkubur, atau tidak diketahui umum, perlu diungkap kepada umum agar kita mengetahui kiranya sikap-sikap yang akan kita ambil kedepannya dan kita mengkontruksi sejarah yang dulu pernah terjadi untuk Indonesia yang lebih cerah”, ungkapnya.

Saat ini, giat diskusi sejarah dan politik Islam bagi kalangan pemuda menjadi kegiatan yang penting digalakkan kembali. Di tengah riuhnya gejolak politik nasional yang menuntut solusi perbaikan. Pemuda harus memiliki konstruksi berfikir kritis, terutama mengenai sejarah yang tak jarang mengalami politik hisoriografi.

Buku 1 Negeri 3 Proklamasi merupakan historiografi alternatif yang menawarkan gagasan baru dalam memahami sejarah Islam bernegara di Indonesia secara ilmiah dan kaya akan data. Sehingga buku ini perlu dibaca dan didiskusikan dalam forum-forum pergerakan kepemudaan. Karena masa depan Indonesia berada di tangan para pemuda. Maka historiografi sejarah yang jujur tanpa distorsi ataupun kepentingan politis perlu dibuka seterang-terangnya. Agar fungsi didaktis sejarah sebagai pelajaran, dapat disintesiskan secara utuh.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

thirteen + two =

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization
Menekan Spin Delay Is The Key Dengan Irama Tidak Teratur 2 Detik, 5 Detik, 8 Detik Bisa Membingungkan Randomizer Atau Hanya Ritual Ocd Saja
Masa Depan Hiburan Digital Interaktif Dibahas Melalui Perpaduan Teknologi Dan Narasi Pada Wild Bounty Showdown
Inovasi Seotda Baccarat Dari Pragmatic Play Menggabungkan Budaya Korea Dan Format Baccarat Modern Di Tahun 2026
Infrastruktur Game Digital Lebih Siap Menghadapi Gangguan Berkat Cyber Resilience Architecture
RTP Mahjong Scatter Hitam Pragmatic Play Hadir Nonstop 24 Jam Berkat Inovasi Teknologi AI Terbaru
Mahjong Ways Dioptimalkan Dengan Grafis Engine HTML5 Dan Kecepatan Respons Antarmuka Pengguna
Mahjong Ways Menjelaskan Mekanisme Perhitungan Kombinasi Kemenangan Dari Kiri Ke Kanan
Infrastruktur Digital Menjaga Stabilitas Performa Meskipun Beban Sistem Terus Meningkat
Data Historis Menjadi Dasar Pengembangan Algoritma Prediktif Generasi Terbaru
Literasi Risiko Menjadi Penting Seiring Pertumbuhan Investor Pasar Modal Indonesia