Islam dan Akhir Sejarah: Menolak Tunduk, Menawarkan Jalan

Oleh:
Nunu A. Hamijaya
(Sejarawan Publik/Penulis Tetralogi Islam Bernegara dan Negara Umat)

Terasjabar.co – Ketika Francis Fukuyama menerbitkan bukunya The End of History and the Last Man pada awal 1990-an, dunia, terutama Barat, sontak tergoda oleh narasi euforia. Dalam tesisnya, Fukuyama menyatakan bahwa sejarah umat manusia telah mencapai titik akhir dengan kemenangan sistem liberal demokrasi dan kapitalisme pasca-Perang Dingin. Dalam pandangannya, ideologi lain, termasuk sosialisme, fasisme, apalagi Islam politik, dianggap sudah usang dan tak mampu bersaing dalam arena global.

Namun kini, setelah tiga dekade lebih sejak tesis itu dilontarkan, dunia justru menyaksikan kegagalan dari sistem yang diagungkan Fukuyama. Krisis moral di Barat, keruntuhan ekonomi akibat kapitalisme rakus, perang yang tak berkesudahan, serta kekosongan spiritual generasi muda global membuktikan bahwa liberalisme bukanlah ujung peradaban. Tesis Fukuyama telah lapuk sebelum waktunya. Sejarah tidak pernah berakhir, karena fitrah manusia akan selalu mencari kebenaran, keadilan, dan makna hakiki.

Islam: Jalan Peradaban, Bukan Sekadar Agama

Dalam konteks inilah Islam tampil bukan sebagai pengikut narasi Barat, tetapi sebagai alternatif peradaban. Islam tidak memandang sejarah sebagai linear menuju satu titik akhir sekuler. Sebaliknya, Islam memandang sejarah sebagai medan dakwah, jihad pemikiran, dan perjuangan moral untuk menegakkan keadilan Tuhan di bumi.

Di Indonesia, sebagian umat Islam masih terjebak dalam dikotomi palsu antara Islam dan nasionalisme. Padahal sejarah mencatat, sejak awal kemerdekaan, Islam telah menawarkan fondasi negara yang kokoh: Piagam Jakarta (22 Juni 1945) dan Qonun Asasi NII 1949. Dua dokumen ini bukan hanya artefak sejarah, melainkan manifestasi dari cita-cita bangsa yang menjadikan nilai-nilai ilahiah sebagai dasar bernegara.

Piagam Jakarta, misalnya, dengan tegas memuat kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya. Ini bukan bentuk paksaan, melainkan jaminan kultural dan spiritual agar umat Islam dapat mengamalkan agamanya secara utuh. Sedangkan Qonun Asasi NII 1949, produk perjuangan Negara Islam Indonesia (NII), menawarkan sistem pemerintahan berdasarkan tauhid, keadilan sosial, dan musyawarah, yang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip universal demokrasi, tetapi disucikan oleh akhlak dan hukum Tuhan.

Mengapa Gagal? Karena Takut pada Bayangan Fukuyama

Sayangnya, ketakutan terhadap stigma “anti-Pancasila” atau “anti-NKRI” membuat banyak kelompok Islam di Indonesia mundur dari perjuangan ideologis. Mereka menerima demokrasi prosedural, tetapi kehilangan ruh Islam dalam mengatur negara. Ironisnya, mereka yang masih berjuang menegakkan syariat sering kali difitnah sebagai intoleran, radikal, bahkan teroris, semata karena menolak tunduk pada nalar sekuler.

Padahal, penegakan syariat Islam bukan ancaman terhadap Indonesia, tetapi penyelamat dari kehancuran moral dan disintegrasi sosial. Sistem sekuler, warisan dari reformasi 1998 dan amandemen UUD 2002, telah mengganti wajah konstitusi Indonesia menjadi liberal. Kedaulatan rakyat digantikan oleh kekuasaan oligarki. Agama dipinggirkan menjadi urusan privat. Pendidikan menjadi ladang kapital. Inilah kemenangan Fukuyama yang disambut diam-diam oleh elite nasional, sambil menindas ruh bangsa sendiri.

Piagam Jakarta dan Qonun Asasi: Solusi yang Terbengkalai

Umat Islam Indonesia tidak membutuhkan demokrasi Barat. Kita memiliki jalan ketiga yang lebih adil, manusiawi, dan bermartabat: Piagam Jakarta dan Qonun Asasi. Dua dokumen ini adalah warisan perjuangan, bukan sekadar draft politik. Ia mengandung konsep negara berketuhanan yang tidak mengorbankan pluralisme, melainkan menjaganya dengan dasar moral.

Hari ini, saat dunia mulai lelah dengan demokrasi liberal yang pincang dan diktatorisme terselubung, saatnya umat Islam Indonesia kembali menggali sumber identitas dan peradabannya sendiri. Kita tidak perlu ikut-ikutan merayakan “akhir sejarah” versi Fukuyama. Sejarah kita belum selesai, karena kita belum menjadikan Islam sebagai asas bernegara.

Kemenangan Islam adalah Kebangkitan Akal Sehat

Menerima Islam sebagai dasar peradaban bukanlah bentuk penolakan terhadap kemajuan. Justru di situlah kemajuan hakiki bermula ketika nilai spiritual, keadilan sosial, dan kemanusiaan sejati menjadi satu. Tesis Fukuyama gagal karena ia menafikan kebutuhan terdalam manusia: hubungan dengan Tuhan.

Indonesia tidak ditakdirkan menjadi budak ideologi asing. Umat Islam Indonesia tidak ditakdirkan menjadi pengikut buta globalisme. Kita memiliki Piagam Jakarta dan Qonun Asasi, dua cahaya yang siap menerangi kembali jalan bangsa ini, bila kita berani menempuhnya.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

seventeen − nine =

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization
Menekan Spin Delay Is The Key Dengan Irama Tidak Teratur 2 Detik, 5 Detik, 8 Detik Bisa Membingungkan Randomizer Atau Hanya Ritual Ocd Saja
Masa Depan Hiburan Digital Interaktif Dibahas Melalui Perpaduan Teknologi Dan Narasi Pada Wild Bounty Showdown
Inovasi Seotda Baccarat Dari Pragmatic Play Menggabungkan Budaya Korea Dan Format Baccarat Modern Di Tahun 2026
Infrastruktur Game Digital Lebih Siap Menghadapi Gangguan Berkat Cyber Resilience Architecture
RTP Mahjong Scatter Hitam Pragmatic Play Hadir Nonstop 24 Jam Berkat Inovasi Teknologi AI Terbaru
Mahjong Ways Dioptimalkan Dengan Grafis Engine HTML5 Dan Kecepatan Respons Antarmuka Pengguna
Mahjong Ways Menjelaskan Mekanisme Perhitungan Kombinasi Kemenangan Dari Kiri Ke Kanan
Infrastruktur Digital Menjaga Stabilitas Performa Meskipun Beban Sistem Terus Meningkat
Data Historis Menjadi Dasar Pengembangan Algoritma Prediktif Generasi Terbaru
Literasi Risiko Menjadi Penting Seiring Pertumbuhan Investor Pasar Modal Indonesia