Momentum Hijrah, Momentum Tegaknya Islam Kaffah
Oleh:
Santika
(Pejuang Syariah)
Terasjabar.co – Pawai obor diberbagai tempat menandakan telah masuknya bulan muharram. Tahun baru Islam yang mengawali penanggalan hijriah. Merujuk pada kalender Hijriah Indonesia tahun 2025, tanggal 1 Muharram 1447 H bertepatan dengan hari Jumat, 27 Juni 2025. Tanggal 1 Muharram ini sekaligus menjadi titik awal pergantian tahun dari 1446 ke 1447 Hijriah, dan diperingati oleh umat Islam sebagai Tahun Baru Islam (http://www.antaranews.com, 21 Juni 2025).
Tentunya tahun baru hijriyah mengingatkan pada peristiwa hijrahnya Rasulullah saw. dari Mekkah ke Madinah di tahun 622 Masehi. Rasulullah saw mendapatkan wahyu surat an nisa ayat 100 yang memerintahkan untuk berhijrah “Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh, telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.
Sejak Turun wahyu Rasulullah saw melakukan hijrah bersama para sahabat. Hijrah yang dilakukan oleh Rasulullah saw merupakan perjalanan yang tidak mudah. Karena pada saat itu Rasulullah dikejar – kejar oleh kaum kafir Quraisy yang tidak suka dengan dakwah Rasulullah. Namun Rasulullah dan para sahabat tetap berjalan dengan penuh keyakinan bahwa Allah Swt. akan memberikan kemenangan di tangan kaum muslim.
Janji Allah itu benar dan pasti, setelah melalui berbagai rintangan dan berbagai penolakan terhadap dakwah Islam. Kemudian sampailah Rasulullah saw dan Para sahabat di Madinah. Disanalah Rasulullah disambut dengan penuh suka cita dan tangan terbuka. Di Madinah Rasulullah disambut Dan diangkat menjadi seorang pemimpin.
Sejak saat itulah kemuliaan Islam dapat dirasakan dengan diterapkannya sistem Islam di Madinah oleh Rasulullah saw. Islam menjadi mercusuar dalam berbagai aspek kehidupan mulai dari sistem ekonomi, Sosial, budaya, pergaulan, politik, pendidikan dll. Sehingga Islam menjadi Rahmatan lil’alamiin. Itulah gambaran ketika Islam diterapkan dalam aspek kehidupan.
Lalu, di Tahun Baru Hijriyah ini keadaan berbalik 360°. Islam kehilangan perisai, kehilangan junnah dan kehilangan marwah. Sejak tahun 1924 Islam kehilangan institusi yang menerapkan syariat Islam secara kaffah dalam sebuah sistem pemerintahan. Sehingga syariat Islam tidak bisa lagi diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan. Nasib Umat semakin suram dan kelam. Buktinya kasus genosida di Palestina tak kunjung berakhir, persatuan Umat tak kunjung tiba. Padahal seyogyanya islam diibaratkan satu tumbuh, ketika ada yang tersakiti maka seluruh umat harus merasakan hal yang sama. Apalah daya pemimpin umat tak lagi ada, sehingga umat Islam seperti ayam yang kehilangan induknya. Terpecah belah bukan menjadi umat yang satu. Terpecah karena pemikiran sekuler yang menghasilkan ide nasional state, sehingga umat terpecah belah menjadi negara-negara bagian.
Di momentum tahun baru hijriyah ini, selayaknya bagi kita untuk merenung dan introspeski baik individu dalam Hal aqidah Dan syariah, juga masyarakat sebagai support system ketaqwaan yang Kian hari Kian padam dalam semangat Amar ma’ruf nahyi munkar, juga introspeski negara yang belum juga menerapkan sistem Islam secara kaffah.
Padahal Rasulullah sudah mencontohkan bahwa syariat islam itu akan sangat praktis andaikan negara yang langsung mempraktekan Dan mengamalkannya juga menerapkannya.
Di tahun baru hijriyah ini jadikanlah kecintaan kita kepada Rasulullah saw. semakin bertambah sehingga kita akan senantiasa I’tiba kepada Rasulullah bukan hanya dalam perbuatan, tapi dalam segala aspek kehidupan, baik ucapan, perbuatan, maupun ketetapan yang beliau contohkan. Ini bukan hanya tentang meniru penampilan fisik, tetapi juga tentang mengadopsi nilai-nilai, sikap, dan perilaku yang sesuai dengan ajaran dan teladan Rasulullah. Termasuk bagaimana Rasulullah menerapkan Islam dalam sebuah negara yang bernama Madinah (Yastrib).
“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta”. (QS. Taha: 124).
Saatnya kita hijrah dari sistem kuffur menuju sistem Islam, dan siapkan diri kita untuk memperjuangkan kembali tegaknya syariah Dan khilafah di muka bumi. Hanya satu jalan yaitu dengan memahamkan umat dengan jalan dakwah ideologis. Sungguh, urgensi diterapkan kembali sistem Islam saat ini. Agar semua problematika Umat dapat terselesaikan karena telah terbukti hanya sistem Islam lah Rahmatan lil’alamiin dapat dirasakan oleh umat Islam bahkan orang -orang diluar Islam.
Wallahu’alam bisshawab.






Leave a Reply