PPIH Imbau Jemaah Haji Indonesia Tidak Memaksakan Diri Cium Hajar Aswad dan Umrah Sunnah Berlebihan
Terasjabar.co — Menjelang fase puncak ibadah haji, Arafah-Muzdalifah-Mina (ARMUZNA), Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) mengimbau jemaah haji Indonesia untuk menjaga kondisi fisik dan tidak memaksakan diri melakukan ibadah sunnah secara berlebihan, seperti mencium Hajar Aswad atau melaksanakan umrah sunnah berulang kali.
Erwinsyah Erick Blue, petugas PPIH Daker Makkah, dalam keterangannya Jumat (30/5/2025), menyampaikan bahwa salah satu masalah klasik jemaah haji Indonesia adalah keinginan kuat mencium Hajar Aswad karena dianggap menyempurnakan ibadah haji. Padahal, tindakan tersebut kerap menimbulkan risiko keselamatan, seperti terinjak, tertimpa, terluka, atau mengalami kelelahan fisik.
“Tidak sedikit jemaah yang memaksakan diri, padahal mencium Hajar Aswad bukan rukun atau wajib haji. Keselamatan jemaah harus menjadi prioritas utama,” tegas Erwinsyah.
Ia juga menyoroti fenomena jemaah yang telah melaksanakan umrah sunnah lebih dari 10 kali sebelum fase ARMUZNA dimulai. Kondisi ini dikhawatirkan menguras tenaga jemaah dan berdampak pada pelaksanaan ibadah wajib yang akan datang.
Pemerintah Arab Saudi sendiri telah mengambil langkah preventif dengan membatasi akses jemaah ke area tawaf dan membatasi mereka yang ingin mencium Hajar Aswad. Hanya jemaah yang sedang dalam keadaan ihram yang diperbolehkan berada di dekat Ka’bah, sebagai upaya untuk meminimalisasi potensi kerumunan dan bahaya.
Imbauan untuk Shalat Jumat Terakhir di Hotel
Hari ini menjadi Jumat terakhir sebelum fase ARMUZNA dimulai. Karena itu, petugas PPIH meminta jemaah untuk tidak memaksakan diri ke Masjidil Haram, khususnya setelah pukul 10 pagi waktu setempat.
“Lebih baik shalat Jumat di masjid sekitar hotel. Persiapkan diri dengan alat pelindung diri, botol minum, dan perlengkapan yang dibutuhkan demi kenyamanan dan keamanan,” tambahnya.
Kepada para petugas kesehatan haji (TKHI) dan pembimbing ibadah, Erwinsyah mengajak agar terus aktif memberikan edukasi dan pembinaan kepada jemaah kloternya.
“Jangan bosan mengingatkan. Jangan sampai hanya karena mengejar amalan sunnah, jemaah mengabaikan kesehatan dan akhirnya tidak optimal menjalankan ibadah wajib,” tutupnya.
PPIH berharap informasi ini dapat disosialisasikan kepada seluruh jemaah dan keluarga yang sedang menunaikan ibadah haji agar pelaksanaan ibadah berlangsung lancar, aman, dan sesuai dengan kondisi fisik masing-masing.






Leave a Reply