3 Inovasi Spektakuler Gusmen dalam Meningkatkan Kenyamaan dan Kekhusyukan Ibadah Haji 2024

Oleh:
Ajam Mustajam
(Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat)

Terasjabar.co – Ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim yang mampu, baik secara fisik maupun finansial. Setiap tahun, jutaan umat Islam dari seluruh dunia berkumpul di Tanah Suci untuk menunaikan ibadah yang agung ini. Mengingat besarnya skala pelaksanaan haji, kelengkapan fasilitas, kenyamanan jemaah, dan kekhusyukan ibadah menjadi bagian penting untuk diperhatikan.

Fasilitas yang memadai adalah salah satu aspek yang mendukung kelancaran pelaksanaan ibadah haji. Pemerintah Republik Indonesia, melalui Kementerian Agama terus melakukan terobosan dan inovasi dalam penyelenggaraan ibadah haji. Pihak yang menyediakan fasilitas di Arafah-Muzdalifah-Mina (Armuzna) adalah Mashariq. Fasilitas-fasilitas tersebut mulai dari layanan administrasi jemaah (kartu nusuk), akomodasi yang layak, transportasi yang aman, hingga layanan konsumsi.

Mashariq adalah kependekan dari Motawif Pilgrims for Southeast Asian Countries Co, sebuah perusahaan swasta yang menyediakan paket haji dan umrah. Perusahaan ini bekerja sama dengan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi setiap tahunnya. Penyediaan layanan jemaah haji di Arafah-Muzdalifah-Mina (Armuzna) sepenuhnya menjadi tanggung jawab Mashariq. Penyediaan layanan dalam skema kemitraan dengan otoritas Mashariq ini juga dilakukan oleh semua negara.

Operasional Armuzna yang baru saja selesai tanggal 13 Dzulhijjah 1445 H/19 Juni 2024 kemarin secara umum sukses berjalan dengan baik, meskipun masih ada sedikit kekurangan. Dalam operasional haji Tahun 2024, Gusmen membuat 3 terobosan atau inovasi yang spektakuler terutama di Armuzna yaitu dengan tidak menggunakan mina jadid sebagai tenda jamaah haji Indonesia, kemudian peluncuran aplikasi kawal haji, serta penerapan skema murur di Muzdalifah. Terkait dengan inovasi tersebut, tentu Gusmen mempertimbangkan 2 aspek, pertama aspek teknis dengan tujuan mempertimbangkan dapat mempercepat, mempermudah, dan memberikan kenyamanan serta keamanan bagi jemaah haji. Kedua, secara syariat, inovasi itu tidak bertentangan dengan syarat sahnya ibadah haji.

Pada tahun 2024, penempatan jemaah haji Indonesia yang tadinya di Mina Jadid, untuk musim haji tahun ini semuanya ditempatkan di wilayah Muaishim. Perubahan kebijakan itu sebagai upaya menambah tingkat kenyamanan jemaah haji Indonesia dalam beribadah terutama jemaah lansia agar tidak terlalu jauh dengan Jamarat. Kalaupun ada orang yang mengatakan bahwa tidak menggunakan Mina Jadid membuat kepadatan jamaah dan antrian toilet yang panjang, saya sebagai Tim Monitoring dan Evalasi Pelaksanaan Ibadah Haji tahun 2023 dengan tidak ada tambahan kuota 20.000, tingkat kepadatan tenda dan antrian toilet tidak kurang dari sekarang, baik yang ada di wilayah Mina Jadid maupun yang ada di wilayah Muaishim.

Peluncuran aplikasi Kawal Haji merupakan bagian dari komitmen Kementerian Agama Republik Indonesia untuk memudahkan akses bagi jemaah dan PPIH untuk menyampaikan persoalan terkait dengan penyelenggaraan ibadah haji.

Alhamdulillah adanya kebijakan dari Menteri Agama tentang skema murur di Muzdalifah berjalan sukses dan sangat membantu jamaah yang udzur. Dengan penerapan murur, jamaah yang memiliki udzur dapat melaksanakan bagian dari prosesi haji tanpa menambah kepadatan di Muzdalifah. Hal ini memungkinkan jamaah yang mampu bermalam di Muzdalifah mendapatkan ruang yang lebih luas dan mengurangi risiko kepadatan yang berlebihan.

Kementerian Agama mengedepankan kenyamanan dan kekhusyukan jemaah sebagai prioritas utama dalam penyelenggaraan ibadah haji. Kenyamanan ini mencakup berbagai aspek, seperti kondisi penginapan, makanan yang disediakan disesuaikan dengan kebutuhan jemaah seperti lansia, transportasi yang memadai, serta fasilitas umum yang mudah diakses. Pengaturan jadwal dan rute perjalanan yang efisien juga sangat berpengaruh terhadap kenyamanan jemaah. Dengan dukungan tim pembimbing dan petugas haji yang profesional, diharapkan para jemaah dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk dan nyaman.

Sementara, kekhusyukan dalam beribadah adalah tujuan utama dari setiap perjalanan haji. Untuk mencapai kekhusyukan ini, berbagai upaya dilakukan, mulai dari bimbingan rohani yang diberikan sebelum dan selama pelaksanaan haji, hingga penyediaan ruang-ruang ibadah yang nyaman dan kondusif. Pihak penyelenggara ibadah haji juga berupaya meminimalkan gangguan-gangguan yang dapat mengganggu konsentrasi jemaah dalam beribadah.

Kelengkapan fasilitas, kenyamanan jemaah, dan kekhusyukan ibadah merupakan tiga aspek penting dalam pelaksanaan ibadah haji. Dengan perhatian yang serius terhadap ketiga aspek ini, diharapkan setiap jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar dan penuh kekhusyukan, sehingga mencapai predikat haji yang mabrur dan mabrurah. Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Agama terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan, pembinaan, dan perlindungan kepada para jemaah haji Indonesia.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *