Kekejaman Zionis Merambah, Tanda Umat Butuh Junnah

Oleh:
Putri Efhira Farhatunnisa
(Pegiat Literasi di Majalengka)

Terasjabar.co – Tak cukup hanya meluluhlantakkan tanah suci Palestina, serangan pun semakin masif dilancarkan ke Libanon. Serangan yang terjadi sejak 8 Oktober tahun lalu itu kian membabi buta. Zionis terus membombardir tanah Libanon dengan dalih menargetkan Hizbullah. Namun nyatanya banyak pula infrastruktur dan warga sipil yang menjadi korban.

2255 orang tewas sejak tahun lalu dan sebagian besarnya berjatuhan karena serangan yang semakin brutal di beberapa pekan terakhir ini. Kepala Badan Pengungsi PBB menyatakan bahwa penyerangan infrastruktur sipil dan jatuhnya korban sipil merupakan pelanggaran hukum internasional. Namun pihak zionis Israel membantah hal tersebut (cnbcindonesia.com, 7/10/2024).

Islamophobia yang Nyata

Zionis laknatullah selalu membantah jika disebut menargetkan warga sipil, baik yang terjadi di Palestina maupun di Libanon. Padahal nyatanya memang warga sipil lah yang menjadi korban. Fakta tersebut harus membuat mata dunia terutama kaum muslim terbuka, bahwa zionis memang ingin melenyapkan Islam. Manusia keji bersama para pengikutnya itu memang tidak menginginkan eksistensi umat Islam.

Segala cara dilakukan demi memusnahkan Islam, mulai dari memecah belah umat Islam di dunia, fitnah terhadap ajaran dan apapun yang menyangkut Islam, hingga penyerangan fisik yang dilakukan secara brutal. Para musuh Islam ini menjadi semakin berani melayangkan nyawa umat Islam karena diamnya umat Islam itu sendiri.

Terbelenggu Sistem Kufur

Dapat kita lihat bahwa negara-negara Islam begitu sibuk dengan urusannya masing-masing. Apa yang mereka lakukan dalam menghadapi pembantaian yang terjadi hanya lontaran pengecaman. Hanya itukah yang mampu dilakukan? Padahal jika umat Islam bangun dan bersatu, akan mampu membuat musuh ketar-ketir ketakutan. Namun ternyata belenggu sistem kufur dan kilauan semu dunia telah begitu membutakan mata para pemimpin negeri muslim.

Mereka yang mendapat penyerangan fisik seperti Palestina dan Libanon membutuhkan dukungan militer untuk melawan penjajah. Pasukan militer tersebut bisa didapat dari pasukan-pasukan tiap negeri muslim yang ada di seluruh dunia. Dan itu akan terjadi jika kaum muslim paham atas tanggung jawabnya membela saudara seiman dan menjaga kiblat pertama umat Islam.

Saat ini sekat nasionalisme telah benar-benar menjadi benteng tebal antar sesama muslim. Menjadikan perjuangan membela saudara seiman hanya sebatas retorika tanpa aksi nyata. Kekuatan besar yang sebenarnya dimiliki, tertutupi oleh ketakutan atas kehilangan berbagai nikmat duniawi. Kaum muslim lupa, bahwa kenikmatan hakiki hanya bisa didapat ketika Allah meridlai kita. Dan ridla Allah hanya akan dicapai oleh ketaatan penuh pada-Nya.

Tegakkan Islam Sang Junnah

Para pemimpin muslim itu lupa bahwa Islam pernah menjadi negara kuat yang berwibawa, menjadi negara adidaya selama berabad-abad lamanya. Sehingga musuh Islam tak memiliki keberanian untuk melawannya. Melihat besarnya usaha para musuh Islam untuk menahan kebangkitan Islam, merupakan indikator seberapa takutnya mereka melihat Islam bangkit dan berjaya kembali. Maka umat Islam harus bangkit untuk bersatu dan menegakkan kembali institusi Islam.

Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin, akan menjadi pelindung bagi umat manusia. Perdamaian dunia yang hakiki akan terwujud dengan berbagai mekanisme yang dimiliki Islam. Umat Islam harus paham bahwa setiap aturan Islam adalah suatu bentuk kasih sayang Allah, dan pasti mengandung maslahat meskipun kita harus melakukannya sebagai bentuk ketaatan pada Allah. Yang paling mengetahui adalah Sang Pencipta, yang datang dari-Nya tak mungkin keliru.

Dalam Islam, nyawa seseorang sangatlah berharga, tak akan dibiarkan melyang begitu saja. Jangankan nyawa, ketika kehormatan seorang muslimah diganggu saja langsung ditindak tegas oleh pemimpin Islam. Di Madinah, pernah terjadi seorang muslimah yang tengah berbelanja di pasar Yahudi disingkap pakaiannya oleh seorang Yahudi dari Bani Qainuqa. Seketika seorang pedagang Muslim melakukan pembelaan terhadap Muslimah tersebut. Namun, pedagang Muslim tersebut lalu dibunuh beramai-ramai oleh para Yahudi lainnya.

Mendengar peristiwa tersebut, Rasulullah saw. murka. Beliau lalu mengirimkan pasukan untuk menghukum Bani Qainuqa. Kaum Muslim mengepung benteng Yahudi Bani Qainuqa selama 15 hari 15 malam. Akhirnya, mereka menyerah dan diusir dari Madinah. Demikianlah ketegasan Rasulullah saw.—sebagai kepala Negara Madinah saat itu—terhadap kaum Yahudi yang menista kaum Muslim/Muslimah.

Jika ketegasan tersebut dimiliki oleh Islam saat ini, akankah musuh Islam berani menginjak-injak Islam? Sebelum melakukannya tentu mereka akan berpikir berulang kali. Maka satu-satunya solusi untuk masalah yang menimpa Libanon dan Palestina adalah menegakkan Islam kembali. Agar umat Islam bersatu di bawah satu pemimpin, satu bendera, dan satu aturan yaitu Islam sebagai perisai (junnah).

Ketika solusinya sudah jelas, maka seluruh umat Islam wajib memperjuangkan tegaknya Islam. Di mana hukum Islam diterapkan secara menyeluruh (kaffah). Dengan begitu Islam dapat menemukn kekeuatan dan kemuliaannya kembali. Tentu hukum buatan manusia harus dihapuskan dan hanya menggunakan aturan-Nya. Wallahu a’lam bishshawab .

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

two × 4 =

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam