Semangat Pemuda untuk Membangun Peradaban Islam

Oleh:
Tawati
(Aktivis Muslimah dan Revowriter Majalengka)

Terasjabar.co – Sejak Tahun 2020, selama pandemi covid-19 perekonomian di Bandung, Jawa Barat sangat terpukul. Maka dari itu, dalam memperingati hari sumpah pemuda pada 28 Oktober 2022, Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengajak para milennial dan Gen Z di Kota Bandung untuk turut berperan aktif dalam pemulihan ekonomi.

“Semangat pemuda untuk melakukan pemulihan ekonomi pasca pandemi covid-19. Semangat ini yang kita lakukan bersama,” ujar Yana, Jumat (28/10/2022) lalu.

Pemuda adalah sosok yang memiliki energi besar untuk menjadi penggerak, sosok yang punya pengaruh besar dalam perubahan kebijakan, punya idealisme kuat untuk diarahkan, sosok dengan wawasan lebih luas dan akses pendidikan tak terbatas.

Di hari ini, pemuda dituntut untuk mengurus dirinya sendiri dengan membangun potensi dan iklim dunia kerja secara mandiri. Pendidikan dasar dan menengah diarahkan dengan pendidikan teknis, kejuruan, dan tersier yang menyediakan keterampilan bagi pemuda agar siap bekerja dan berwirausaha.

Secara khusus, kaum muda memperoleh pendidikan dan keterampilan yang dibutuhkan agar mampu berkontribusi dalam ekonomi produktif. Mereka membutuhkan akses ke pasar kerja yang dapat menyerap ke dalam angkatan kerja. Maka, sekolah-sekolah kejuruan menjadi pilihan karena diharapkan ketika lulus sekolah mereka siap terjun ke lapangan pekerjaan.

Ironis. Ketika para pemuda hari ini dibentuk hanya sebagai pekerja sementara SDA di negeri ini begitu berlimpah ruah. Sangat disayangkan jika potensi luar biasa pemuda sebagai agen perubahan hanya diarahkan pada sektor perekonomian semata. Pemuda dijadikan mesin ekonomi dalam sistem hari ini.

Peran Pemuda dalam Kapitalisme

Dalam kacamata kapitalisme, seseorang selalu diukur dengan nilai ekonomi yang mampu dihasilkannya. Sumber Daya Manusia adalah salah satu modal dalam menggerakkan ekonomi. Mereka diekploitasi untuk menjadi pekerja dengan upah murah dan sebagai konsumen untuk bisnis para kapital.

Tujuan untuk meraih kesejahteraan, pengentasan kemiskinan dan pendidikan yang merata sejatinya hanyalah topeng semata. Berbagai program dijalankan agar kontrol para kapital dunia atas kebijakan negara-negara pengekor terus sejalan dengan tujuan mereka. Utamanya negeri-negeri Muslim yang potensi alam dan manusianya berlimpah tetapi pemikirannya telah dijajah.

Kini peran pemuda telah terdistorsi. Orientasi hidup mereka pun diarahkan pada kehidupan yang materialistis, sekuler dan liberal. Mereka berlomba-lomba untuk mengejar kebahagiaan materi tanpa mengindahkan aturan agama. Sehingga muncullah para pemuda labil, yang tidak memiliki standar jelas dalam pengambilan keputusan.

Peran Pemuda dalam Islam

Dalam Islam pemuda adalah pemain utama dalam kebangkitan. Pemuda muslim memiliki kewajiban untuk mewujudkan kebangkitan Islam. Mereka dibina dengan semangat dakwah dan jihad. Dibentuk untuk menjadi pemimpin yang akan menyebarkan Islam ke seluruh penjuru dunia. Bukan sebagai tenaga kerja tetapi sebagai panglima-panglima perang yang akan ditakuti oleh seluruh musuh-musuh Islam.

Di sisi lain, kebangkitan Islam adalah keniscayaan masa depan. Dalam The Clash of Civilizations and the Remaking of World Order (1996), Samuel Huntington memprediksi benturan peradaban yang paling keras akan terjadi antara kebudayaan Kristen Barat dan kebudayaan Islam.

Bangkitnya umat Islam yang bersatu dalam naungan Islam merupakan lonceng kematian bagi Barat. Maka, Barat berusaha mencegah kebangkitan umat Islam dengan membajak peran pemudanya. Untuk itu, kita harus mewaspadai terhadap setiap pembajakan potensi pemuda salah satunya dibalik arus ekonomi yang melibatkan pemuda.

Wallahu a’lam bishshawab.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *