100 Tahun PAN Islamisme, Perang Iran vs AS-Israel dalam Historiografi Indonesia

Oleh:
Nunu A. Hamijaya
(Sejarawan Publik & Pusat Studi Sunda)

Terasjabar.co – Dengan narasumber seperti Dr. Nasir Tamara, Dr. Dina L. Sulaeman, dan Darmawan Sepriyossa, Penyelenggara Rumah Pemuda Madani berkolaborasi dengan Keluarga Muslim ITENAS dan disupport oleh Ikrima SMA Kartika XIX-1 dan DKM SMAN 24 Bandung. Dihadiri oleh peserta dari berbagai sekolah, kampus, dan komunitas di Bandung.

Dengan tajuk “Awaken: Memperingati Satu Abad Pan Islamisme” berhasil menarik minat tidak kurang dari 100 orang generasi muda muslim Gen Z hadir mengikuti diskusi di Kampus ITENAS Bandung.

Gagasan PAN Islamisme seabad lalu itu dicetuskan Sayyid Jamaludin Al Afgani, asal Asadabad, Iran/Parsi menemukan momentumnya dengan drama Perang Iran vs AS-Israel (2026). Meskipun lebih dikenal sebagai al Afgani, yang menyiratkan wilayah Sunni-Afganistan, sesungguhnya sejak awal disadarinya sebagai strategi agar dapat leluasa bergerak ditengah-tengah mayoritas masyarakat Sunni, daripada Syiah yang minoritas. Namun, puncak karirnya adalah di tengah masyarakat Sunni-Mesir, dii Kairo di tengah lingkungan Universitas al Azhar, perguruan tinggi islam peninggalan dinasti Fatimiyyah-Syiah Isma’ili melaluii tangan komandan Fatimiyah Jawhar al-Siqilli atas perintah Khalifah dan Imam Al-Mu’izz li-Din Allah saat ia mendirikan kota untuk Kairo.

Latarbelakang nasab dan strategis politik Sayid Jamaludina Al Afgani menjadi sebuah pelajaran penting tentang sejatinya Syiah-Sunni bukan lah musuh seteru, tapi justru lahir dari rahim yang sama Islam pasca wafat Nabi SAW. Oleh karena itu, semua perbedaan itu bersifat fiqiyyah siyasah saja yang tidak menggugurkannya di luar Islam. Keduanya adalah bersaudara., Innamal mukminunan ikhwatun.

Perjalanan mempersatukan umat dibawah panji Islam, rupanya tidak mendapat titik temu dengan maksud Sultan Hamid II. Sementara visinya adalah upaya revolusi total dan pembebasan dari monachi; sedangkan Sultan Hamid II sebagai alat propaganda politik,saat Kekhilafan Utsmani dalam kondisi titik nadir keruntuhannya hingga infiltrasi kaum Muda Turki sekuler, Mustafa Kemal Atatürk (1881-10 November 1938) berhasil menghancurkannya dari dalam, hingga berdirinya Republik Sekukler Nasional Turki (1924). Sayid pun wafat (9 Maret 1897) di Istambul dalam status tahanan kota. Kematiannya diduga diracun meskipun secara medis disebabkan kanker. Tahun 1944, jenazahnya dipindahkan ke Afganistan.

Surat kabar Al-Jamia al-Arabiyya pada 30 Oktober 1930 menaikkan artikel berjudul “Yaum Filasṭīn Fī Indūnīsiyā” (Hari Palestina di Indonesia). Artikel itu memberitakan perkumpulan pelajar Indonesia di Mesir yang mengingatkan bahwa persoalan adalah tanggung jawab setiap muslim, bukan sekedar bangsa Arab. Mereka juga mengajak untuk mengumpulkan dana dan dukungan intelektual kepada Palestina dan mengusulkan peringatan hari Isra Mi’raj sebagai “Hari Palestina”.

Kongres Pan-Islamisme pertama kali berlangsung pada Mei 1926 yang dihadiri 12 negera. Pan-Islamisme (al-Jami’ah al-Islamiyyah) adalah paham politik Islam sebagai rasa solidaritas di antara seluruh umat Islam (ukhuwah islamiyyah) yang telah ditanamkan sejak masa Nabi Muhammad saw. Ini merupakan masalah penting dan selalu diupayakan terwujud dari masa ke masa.

Secara umum, ada dua sumber rujukan utama pemikiran Jamaluddin al-Afghani terhadap konsep pan Islamisme: al Wihdah al-Islamiyah (kesatuan Islamisme) dan al-Wihdah wa al-Siyadah (kesatuan kepenguasaan).

Pertama, al-Wihdah al-Islamiyah. Bagi Afghani, untuk mengembalikan kewibawaan Islam di mata dunia barat haruslah diawali dengan kesatuan pandangan terhadap ajaran Islam itu sendiri. Merebaknya ajaran-ajaran bid’ah dikalangan umat Islam, fanatisme terhadap mazhab-mazhab, serta alergi terhadap modernis ialah awal dari kemunduran umat. Baginya tidak bisa jika Islam hanya ditempatkan sebatas ajaran-ajaran ritus semata karena sebab pemahaman inilah umat Islam mengalami kemunduran. Tepatnya untuk mengembalikan kejayaan Islam adalah dengan menjadikan Islam sebagai dasar ideologi politik. Lebih jauh Afghani menegaskan bahwa ideologi Islam haruslah menjadi landasan kekuatan mulai dari aspek politik, militer, pengetahuan, bahkan kebudayaan. Dimana Al-Quran dan Sunnah menjadi pengawalnya. Kesatuan pandangan Islam inilah yang dimaksud oleh Afghani sebagai perwujudan daripada tauhidullah.

Kedua, al-Wihdah wa al-Siyadah. Jika konsep awal berkenaan dengan kesamaan pandangan kesatuan Islam, maka kedua yang tak bisa dilepaskan antara kesatuan ialah kekuasaan. Sebab hal inilah kebutuhan yang paling mendesak dikalangan umat Islam. Artinya kesatuan sebagai sesuatu yang dituntut agama membutuhkan kekuasaan yang akan memperjuangkan terciptanya kesatuan, sebab kesatuan itu sendiri tidak bisa terjadi dengan sendirinya. Tanpa adanya kekuasaan yang sanggup mengatasi keadaan dan menggiringnya kepada kesatuan.

Ada dua hal yang mampu memperkokoh solidaritas umat Islam, yakni ibadah haji dan khilafah. Ibadah haji merupakan salah satu kewajiban umat Islam bagi yang mampu dan sebagai muktamar akbar Pan-Islamisme. Mereka yang datang dari seluruh pelosok dunia membicarakan tentang keadaan negerinya masing-masing untuk dipecahkan secara bersama-sama.

Sementara khilafah yang dipimpin oleh seorang khalifah dulu pernah mengembangkan wilayah Islam ke bekas kekuasaan Romawi Timur, Persia, dan India, lalu berlanjut hingga ke Eropa melalui Spanyol, dan sebelum bangsa Mongol yang dipimpin oleh Hulagu Khan menghancurkan pusat pemerintahan Islam di Baghdad tahun 1258. Peranan khilafah kemudian berpindah ke tangan Kerajaan Turki Usmani, meskipun tidak diakui seluruh umat Islam.

Efek bola salju gagasan PAN Islamisme, rupanya berlanjut pasca keruntuhan Khilafah Ustmani, yang prakarsai para ulama dari wilayah Palestina, Mesir, Afganistan, India dan Hindia Timur (Nusantara/Indonesia) setelah gagalnya kongres Khilafah dunia di Mekah dan Mesir, akibat infiltrasi Inggris,maka berlanjut hingga kongres Khilafah di Yerusalem, Palestina (Desember, 1931). Kongres berlangsung dibawah otoritas Mufti Agung Yerusalem, Mohammad Amin al-Husayni dan pemimpin Komite Kekhalifahan India, Maulana Shaukat Ali.Dalam kongres ini, mewakili wilayah Hindia Timur, adalah Abdul Kahar Muzakkir ikut berperan sentral berkat permintaan langsung Mufti Palestina, Mohammad Amin al-Husayni.

Kongres ini dihadiri oleh 145 delegasi dari 22 berbagai wilayah (negeri muslim). Dari Mesir, hadir ulama Syaikh Rashid Ridha, dari Mesir, Abd al-Rahman Azzam -kelak menjadi Sekjen Liga Arab hadir mewakili Partai Wafd. Dari Suriah hadir Shukri al-Quwwatli yang nantinya menjadi Perdana Menteri Suriah. Dari Aljazair hadir Said al-Jazairi, cucu dari tokoh perlawanan Aljazair, Abdul Qadir al-Jaziri. Dari India, diwakili oleh tokoh Intelektual Sir Muhammad Iqbal. Hadir pula, Said Shamil, cucu dari tokoh perlawanan anti-Rusia dari Chechnya, Imam Shamil. Malaysia diwakili oleh Abu Bakar Asyari.

Program Azas dan Tandhim (1931): Kelanjutan Hasil Kongres Khilafah Dunia

Salah-satu keputusan penting Kongres Dunia Islam (Khilafah) di Yerusalem (1931) bahwa perjuangan merebut Yerusalem-Palestina ke tangah otoritas Islam hanya mungkin dengan terwujudnya kekhilafahan Dunial dan itu hanya mungkin jika negeri-negeri muslim yang saat ini dalam kekuasaan imperiali-kolonial Barat (Inggris, Portugis, Spanyol dan Belanda) dapat dimerdekakan dengan berlakunya Islam secara kaffah.

Maka, HOS Tjokroaminoto yang pernah menjadi salah satu utusan dalam Kongres Khilafah (1926) melalui Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII) mengeluarkan blueprint konsep perjuangan Islam semesta mewujudkan Zelfbestuur Islam yang digagasnya lewat NATICO (National Congres) di Bandung, 16-24 Juni (1916) dengan menyusun Tafsir Program Azas dan Tandhim (PSII).

Program Asas berisi pokok-pokok pikiran tentang ideologi perjuangan partai yang merupakan pedoman bagi aktivis PSII dalam melakukan gerakan organisasi. Program ini berintikan enam langkah, yaitu: persatuan umat Islam, kemerdekaan umat, sifat negara dan pemerintahan, penghidupan ekonomi, keadaan derajat manusia didalam pergaulan hidup bersama dan di dalam hukum, dan kemerdekaan yang sejati.

Dalam bidang agama termaktub dalam “Tafsir Program Tandhim” sebagai berikut: (1) Meluruskan prikehidupan umat Islam sesuai dengan ajaran-ajaran Islam yang sebenarnya, (2) Meluruskan pemikiran yang salah tentang Islam, (3) Mencegah perpecahan sesama umat Islam dan perselisihan dalam masalah khilafiyah, (4) Menggiatkan amal salih dan ibadah, (5) Mencegah adanya intervensi orang lain (bukan orang Islam) dalam urusan agama Islam, dan (6) Memajukan sekolah-sekolah Islam.

Bahkan, sanad perjuangan Islam bernegara lewat konsep Tafsir Program Azas dan Tadhim PSII (1931) itu dilanjutkan pada tahun 1948, tepatnya 10-11 Februari 1948 dengan penyelenggaraan Konferensi Umat Islam di Cisayong (dikenal dengan Kongres Tjisajong).

Hasil keputusannya dikenal dengan 7 Roadmap Cisayong, yaitu :

  1. Mendidik rakyat agar cocok menjadi Warga Negara Islam.
  2. Memberikan penjelasan kepada rakyat bahwa Islam tidak bisa dimenangkan melalui plebisit (pemungutan suara terbanyak).
  3. Membangun daerah-daerah basis.
  4. Memproklamasikan Negar Islam Indonesia (NII)
  5. Membangun NII sehingga kokoh ke dalam dan ke luar. Dalam arti di dalam negeri bisa melaksanakan Syariat Islam seluas-luasnya dan sesempurna-sempurnanya. Sedang keluar sanggup berdiri sejajar dengan negara-negara lain.
  6. Membantu perjuangan muslim di negara lain sehingga cepat bisa melaksanakan wajib sucinya.
  7. Bersama-sama negara Islam membentuk Dewan Imamah Dunia untuk mengangkat Khalifah Dunia.

Dengan membaca roadmap tersebut, jelas bahwa para ulama dan tokoh muslim umat islam bangsa Indonesia (UIBI) sudah memiliki visi yang mendunia, bukan saja mendirikan sebuah negara islam akan tetapi memberikan dukungan terhadap upaya mendirikan negara islam di negeri-negeri lainnya hingga akhirnya mendirikan Dewan Imamah Dunia untuk mengakta khilafah dunia.

Setan Besar dan Setan Kecil: Perlawanan Yang Nyata

Sejak Republik Islam Iran berdiri lewat revolusi (1979), semakin jelas siapa pihak musuh Islam sesungguhnya, yang disebut Ayatullah Ruhullah Khomeini sebagai setan besar (AS) dan setan kecil (Israel). Hal ini semakin dipertegas kembali, melalui drama Perang Iran vs AS-Israel (2026) yang menyadarkan elit pemimpin, ulama dan tokoh umat islam diberbagai kawasan di Timur Tengah, Afrika, dan Asia Tenggara siapa sebenarnya musuh Islam yang berkedok konsep-konsep demokrasi, HAM (Hak Asasi Manusia), pembangunan, moderasi bergama, dan pinjaman dari sistem keuangan internasional.

Hegemoni Barat yang arogan mendapat perlawanan nyata dengan syahidnya Imam Ali Khamanei dan banyak tentara dan umat islam Iran yang gugur dalam pertempuran dan pengeboman pihak Israel dan AS. Gelombang perlawanan dari berbagai kalangan seluruh dunia terhadap sikap arogansi dan kekejaman AS di berbagai belahan negeri-negeri Timur Tengah dan Eropa menjadi fenomena global saat ini.

Hadirnya Republik Islam Iran dengan sikap perlawanannya secara militer dan diplomasi memicu pro-kontra dari pihak umat islam seluruh dunia, termasuk para ulama dan elit-elit pemimpin umat. Sementara ituk pihak rezim pemerintahan negara-negara dibawah kooptasi Barat, bersikap ambivalen; ada yang tegas-tegas menjadi bagian dari Barat ada yang abu-abu dan mencari keuntungan stabilitas kekuasaan rezimnya. Bahkan, beberapa negara Eropa menolak atas ajakan AS untuk turut-serta melawan Iran.

Drama perang Iran melawan AS-Israel seharusnya menjadi momentum sadar diri akan wajibnya persatuan umat Islam seluruh dunia melawan Barat Sekuler. Tentu saja, ini bukan mudah, karena tantangan dari tubuh umat islam pun tidak kurang-kurang berdampak melemahkan, seperti adanya usaha mendramatisasi dan mengangkat kembali isu perbedaan Syiah-Sunni dalam tataran khilafiyah yang berujung pada pengkafiran yang bersifat teologi.

Maka, upaya untuk membaca sanad perjuangan islam bernegara di Indonesia menjadi suatu keniscayaan ketika kita bermaksud untuk melakukan ikhtiar penyadaran kepada ummat islam bangsa Indonesia (UIBI), sebagaimana yang sudah ditunjukkan oleh saudara umat islam bangsa Iran yang sudah secara nyata melakukan perlawanan bersenjata terhadap AS/Israel.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

four × two =

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777

Mahjongways Kasino Online
Game Online
Mahjongways Kasino Online
Game Online
Mahjongways Kasino Online
Game Online
Mahjongways Kasino Online
Game Online
Mahjongways Kasino Online
Game Online
Mahjongways Kasino Online
Mahjong Ways
Mahjong Ways
Scatter Besar di Mahjong Ways
Mahjong Ways
RTP PGSOFT Mahjong Ways
Slot Online Gacor Hari Ini
Strategi Slot Online Modern
Strategi Slot Online
Tips Main Slot Online
Gameplay Slot Online
Konsolidasi Stabilitas Sistem Mahjongways Kasino Online sebagai Telaah Kinerja Teknis dan Aktivitas Harian
Eksperimental Pembacaan Scatter Mahjongways Kasino Online pada Perubahan Ritme dan Interaksi Visual Harian
Rekonsiliasi Stabilitas Sistem Mahjongways Kasino Online melalui Observasi Beban Akses dan Ritme Teknis
Periodisasi Pembacaan Scatter Mahjongways Kasino Online lewat Observasi Distribusi Elemen dan Stabilitas Visual Sesi
Prospektif Ritme Scatter Mahjongways Kasino Online untuk Membaca Perubahan Simbol dan Respons Harian
Teknik Membaca Perubahan Pola dari “Panas” ke “Dingin” Sebelum Modal Habis di Mahjong Ways
Cara Menentukan Momen Rehat yang Tepat Saat Pola Mulai Kehilangan Arah di Mahjong Ways
Teknik Membaca Pola “Pancingan Kecil” yang Kerap Muncul Sebelum Kombinasi Besar di Mahjong Ways
Strategi Mengatur Ritme Spin Saat Pola Permainan Mulai Terlihat Tidak Stabil di Mahjong Ways
Analisis Kuantitatif Fase Scatter Mahjongways Kasino Online Awal Bulan pada Struktur Simbol Permainan
Evaluasi Stabilitas Sistem Mahjongways Kasino Online dalam Membaca Kinerja Teknis dan Aktivitas Harian
Eksperimen Pembacaan Scatter Mahjongways Kasino Online terhadap Pergeseran Ritme dan Interaksi Visual Harian
Telaah Stabilitas Sistem Mahjongways Kasino Online dari Beban Akses hingga Pergerakan Ritme Teknis
Pemetaan Fase Scatter Mahjongways Kasino Online melalui Distribusi Elemen dan Kestabilan Visual Sesi
Pembacaan Prospektif Ritme Scatter Mahjongways Kasino Online terhadap Perubahan Simbol dan Respons Harian
Panduan Membaca Peralihan Pola “Dingin” menuju “Panas” Sebelum Modal Menipis di Mahjong Ways
Langkah Menentukan Jeda Bermain yang Pas Saat Arah Pola Mulai Kabur di Mahjong Ways
Cara Mengenali Sinyal “Pancingan Kecil” sebelum Kombinasi Besar Muncul di Mahjong Ways
Taktik Menjaga Ritme Spin Ketika Alur Permainan Mulai Goyah di Mahjong Ways
Kajian Kuantitatif Fase Scatter Mahjongways Kasino Online Awal Bulan pada Susunan Simbol Permainan
RTP PGSOFT Hari Ini Membaca Ritme Baru Mahjong Ways, Struktur Gameplay Makin Adaptif
Ketika Struktur Mahjong Ways di PGSOFT Hari Ini Makin Terbaca, Ritme Gameplay Terasa Mengalir
Sintesis Sesi Pemula Mahjongways Kasino Online dalam Kajian Ritme dan Sebaran Aktivitas
Psikologi Pemain Mahjong Menguak Cara Baru Merancang Strategi Lebih Matang dan Terarah
Keberlanjutan Mahjongways Kasino Online dalam Kajian Aktivitas Harian serta Stabilitas Interaksi Sistem
Pola Pengelolaan Waktu dan Fokus Saat PGSOFT serta RTP Live Makin Konsisten
Membongkar Pola Slot Online dan Strategi yang Masih Jarang Dipahami Publik
Strategi Slot Online untuk Pengalaman Bermain Lebih Nyaman dalam Jangka Panjang
Tak Disangka, Teknik Sederhana Slot Online Ini Bisa Terbaca Sangat Presisi
Starlight Princess Hadirkan Cahaya Berpendar lewat Konsep Artistik yang Lebih Modern
Mahjong Wilds
Mahjong Wins 2
Mahjong RTP Online
Mahjongways Kasino Online
Gates of Olympus Super Scatter
Mahjongways Kasino Online
Mahjongways Kasino Online
Mahjongways Kasino Online
Mahjongways Kasino Online
Mahjongways Kasino Online
Mahjongways Kasino Online
Mahjongways Kasino Online
Mahjongways Kasino Online
Mahjongways Kasino Online
Mahjongways Kasino Online
Mahjongways Kasino Online
Mahjongways Kasino Online
Mahjongways Kasino Online
Mahjongways Kasino Online
Mahjongways Kasino Online
Mahjongways Kasino Online
Mahjongways Kasino Online
Mahjong Ways 2
Mahjong Ways 2
Mahjong Ways 2
Mahjongways Kasino Online
Mahjongways Kasino Online
Mahjongways Kasino Online
Mahjongways Kasino Online
Mahjongways Kasino Online
Mahjongways Kasino Online
Mahjongways Kasino Online
Mahjong Ways 2
Mahjongways Kasino Online
Mahjong Ways 2