Sistem Islam Membersihkan Dunia Pendidikan Dari Dosa Besar
Oleh: Ummu Fahhala
(Praktisi Pendidikan dan Pegiat Literasi)
Terasjabar.co – BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) berupaya menciptakan lingkungan pendidikan yang bersih dari intoleransi, kekerasan, dan bullying dengan menggagas Sekolah Damai. Karena saat ini dunia pendidikan masih menghadapi tantangan besar dalam menghadapi tiga dosa besar dunia pendidikan, intoleransi, kekerasan, dan bullying. Oleh karena itu butuh kerja bersama menghadapi tantangan tersebut agar lingkungan pendidikan menjadi kondusif. (sindonews.com,21/06/2024)
Jika ditelisik, sejatinya ketiganya, yakni intoleransi, kekerasan, dan bullying merupakan buah pahit keberadaan sistem kehidupan sekularisme kapitalisme, termasuk dalam sistem pendidikannya.
Sehingga wajar jika pergaulan bebas, kekerasan serta bullying, makin marak, bahkan masih menjadi persoalan serius di masyarakat maupun di satuan pendidikan. Sementara itu, intoleransi justru ditujukan pada para pembela Islam ideologis. Padahal, keberadaan para pembela Islam ideologis sangat penting untuk menjaga rakyat supaya selamat dari bahaya sekularisme dan dosa besar, serta akibat buruk yang ditimbulkannya.
Hadirnya sistem pendidikan alternatif menjadi suatu yang sangat penting agar para generasi muda terbebas dari bahaya dan dosa besar, akibat penerapan sistem hidup sekularisme kapitalisme. Selain itu supaya para generasi muda berada pada kehidupan dan peradaban yang selaras dengan fitrahnya, yakni mendedikasikan secara penuh seluruh keahlian dan segala potensi serta nikmat dari Allah Swt untuk kepemimpinan peradaban Islam.
Sistem pendidikan Islam
Satuan pendidikan di sekolah maupun kampus yang menerapkan sistem pendidikan Islam, merupakan satu-satunya ruang yang dipenuhi keselamatan dari berbagai bentuk maksiat atau dosa besar, di samping penuh dengan kelembutan dan kasih sayang, karena adanya karakter istimewa yang tercermin dari kepribadian Islam.
Karakter istimewa sistem pendidikan Islam, diantaranya pertama, karakter sistem pendidikan Islam sebagai satu kesatuan dengan seluruh sistem Islam, steril dari nilai materi, penuh dengan nilai spiritual, moral, dan kemanusiaan. Sehingga menjadi petunjuk bagi manusia agar selamat dari perbuatan dosa dan pembawa rahmat.
Kedua, terjaganya jiwa manusia, akal, ras dan kemuliaan manusia merupakan tujuan utama keberadaan masyarakat Islam yang menerapkan sistem pendidikan Islam secara praktis. Tidak menoleransi pelanggaran syariat sekecil apa pun dengan penegakan sanksi yang bersifat memberi efek jera bagi pelakunya dan pencegah orang lain supaya tidak melakukan tindakan kriminal yang sama.
Ketiga, karakter amal sistem pendidikan Islam, yakni mewujudkan insan yang senantiasa terikat pada syariat Allah Swt dengan dorongan meraih rida-Nya. Sehingga atmosfer ketakwaan begitu dominan melingkupi lingkungan pendidikan.
Keempat, asas pembentuk karakter generasi muda adalah akidah Islam yang sesuai fitrah manusia dan memuaskan akal, supaya membangun kepribadian Islam dan ahli pada setiap bidang kehidupan.
Kelima, penerapan secara praktis syariat Islam yang terkait interaksi laki-laki dan perempuan di satuan pendidikan. Misalnya, memisahkan murid laki-laki dan perempuan, serta kebijakan praktis lain yang dapat mencegah terjadinya suasana kerendahan perilaku dan maksiat.
Kelima karakter istimewa sistem pendidikan Islam akan terealisasi dalam penerapan syariat Islam secara kafah (menyeluruh), menjadikan semua rakyat, tidak hanya peserta didik, guru, dosen, penguasa, dan sebagainya, secara praktis akan terhindar dari segala keburukan dosa dan maksiat, seperti pergaulan bebas, intoleransi, kekerasan, bullying, dan berbagai bentuk aktivitas rendah dan hina lainnya pada satuan pendidikan.





Leave a Reply