Menuju Puncak Wisata Akhir Tahun

Oleh:
Sadikun Citra Rusmana
(Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pasundan)

Terasjabar.co – Perhelatan Piala Dunia 2022 di Qatar (PDQ) memasuki fase 16 besar. Sudah memasuki Minggu ke-4 dari jadual 20 Nopember – 20 Desember 2022 beberapa Tim Besar yang tersisih sudah kembali ke negaranya, di antaranya “Der Panzer Jerman” dan Amerika Serikat. Berbeda dengan Tim favoritnya masing-masing, para Penggila Bola (Bolamania) tetap bertahan di sekitar stadion di setiap kota yang dijadikan arena pertandingan.

Portal FIFA mencatat jumlah penonton piala dunia yang datang ke Qatar mencapai 2,45 juta dengan 1.300 penerbangan masuk per hari selama masa kompetisi. Tingkat keterisian stadion mencapai 96 persen atau 51.042 penonton per pertandingan. Laman Al-Arabiya (4.12.22) mengemukakan bahwa tingginya kedatangan penonton di Qatar karena daya tarik peserta yang mewakili seluruh benua. Selama ini tim peserta piala dunia sering didominasi oleh Eropa dan Amerika Selatan. Peserta PD-2022 saat ini di Qatar bertambah dari benua lain yaitu Asia Pasifik (Jepang, Korea Selatan, Australia) dan Afrika (Senegal, Maroko).

Penonton yang hadir di stadion bukan hanya sekedar ingin melihat pertandingan bola siapa tim menang dan siapa kalah. Mereka adalah kaum pelancong yang ingin menghabiskan waktu luangnya untuk memuaskan diri dalam Wisata Dunia Akhir Tahun 2022, yaitu Wisata Bola. Sejak Covid-19 dianggap berlalu dan penggemar bola boleh menonton di stadion, setiap pertandingan berbagai Liga di Eropa ramai kembali. Penonton seolah tidak lagi menghiraukan ancaman horor wabah. Mereka pergi ke stadion untuk mencari kepuasan dari wisata olahraga bola. Piala Dunia Qatar 2022 ibarat oase penebus dahaga bagi turis lintas benua. Mereka mengalami akumulasi sumbatan emosi sekira tiga tahun, dan saat ini puncak pelampiasan untuk memulihkan kelelahan mental di delapan stadium berkelas dunia. Puncak final PDQ akan berlangsung 20 Desember 2022. Saat itu tiba, para ahli wisata bola berharap babak semifinal menghadirkan empat tim dari empat negara peserta yaitu Perancis, Jepang, Brasil, dan Australia. Di puncak final bertemu Perancis dan Brasil. Dari kedua tim negara ini para entrepeneur wisata diprediksi akan meraup jutaan dolar dari akomodasi penonton. FIFA akan memperoleh penghasilan besar karena maniak bola berada di pihak kedua tim itu. Menurut Presiden FIFA Gianni Fiantino, pendapatan FIFA dari perhelatan PDQ-2022 diprediksi akan mencapai 200-300 juta dolar atau 4,7 triliyun dari penjualan tiket, hak siar dan hospitality. Total pendapatan FIFA akan mengalami kenaikan sebesar 600-700 juta dolar dari perhelatan PD 2018 sebelumnya di Rusia.

Apakah setelah PDQ-2022 berakhir akan berakhir pula kah emosi untuk berwisata di ujung 2022? Rasanya tidak. Sejak Juni 2022, promosi PDQ intensif dilakukan melalui variasi media, dan rentang waktu perhelatan pada rentang Nopember-Desember menjadi gimmik penciptaan persepsi masyarakat dunia tentang pentingnya berwisata pasca-Covid. Setelah PDQ berakhir akan ada dua peristiwa yang terkait dengan liburan masyarakat dunia, yaitu Natal dan Tahun Baru 2023. Pada kedua peristiwa ini masyarakat mempersiapakan diri untuk berlibur dalam skala long atau short traveling.

Orientasi para pelancong di akhir tahun akan cenderung ke wisata alam yang terbuka daripada wisata perkotaan. Destinasi wisata alam akan menjadi tujuan utama pelancong pada umumnya untuk merelaksasi diri. Para pelancong level eksekutif akan berkontemplasi dan beresolusi tentang ekspektasi bisnis terkait dengan ancaman resesi di 2023. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memanfaatkan kegiatan PDQ sebagai ajang promosi dengan branding Wonderfull Indonesia dengan mempromosikan Pesona Bali dan lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) yaitu Danau Toba, Mandalika, Candi Borobudur, Labuan Bajo, dan Likupang. Terkait dengan pesta bola dunia, Indonesia juga mendapat kesempatan untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan Piala Dunia U-20.

Puncak wisata akhir tahun memiliki durasi sisa waktu sekitar 20 hari. Indonesia menjadi salah satu sasaran kunjungan turis asing pasca penyelenggaraan G20 di Bali, pada kurun waktu 10 hari pasca final PDQ 20 Desember 2022. Sayangnya di penghujung 2022 alam Indonesia kurang ramah untuk menyambut kaum pelancong, baik domestik maupun internasional. Rentetan gempa bumi di Cianjur, Garut, dan Ciamis akan mengganggu visit & transit dari satu destinasi ke destinasi lain, dan menurunkan masa tinggal kunjung di lokasi. Di samping itu efek bencana akan meningkatkan kecemasan turis terhadap kemungkinan adanya bencana lanjutan serta ancaman terhadap keamanan dan keselamatan. Dengan demikian pemerintah di pusat dan daerah perlu bersinergi secara efektif untuk memitigasi efek bencana untuk memulihkan kepercayaan dan keyakinan turis bahwa puncak wisata akhir tahun di Indonesia berakhir dengan membahagiakan.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *