Luhut Klaim Big Data Soal Penundaan Pemilu 2024, Irfan Suryanagara: Apa Gak Malu Sama Rakyat?
Terasjabar.co – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Demokrat Ir. Irfan Suryanagara, M.IPol. menanggapi soal pernyataan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.
Luhut mengklaim angka big data yang menunjukkan ada ratusan juta orang setuju atau menghendaki penundaan pemilu 2024.
Irfan langsung memberikan respon tegas mengenai pernyataan tersebut. Ia mengatakan saat penguasa sudah rakus akan kekuasaan, maka data apapun dipakai untuk mendukung kemauan mereka.
“Kalau elit penguasa sudah rakus kekuasaan, cara apa saja bakal ditempuh. Data apa saja bakal dicari-cari dan dibuat untuk mendukung maunya. Saran kami, jangan sampai rezim ini jadi rezim suka-suka dan maunya sendiri,” kata Irfan kepada Terasjabar.co, Minggu (13/3/2022).
Anggota Komisi III DPRD Jabar ini menyebut soal angka kepuasan terhadap pemerintahan Presiden Jokowi. Menurutnya, hal tersebut kerap dijadikan pihak-pihak yang ada di lingkar kekuasaan Jokowi untuk mendorong penundaan Pemilu 2024. Padahal, menurutnya masih ada catatan kritis mengenai hasil survei tersebut.
“Masih dari responden yang merasa puas dengan kinerja pemerintahan Jokowi, sebagian besar alias di atas 65 persen menolak mentah-mentah usulan Jokowi 3 periode maupun usulan penambahan dua atau tiga tahun. Jadi, jangan menafsirkan data sesuai dengan maunya sendiri,” jelasnya.
Lebih lanjut, Irfan menyebut isu penundaan pemilu hanya untuk pengalihan isu terhadap kelangkaan minyak goreng dan lain-lain.
“Buat mengalihkan isu saja. Minyak goreng diurus dulu. Rakyat antri sampai berkilo-kilo meter sampai ada yang meninggal, agar bisa dapat minyak goreng dengan harga terjangkau. Belum lagi masalah harga kedelai, daging, gas, dan lain-lain,” ungkapnya.
Irfan menambahkan, sangat berlawan apabila pemerintah ingin melanjutkan kekuasaan dengan pemilu. Sementara, rakyat masih menjerit soal kebutuhan pangan mereka.
“Mengurus minyak goreng saja tidak becus, malah minta tambah waktu mengelola negara ini. Apa gak malu ya sama rakyat?”, pungkasnya.






Leave a Reply