Muncul Wacana Provinsi Sunda Raya, Paguyuban Pasundan: Hanya Ilusi!

Terasjabar.co – Tokoh Sunda menolak adanya wacana penggabungan tiga provinsi menjadi Provinsi Sunda Raya. Penggabungan tersebut dinilai tak memiliki dasar.

Wacana tersebut mengemuka dalam maklumat Sunda yang didengungkan sekelompok orang beberapa waktu lalu. Bahkan pertemuan maklumat Sunda itu juga sempat dihadiri Ketua DPD RI La Nyalla Matalitti.

“Bahwa maklumat Sunda yang muncul belakangan ini, yang dilakukan sekelompok orang yang mengatasnamakan Sunda sesungguhnya tidak merepresentasikan keseluruhan masyarakat Sunda,” ucap Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Paguyuban Pasundan Didi Turmudzi di Jalan Aceh, Kota Bandung, Sabtu (5/2/2022).

Didi menuturkan dalam maklumat Sunda tersebut, ada penyampaian berkaitan penggabungan tiga provinsi yakni DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda Raya. Didi menilai hal tersebut tak berdasar.

“Orasi tersebut hanya ilusi dan romantika sejarah yang tidak berdasar. Karena dalam sejarah tidak ada yang namanya Sunda Raya,” tutur dia.

Menurut Didi, berdasarkan peraturan yang berlaku yakni peraturan pemerintah Nomor 78 tahun 2007 tentang tata cara, penghapusan dan penggabungan daerah, dalam Pasal 23 ayat (2) disebutkan daerah pertimbangan otonomi daerah (DPOD) menilai daerah tertentu tidak mampu menyelenggarakan otonomi daerah. DPOD merekomendasikan agar daerah dihapus dan digabungkan ke daerah lain.

“Sehingga tidak ada dasar yang kuat untuk menggabungkan tiga provinsi menjadi satu provinsi. Karena ketiga provinsi yang diwacanakan akan digabungkan, saat ini masih mampu menjalankan otonomi daerah dengan baik,” kata Didi.

Didi menambahkan justru saat ini aspirasi masyarakat di Tatar Sunda lebih kepada bukan meminta otonomi khusus Provinsi Sunda Raya, melainkan meminta pemerintah pusat untuk pemekaran Kabupaten dan Kota di Jabar dan Banten.

“Akan berdampak bagi pembangunan dan kesejahteraan rakyat,” tuturnya.

Anggota DPR RI TB Hasanuddin mengatakan permintaan dari para tokoh-tokoh Sunda ini bukan untuk penggabungan tiga daerah. Melainkan, kata dia meminta pemekaran.

“Awalnya saya tidak begitu interest dengan tadi ada maklumat Sunda itu, tapi kemudian saya mengkoordinasikan dengan tokoh-tokoh masyarakat Jabar, karena apa? Karena sudah melibatkan anggota DPD RI bahkan ketua DPD RI dan banyak rekan di Jakarta yang menanyakan sejauh mana aspirasi masyarakat Jabar, ” tuturnya.

“Ternyata, saya meminta penjelasan kepada saudara tokoh di Jabar, simpulannya asuransi masyarakat Jabar itu bukan meminta otonomi khusus Sunda raya yang terdiri dari tiga provinsi, Jabar kemudian Jakarta dan Banten, tidak bukan itu. Tapi meminta ada pemekaran, tambah 17 kabupaten kota menjadi nanti sekitar 44, itu idealnya seperti itu,” kata anggota komisi I DPR RI itu menambahkan.

Respons Ridwan Kamil

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil merespons hal tersebut. Berdasarkan hasil kesepakatan dengan para tokoh, kata Emil, penggabungan tiga provinsi tak disetujui.

“Jadi isu yang ada deklarasi usulan dari sebagian elemen yang mengatasnamakan ada nama sundanya yang tadi mengusulkan menggabungkan tiga provinsi dengan ini dinyatakan kami para inohong dan ketua ormas pimpinan, tidak menyetujui,” kata Emil sapaannya.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 + twelve =

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam