Daddy Rohanady: Jalan, Lisdes, dan Rutilahu Jadi Skala Prioritas

Terasjabar.co – Jalan, lisdes, dan rutilahu masih menjadi aspirasi paling menonjol yang diterima anggota DPRD Provinsi Jawa Barat ketika reses. Semua itu disampaikan ketika 120 anggota DPRD Jabar melakukan Reses II Tahun Sidang 2020-2021.

Di tengah cengkeraman pandemi Covid-19, dalam ketidak pastian masa depan, kita harus banyak meluangkan waktu bersama warga. Hal ini adalah sebuah keniscayaan. Sesuatu sekali, kata warga. Mereka berharap, sering-seringlah bersama kami, harapnya kepada Anggota DPRD, sebagai wakil mereka.

Suara hati dari sebagain warga inilah yang banyak dirasakan oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat. Hal itu muncul pada saat mereka melakukan reses di era pandemi seperti sekarang ini.

H. Daddy Rohanady anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, mengatakan, reses adalah untuk menyerap aspirasi warga dan konstituen, untuk mencari tahu, menelisik, dan sekaligus juga menyampaikan segala sesuatu yang perlu diketahui warga. Hal itu, dikatakan Daddy, kepada wartawan pada saat berbincang singkat di ruang kerja Komisi IV DPRD Jawa Barat Jalan Dipenogoro Kota Bandung Selasa (09/03/2021).

Menurut Daddy, sebagai wakil rakyat, anggota dewan di semua tingkatan wajib menyuarakan kepentingan masyarakat yang diwakilinya. Hal itu menjadi bagian dari sumpah yang diucapkannya ketika dilantik.

“Maka, tidak salah jika masyarakat mempertimbangkan ‘perjuangan’ setiap anggota dewan ketika yang bersangkutan mencalonkan diri pada pilkada atau pemilu berikutnya,” kata politisi Partai Gerindra Dapil 12 Jabar (Indramayu-Cirebon) ini.

Pada saat reses Daddy menampung banyak aspirasi dari warga. Menurutnya, memang ada beberapa sektor yang menjadi skala prioritas, terutama insfrastruktur jalan, listrik masuk desa (lisdes), dan rumah tiidak layak huni (rutilahu).

Daddy memaparkan, klasifikasi jalan berdasarkan status dan kelas menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan dan Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2006 tentang Jalan, sesuai dengan kewenangan/statusnya,  jalan umum dikelompokkan menjadi Jalan Nasional, Jalan Provinsi, Jalan Kabupaten, Jalan Kota, dan Jalan Desa.

“Tetapi masyarakat tidak mau tau, mau jalan nasional, provinsi, atau jalan desa. Yang mereka inginkan bahwa jalan harus bagus,” tutur Daddy.

Di beberapa wilayah tidak sedikit jalan yang rusak. Salah satu penyebabnya adalah gkutan hasil penambangan/galian. Oleh karena itu, sudah beberapa tahun ini Pemerintah sedang merencanakan pembangunan jalan tambang. Namun, katanya sampai saat ini, belum juga terealisi. Maka tidak heran kalau kemudian anggaran perbaikan jalan habis begitu saja sia-sia, dan umur jalannnya pun tidak sesuai rencana.

“Sebagai contoh adalah rencana pembangunan jalan tambang di daerah Parung Panjang. Sebelumnya sempat mencuat, panjang jalan tambang yang akan dibangun kurang lebih 19 kilometer. Namun, hingga hari ini saya belum lihat progresnya seperti apa. Jalan tambang tersebut sampai saat ini belum juga terwujud,” tegasnya.

Karena belum ada jalan truk tambang bertonase besar, maka jangan heran kalau kemudian jalan provinsi cepat rusak. “Tidak aneh kalau kemudian jalan provinsi –yang selalu kita bantu setiap tahunnya itu– umurnya cuma tiga sampai empat bulan saja,” bebernya.

Daddy menambahkan, jalan di daerah Parung Panjang–Bunar, katanya hampir setiap tahun diperbaiki. Dianggarkan Rp10 miliar, tiga sampai empat bulan kemudian jalan tersebut sudah rontok. Masuk lagi anggaran sebesar Rp 20 miliar, tiga bulan empat bulan, juga rusak lagi.

Maka dari itu,  selama belum dibangun jalan tambang, otomatis nasibnya atau siklusnya akan terus seperti itu terus. “Karena, urusannya bukan hanya menyangkut kita sendiri, ini menyangkut tiga provinsi. Kita (Jabar), Banteng dan DKI,” terangnya.

Daddy Rohanady mengatakan, DPRD Jabar menginginkan, proses pembangunannya bisa dilaksanakan di tahun 2022. “Kita sih, ingin setiap tahun boleh dibilang ingin masuk ke situ. Setidaknya ada intervensi. Tetapi kan kalau secara spesifik hanya dari kita, nggak mungkin juga. Karena, katanya kalau pembangunan jalan tambang bisa segera terwujud, kuncinya ada di level Eksekutif dan Legislatif ketiga provinsi tersebut,” tambahnya.

Terkait dengan pembangunan jalan tersebut, Kepala daerah  sudah beberapa kali mengadakan pertemuan. Namun, pembangunannya belum juga terealiasi. Mestinya ini terus didorong sehingga bisa dipercepat.

“Kalau terkait dengan DPRD Banten kita belum pernah bicara. Namun, dengan DPRD DKI sudah pernah kita sampaikan,” katanya.

Daddy juga menambahkan, soal jalan tambang, seharusnya segera direalisasikan. Kalau tidak bisa langsung dibangun tuntas –langsung sepanjang 19 kilometer– bertahap juga tidak jadi masalah.

“Setidaknya bangun dululah 10 kilometer. Pertimbangannya, jangan sampai jalan provinsi makan korban lagi,” tutupnya. (adv/cak)

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

seven − 1 =

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam