Angka Kematian Akibat Covid-19 Masih Tinggi, DPRD Jabar Dorong Perencanaan Matang Vaksinasi

Terasjabar.co – Angka penambahan harian kasus positif Covid-19 di Jawa Barat masih fluktuatif sejak awal November 2020. Angkanya sempat bertambah hanya 245 kasus baru pada 1 November, namun juga sempat bertambah 627 kasus baru pada 5 November 2020.

Sampai Minggu (8/11/2020) siang, tercatat totalnya 39.614 kasus positif Covid-19 di Jawa Barat. Sebanyak 28.641 di antaranya sudah sembuh, sedangkan 10.973 lainnya masih dirawat. Angka kematian akibat Covid-19 pun totalnya menjadi 761 kasus di Jawa Barat.

Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Siti Muntamah, mengatakan Pemerintah Provinsi Jabar masih harus bekerja keras meningkatkan angka kesembuhan pasien Covid-19.

Di sisi lain, harus mencermati dan mewaspadai kenaikan kasus kematian yang tergolong cukup tinggi. “Saya melihat dan berharap angka Covid-19 terus melandai ya. Tapi kalau sekarang angka kematiannya naik. Angka kematian naik ini karena klasternya sudah masuk klaster keluarga,” kata Siti Muntamah di Bandung, Minggu (8/11/2020).

Ia mengatakan bahwa dengan banyaknya klaster keluarga, berarti golongan orang tua yang selama ini terjaga keamanannya di rumah, kian terancam oleh penularan dari anggota keluarganya yang berusia lebih muda dan kembali beraktivitas di masa adaptasi kebiasan baru.

“Orang yang kita sembunyikan, yang kita lindungi itu, adalah yang banyak kena sekarang. Kalau orang mudanya yang tertular, dia masih kuat, tinggal diisolasi dengan diberi makanan bergizi, bisa sembuh. Tapi kalau orang tua, akan repot,” katanya.

Siti mengatakan contohnya di Kota Bandung, sebelum AKB diberlakukan, angka kematian totalnya masih sekitar 30 orang. Namun setelah AKB diberlakukan, angka kematian bertambah totalnya jadi 91 orang pada Minggu (8/11/2020).

Angka kematian pasien Covid-19 di Jabar sendiri sudah mencapai 761 kasus. Penambahan per harinya beragam, mulai dari bertambah 2 pasien meninggal pada 1 November, bertambah 11 kasus meninggal pada 2 November, dan selanjutnya secara berurutan bertambah 5 kasus, 15 kasus, dan 9 kasus setiap harinya.

Siti menuturkan pihaknya pun mengkhawatirkan penyelenggaraan vaksinasi Covid-19 di Jawa Barat. Hingga kini, katanya, perencanannya belum juga matang.

“Berita vaksin ini masih sangat simpang siur. Mulai dari untuk siapakah prioritasnya, berapa jumlahnya, kemudian melihat yang sudah divaksin dampaknya seperti apa, masih belum jelas,” tuturnya.

Pihaknya berharap pemerintah segera merencanakan vaksinasi tersebut dengan baik, tidak sebatas mengabarkan mengenai waktu dan jumlah vaksin yang akan diberikan, yang itupun masih saja belum jelas.

“Kami ingin ada sebuah klarifikasi jelas dari pemerintah, bukan hanya menyampaikan sebentar lagi akan divaksin. Sebanyak sekian juta itu untuk siapa saja, evaluasi seperti apa, karena semuanya ini masih gelap,” katanya.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *