Wagub Jabar Kecewa Ponpes di Tasik Menolak Santrinya Diswab Test

Terasjabar.co – Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum menyayangkan adanya pimpinan pondok pesantren di Tasikmalaya yang menolak timnya melakukan swab test massal. Padahal pihaknya ingin melacak penyebaran COVID-19 di ponpes tersebut.

Uu bersama Tim Gugus Tugas COVID-19 Jabar memberikan bantuan 10 ribu alat swab test untuk Kota dan Kabupaten Tasikmalaya. 2 ribu alat di antaranya diberikan ke ponpes yang ditemukan kasus positif COVID-19.

“Saya datang berikan bantuan swab untuk pemkot sebanyak 10 ribu. 2 ribu nya diberikan pada ponpes ini agar santri seluruhnya di swab,” kata Uu kepada wartawan, Kamis (1/10/2020).

Namun, langkah pihaknya justru mendapat penolakan dari salah satu ponpes di Kabupaten Tasikamalaya yang menjadi sasaran bantuan. Pengurus ponpes tidak berkenan tim melakukan swab test massal.

“Sesuai informasi yang diterima oleh pak Gubernur, bahwa ada klaster di kota/kabupaten tersebut. Tetapi saya sangat menyayangkan ada salah satu pimpinan pondok pesantren yang tidak mau didatangi oleh tim gugus tugas Covid-19 provinsi Jawa Barat ini. Padahal kehadiran kami adalah untuk mengambil sebuah solusi atau mengantisipasi, karena yang kami terima dari pemerintah daerah ada hal-hal yang perlu diantisipasi dan ditindaklanjuti,” ungkap Uu.

Menyikapi hal itu, Uu berharap pimpinan pondok pesantren agar terbuka dan mau bekerja sama dengan pemerintah menekan penyebaran COVID-19. Pimpinan ponpes jangan menyembunyikan kalau di lingkungannya ditemukan kasus positif.

“Saya dengar yang positif di pondok pesantren yang ada di Kabupaten Tasikmalaya ini sudah puluhan. Makanya kita ingin pastikan dengan tim agar tidak menyebar lagi. Jangan justru Pengasuh atau Pimpinan seolah menyembunyikan kasusnya,” tegas mantan bupati Tasikmalaya ini.

“Karena kalau memang seperti ini khawatir akan bertambah. Harapan kepada seluruh pondok pesantren memperketat protokol kesehatan baik oleh para santri dan ajengan di kompleks pesantren dan melakukan pola hidup bersih dan sehat,” Uu menambahkan.

Uu mengaku sangat takdim dan menghormati pengurus dan pimpinan pondok pesantren tersebut. Karena niatan nya hanya untuk memastikan agar kasus Covid-19 ini tidak semakin bertambah.

“Saya sangat memahami dan menghargai dan saya menghormati kepada pimpinan pondok pesantren, saya tidak akan memaksakan karena mungkin kami yakin pak kyai punya cara dan jurus jitu tentang hal ini. Karena yang tahu di internal di pondok pesantren kyai itu sendiri, saya menghormati dengan penuh ketawaduan dan penghormatan kepada kyai,” pungkas Uu.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *