OTG Akan Diisolasi di Hotel, Ridwan Kamil: Sama dengan Jakarta

Terasjabar.co – Sejumlah hotel di Jawa Barat akan disulap menjadi ruang isolasi bagi pasien COVID-19, khususnya yang tanpa gejala (OTG). Kebijakan ini mengikuti pola penanganan pasien OTG di DKI Jakarta, yang merekomendasikan pasien OTG diurus negara di ruang-ruang isolasi yang bisa melayani secara profesional.

“Saya selalu sampaikan bahwa kebijakan khususnya Bodebek itu harus satu frekuensi dengan Jakarta. Hasil kesepakatan dipimpin oleh Pak Luhut, memang menyepakati kalau pola Bodebek harus sama dengan Jakarta, salah satunya soal penanganan OTG,” tutur Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (18/9/2020).

Nantinya, ujar pria yang akrab disapa Kang Emil itu, pemerintah pusat akan mengucurkan dana untuk menyewa hotel-hotel maksimal bintang tiga untuk dijadikan tempat isolasi khusus pasien OTG.

“Saya telepon ketua PHRI (Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia) untuk membuat daftarnya, kita lihat (hotel di) kota mana. Nanti kita kontrak dan dibayar oleh pemerintah,” ucap Emil.

Selama ini, Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat membagi manajemen penanganan COVID-19 ke dalam tiga bagian wilayah. Sebaran hotel-hotel tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan ruang isolasi.

“Paling banyak Bodebek 60 persen, 20 persen Bandung Raya, sisanya lain-lain. Konsep ini mayoritas di Bodebek dan Bandung Raya,” kata Emil.

Emil mewanti-wanti agar pihak hotel dan muspika setempat melakukan langkah yang tepat dalam sosialisasi penggunaan hotel untuk isolasi COVID-19. Sehingga tidak terjadi penolakan oleh warga.

“Kemarin yang harus kita jadikan pelajaran, saat kami menyosialisasikan hotel Kagum Grup, ditolak warga. Jadi sebelum hotel digunakan, disosialisasikan terlebih dahulu,” ucap Emil.

Kepala Dinas Pariwisata Jawa Barat Dedi Taufik mengatakan sebelum rencana ini direalisasikan tentunya persiapan yang matang perlu dilakukan. Salah satu yang paling penting ialah protokol kesehatan khusus untuk perawatan.

Ia menjelaskan Pemprov Jabar pun pernah menyiapkan Hotel Grand Preanger untuk tempat menginap para tenaga kesehatan yang menangani COVID-19. “Targetnya hotel yang berpartisipasi ini bisa merata di semua daerah, tapi mungkin untuk saat ini fokus di zona merah. Mudah-mudahan persiapan, koordinasi dengan pengusaha hotel termasuk dinas terkait dan kementerian bisa berjalan cepat dan baik,” ujar Dedi.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *