Soal Okupansi Ruang Pasien COVID-19, Jabar Siapkan Strategi Khusus

Terasjabar.co – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menawarkan ruang isolasi di Bodebek bagi pasien COVID-19 asal Jakarta. Sekadar diketahui, okupansi ruang isolasi COVID-19 di DKI Jakarta telah terisi 72 persen.

Tawaran ini pun diajukan Ridwan Kamil kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Itu andaikata kapasitas ruang isolasi COVID-19 di ibu kota telah melebihi batas (over capacity). Pria yang akrab disapa Kang Emil itu menyebut angka keterisian ruang rawat COVID-19 di Jabar secara umum baru terisi 35 persen.

Ketua Divisi Manajemen Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 (GTPP) Jabar Marion Siagian mengatakan ada beberapa hal yang juga mesti diwaspadai oleh Jabar. Di antaranya jika terjadi lonjakan kasus positif COVID-19 yang terus menerus seiring dengan gencarnya tes dan pelacakan yang dilakukan.

Pihaknya pun telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mengantisipasi okupansi ruang rawat COVID-19 yang padat. “Tetapi kita juga harus antisipasi jika ada pelonjakan kasus terus. Strategi kita adalah, pertama pengalihan fungsi ruang rawat. Jadi ruang rawat yang ada di rumah sakit dialihkan menjadi ruang rawat Covid,” ujar Marion di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (11/9/2020).

Antisipasi lainnya, melakukan rujukan pasien COVID-19 antarkabupaten dan kota, bahkan antarprovinsi. “Tadi vidcon dengan Dinkes DKI, Banten, untuk bagaimana pasien bisa tertangani dengan cepat tidak ada permasalahan akses dari RS karena DKI cukup padat dari keterisian tempat tidur,” tutur Marion.

Sesuai SK Gubernur Jabar terdapat 372 rumah sakit di Jabar yang melayani pasien COVID-19. Tercatat 10 RS yang paling banyak melayani COVID-19 didominasi oleh RS di Bodebek dan Karawang. RS tersebut adalah RS Hasbullah Kota Bekasi, RSU Cibinong, RSU Kota Bogor, RSU Karawang, RS Mitra Keluarga Pratama Jatiasih, RSU Kota Depok, RS UI Depok, RS Bhayangkara Brimob, RS Hermina Bekasi, RSUD Ciawi.

“Jadi memang semuanya didominasi Bodebek dan Karawang. Sejak dilihat dua minggu ini kasus Covid meningkat, penambahan rata-rata 228 kasus per hari sehingga cukup tinggi sehingga ini berimbas pada keterisian ruang keterisian RS. Kita punya 4.094 tempat tidur saat ini keterisian 44,33 persen,” tutur Marion.

Untuk Bodebek, Mario merinci tingkat keterisian di Kota Depok sebesar 73,8 persen, Kota Bekasi 67 persen, Kabupaten Bekasi 55 persen, Kabupaten Bogor 52 persen, Kota Bogor 49 persen dan Kota Bandung 31,52 persen.

 

“Jadi kita sangat memungkinkan kalau nanti DKI mengirimkan pasien ke Jawa Barat,” katanya.

Di samping itu, ujar Marion, Jabar memiliki pusat isolasi untuk COVID-19 yang tidak bergejala, terutama yang rumahnya tidak memungkinkan dijadikan sebagai tempat isolasi. “Di kabupaten-kota ada 998 tempat tidur. Kita punya BPSDM milik Pemprov yang kapasitasnya 190 tempat tidur dan bisa dikembangkan jadi 600,” ucapnya.

“Kalau DKI punya Wisma Atlet yang dikelola pusat, Jabar juga punya tempat isolasi menampung pasien tak bergejala yang dilakukan pemilahan oleh dokter pengampu,” ujar Marion menambahkan.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *