Lindungi Warga Dari Corona, RW 08 Babakan Baru Kel. Sukapada Kec. Cibeunying Kidul Kota Bandung Sudah 4 Kali Lakukan Penyemprotan Disinfektan

Terasjabar.co – RW 08 Babakan Baru Kelurahan Sukapada, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, merupakan RW yang cukup padat penduduknya. Dari 6 RT yang ada di Rw 08 terdapat 472 KK dan 30 orang anak yatim dan piatu.

“Yang diajukan kepada pemerintah untuk mendapatkan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jabar ada sebanyak 245 sesuai dengan anjuran pemerintah yaitu untuk membantu masyarakat yang bekerja serampangan seperti tukang ojek, kuli bangunan, pemulung dan masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan tetap”, kata Ketua RW 08 Babakan Baru Ny. Yayah Rokayah kepada Terasjabar.co Rabu (8/4/2020), di sela-sela kesibukannya melakukan penyemprotan cairan diinfektan diseluruh wilayah kerjanya.

Lebih lanjut Ny. Yayah mengatakan, sebetulnya semua warganya terdampak, namun karena keterbatasan sehingga dipilih orang-orang yang betul-betul berhak dan memerlukan.

“Dampak Covid-19 ini sebetulnya semua warga terdampak, dan harusnya semua mendapatkan bagian namun mungkin karena keterbatasan anggaran Pemerintah sehingga yang boleh diajukan adalah kepada orang yang pekerjaannya disebutkan tadi. Dan kepada Warga yang merasa berkecukupan dan dipandang mampu di anjurkan untuk membantu masyarakatnya disekitarnya”, tambahnya.

Menjawab pertanyaan tentang data penerima PKH dan BNPT yang sudah berjalan cukup lama di Babakan Baru, Ia mengatakan terdapat penerima bantuan PKH sebanyak 12 orang dan penerima bantuan BPNT sebanyak 17 orang, namun data ini masih belum aktual dan seharusnya sudah berubah.

“Data ini belum di update, seharusnya ini sudah berubah, karena yang menerima bantun tersebut saat ini sudah kelihatan cukup mapan dan tidak perlu mendapat bantuan lagi, namun karena data ini hasil warisan dari kepengurusan yang lama kami belum bisa merubah data tersebut dan nantinya hal seperti ini harus segera di perbaiki dalam rangka melindungi warga yang betul-betul membutuhkan jangan sampai tidak mendapatkannya. Kalau data ini tidak ada perubahan, kami sebagai pengurus merasa berdosa, dan ini yang disebut tidak tepat sasaran sesuai keinginan pemerintah”, tegas Yayah.

Dirinya juga merasa khawatir akan penyebaran Covid-19 karena penduduk di RW nya padat ditambah dengan banyak warga pendatang yang ngontrak di Babakan Baru, maka dirinya dan warga melaksanakan penyemprotan cairan disinfektan berkali-kali.

“Karena Babakan Baru merupakan daerah yang padat penduduk, selain penduduk juga banyak masyarakat pendatang yang mengontrak rumah di Babakan Baru, saya merasa riskan akan terdampak Covid-19, untuk itu kami terus berupaya untuk menangkal melawan Covid-19 dengan melaksanakan penyemprotan disinfektan dan dalam kurun watu 3 minggu sudah dilakukan penyemprotan sebanyak 4 kali dengan biaya dari swadaya masyarakat dan Pemkot Bandung satu kali. Kegiatan penyemprotan ini dilaksanakan oleh pengrus RT dan RW di bantu oleh warga setempat”, jelasnya.

Ia berharap, dengan dilaksanakannya penyemprotan disinfektan secara rutin masyarakat di wilayahnya dapat terhindar dari wabah Covid-19.

“Mudah-mudahan dengan dilaksanakan penyemprotan di wilayah RW 8 Babakan Baru ini, warga masyarakat dapat terhindar dari serangan Covid-19. Semoga Covid-19 dapat segera selesai, dan di bulan suci Ramadhan masjid-masjid sudah dapat dipakai kegiatan sholat tarawih,” pungkas Yayah.* Ocid Sutarsa

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *